Sukses

Kenali 4 Tanda Anak Mengalami Kesulitan Berbicara

Liputan6.com, Jakarta Studi memperkirakan bahwa 1 dari 10 anak mengalami kesulitan berbicara, bahasa dan komunikasi, terutama di tahun-tahun awal kehidupan.

Melansir BBC, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak berpotensi tinggi terlambat bicara yakni:

-Anak tampak tidak menanggapi suara.

-Anak tidak menunjukkan minat untuk berinteraksi dengan orang lain.

-Anak tampak frustrasi karena mereka tidak dapat berkomunikasi dengan orangtua.

-Anak membuat banyak suara ucapan yang tidak dipahami siapa pun.

Menurut terapis bicara Janet Cooper, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak dan banyak bantuan ahli yang tersedia jika orangtua khawatir.  

“Andalah yang paling mengenal anak Anda sendiri, jadi ingatlah untuk bertanya kepada seorang profesional jika Anda khawatir. Menemukan masalah lebih awal berarti Anda bisa mendapatkan dukungan yang Anda butuhkan,” kata Janet mengutip BBC.com Senin (3/1/2021).

Simak Video Berikut Ini

2 dari 4 halaman

Pada Bayi Prematur

Kemampuan bicara pada setiap anak berbeda-beda. Semua anak membutuhkan waktu untuk berkembang dan jika mereka lahir prematur mereka mungkin tidak mencapai tonggak pada usia yang khas, lanjut Janet.

Bayi prematur akan ditawarkan pemeriksaan kesehatan ekstra untuk mengawasi perkembangan mereka dan agar dukungan dapat diberikan jika diperlukan.

Jika bayi lahir prematur, tonggak pencapaiannya akan dinilai dari tanggal jatuh temponya, bukan dari saat mereka benar-benar lahir.

Pada usia 2, perkembangan mereka sering kali tidak seimbang dengan anak-anak seusia mereka, dan orangtua dapat menggunakan tanggal lahir mereka yang sebenarnya. Pada bayi yang sangat prematur, terkadang ini diperpanjang hingga usia tiga tahun.

3 dari 4 halaman

Dukungan Orangtua

Ada banyak hal yang dapat orangtua lakukan untuk mendukung anak yang kesulitan berbicara. Dukungan tersebut yakni:

-Habiskan waktu sebanyak mungkin dengan anak untuk bersama-sama berbicara dan bermain. Anak belajar semua tentang komunikasi melalui interaksi dengan orangtua dan orangtua dapat dengan mudah membangun ide-ide aktivitas komunikasi ke dalam rutinitas harian.

-Kurangi kebisingan latar belakang (seperti TV) karena ini dapat memperlambat keterampilan mendengarkan dan membingungkan anak.

-Batasi durasi anak bermain boneka untuk memberi lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk berbicara.

-Batasi penggunaan gawai karena penggunaan berlebihan dapat mengurangi waktu orangtua untuk berinteraksi bersama anak.

-Ajak anak ke grup di tempat-tempat seperti pusat anak-anak, perpustakaan, dan pusat komunitas untuk memberi mereka kesempatan bergaul dengan anak-anak lain.

“Jika Anda mengikuti semua nasihat ini dan anak Anda masih belum berkembang, Anda mungkin memerlukan rujukan ke ahli terapi bicara dan bahasa,” tutup Janet.

4 dari 4 halaman

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta