Sukses

Kota Ramah Disabilitas, 10 Kecamatan di Yogyakarta Sudah Inklusif

Liputan6.com, Jakarta Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia memberi apresiasi kepada Yogyakarta yang telah berhasil membuat 10 kecamatan di sana menjadi kecamatan inklusif.

Menurutnya, pemerintah Yogyakarta sudah membentuk kecamatan inklusif secara bertahap sejak 2017.

“Hingga akhir 2019, sudah ada 10 kecamatan yang inklusi dari 14 kecamatan yang ada. Ditargetkan seluruh kecamatan di Yogyakarta menjadi kecamatan inklusi di 2021 mendatang,” ujar Angkie dalam lokakarya peringatan Hari Disabilitas Internasional Senin (9/11/2020) di Yogyakarta.

Selain itu, ada indikasi lain yang membuat Yogyakarta disebut sebagai Kota Ramah Disabilitas. Salah satunya adalah disahkannya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pemajuan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas.

Di sisi lain, Yogyakarta juga memiliki sekolah inklusi yang hingga 2019 jumlahnya mencapai 67 sekolah. Pada 2022 pemerintah setempat menargetkan aka nada sekolah inklusi hingga 85 sekolah.

2 dari 4 halaman

Harus Menjadi Contoh

Berkembangnya Yogyakarta dalam pemahaman inklusi diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia, tambah Angkie.

“Spirit inklusi inilah yang harus menjadi contoh bagi provinsi dan kabupaten/kota lainnya di seluruh Indonesia agar terwujudnya visi Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan Indonesia Maju pada 2045 di mana strategi pembangunan sumber daya manusianya adalah layanan dasar dan perlindungan sosial yang mencakup semua kalangan.”

Selain itu, peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi, stimulasi inovasi, dan pembangunan karakter juga menjadi pendorong tercapainya Indonesia Maju.

“Dengan semangat inklusi ini, program-program yang terwujud nantinya akan dapat berorientasi pada penghormatan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang berdampak pada peningkatan produktivitas penyandang disabilitas,” pungkasnya.

 

3 dari 4 halaman

Infografis Disabilitas

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: