Sukses

DJ Winfred Tampil Memukau Hibur Penggemar Meski Idap Cerebral Palsy

Liputan6.com, Jakarta Menjadi penyandang disabilitas tak menyurutkan semangat Winfred Wanjiku untuk menghibur penggemarnya. Bintang hiburan Kenya ini bahkan tak pernah menyangka ia bisa terkenal di negaranya.

Seperti dimuat africa.cgtn, Winfred terlahir dengan cerebral palsy, suatu kelainan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak dan menjaga keseimbangan serta postur tubuh. Dalam kasusnya, gerakan lengannya tidak terkoordinasi sebagaimana mestinya.

Namun, terlepas dari besarnya tantangan yang dia hadapi, Winfred memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang dia miliki, yaitu tekadnya.

Sebagai seorang gadis muda, Winfred bersekolah di Central Province of Kenya, meskipun sering mengalami kesulitan. Namun kecintaannya pada musik sangat dalam. Ia juga tidak pernah ragu untuk mencoba berkontribusi dalam pekerjaan keluarga.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, dia memutuskan untuk melanjutkan kursus di bidang manajemen perjalanan dan pariwisata.

Kondisinya membuat Winfred cukup sulit mendapat pekerjaan. Namun ia memberanikan diri memulai bisnis dengan menjajakan dagangannya. Selama berbulan-bulan, dia menjual aksesori wanita di kota Thika, sekitar 40 kilometer dari ibu kota, Nairobi.

Di sebagian besar tahun 2017, dia terus memberanikan diri dalam bisnis menjajakan yang sulit untuk mencari nafkah dan membantu keluarganya.

Tumbuh dengan disabilitas, Winfred dekat dengan ibunya, yang dia anggap sebagai pilar terkuat dalam hidupnya.

Ibunya percaya bahwa dia bisa mencapai lebih banyak hal meskipun ada tantangan yang muncul dari kondisinya. Ibunya secara khusus mencatat kecintaannya pada musik, dan berpikir mungkin dia bisa mengubah gairah itu menjadi sumber pendapatan.

"Saya menyukai musik. Saat itu saya sedang berada di rumah dan ibu menanyakan, 'Winnie, saya lihat kamu menyukai musik. Tidak bisakah kamu melakukan DJ?". Saat itu Winfred hanya menertawakannya dengan mengira itu hanya lelucon ibunya. Tapi kemudian saya memikirkannya dan merasa mampu menjadi seorang DJ. Sejak saat itu ia memutuskan terjun ke dunia DJ, tentunya setelah menyelesaikan kursus Pariwisatanya, kata Winfred.

"Ibuku melihat bakatku sebelum aku melakukannya." Sehingga Winfred memutuskan untuk melakukannya.

 

2 dari 4 halaman

Kelahiran DJ Wiwa

Pada tahun 2018, Winfred mendaftar untuk kursus DJ, Dia melatih dirinya untuk mengoperasikan dek DJ menggunakan kakinya, sama seperti DJ lain menggunakan tangan mereka.

Dia menciptakan nama panggungnya DJ WIWA, singkatan dari Winfred Wanjiku. Kondisinya membedakannya dari disk jockey lainnya, tetapi itu tidak memuaskan ambisinya. Tekadnya telah membuatnya menjadi bintang di industri hiburan saat ini dan semoga seterusnya.

Beberapa orang masih terkejut setiap kali dia muncul di acara sebagai disk jockey utama dan itu Winfred gunakan untuk memotivasi dirinya.

“Saat saya dipekerjakan untuk sebuah pertunjukan, penontonnya terkejut. Mereka bertanya, 'Bisakah DJ ini melakukannya?' Mereka terkejut pada awalnya, jadi saya melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kepada mereka bahwa saya bisa, "katanya.

Kini ceritanya telah menginspirasi banyak orang dan perlahan-lahan menjadi bersinar dengan caranya sendiri.

“Saat saya berjalan di jalanan, orang mengenali saya. Mereka mengatakan 'DJ Wiwa, Anda melakukan pekerjaan dengan baik.' Beberapa mengatakan kepada saya bahwa saya adalah inspirasi bagi anak-anak mereka. Itu membuatku merasa baik. Ketika saya dilatih menjadi DJ, saya tidak menyangka akan menjadi inspirasi. Saya melakukannya karena passion/hasrat yang saya miliki untuk musik. Saya senang passion saya menjadi inspirasi bagi orang lain,” kata Winfred.

Sayangnya, Winfred kehilangan ibunya pada tahun 2019, pukulan besar baginya karena dia telah merencanakan banyak hal untuknya.

Meskipun kematian ibunya membuatnya merasakan kesedihan yang mendalam, namun ia terus membawa semangat dari ibunya yang membuatnya bangkit dan menjadi inspirasi banyak orang.

“Tahun lalu, impian saya adalah membangun rumah untuk ibu saya. Untuk memberinya kehidupan yang lebih baik. Tapi dia meninggal pada bulan Desember. Sekarang, impian saya adalah memastikan bahwa saya tidak mengecewakannya. Saya harus menjadi seseorang yang sangat berharga,” katanya.

Seperti setiap penghibur di Kenya, Winfred terpengaruh oleh wabah COVID-19. Tindakan pemerintah yang dimaksudkan untuk mengekang penyebaran penyakit lebih lanjut berarti tempat hiburan ditutup dan pertemuan publik dilarang.

Tetapi masa kini memiliki pilihan hiburan online. Tak melepaskan kesempatan itu, Winfred memindahkan aksinya ke media sosial (Winnie Daniel - Dj Wiwa) tempat ribuan penggemarnya masih menghubunginya dan menikmati musiknya.

3 dari 4 halaman

Infografis Polusi Udara di Dunia Menurun

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: