Sukses

Kisah Remaja dengan Cerebral Palsy yang Berdonasi dengan Jalan Kaki Sejauh 5 KM

Liputan6.com, Jakarta Siapapun bisa beramal. Prinsip ini cukup menggambarkan seorang Lucas Holyfield, penyandang disabilitas Cerebral Palsy, yang kini berusia 12 tahun. Dengan gigihnya, Lucas mengayuh sepedanya dan berjalan kaki sejauh 5 kilometer di sekitar the War Memorial Park di Coventry, Inggris untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk beramal.

Lucas berusaha mengumpulkan uang setelah mengetahui keberadaan Zoё's Place Baby Hospice (rumah badan amal terdaftar yang menyediakan perawatan untuk akhir hidup bayi berusia sejak lahir hingga lima tahun yang menderita kondisi yang membatasi hidup atau mengancam jiwanya) yang membutuhkan £ 1,3 juta (sekitar Rp 24 milyar) untuk membuka pintunya setiap tahun.

Itu karena lockdown COVID-19 membuat rumah amal ini mengalami kerugian.

"Kami sangat membutuhkan dukungan Anda sekarang lebih dari sebelumnya untuk memastikan kami dapat mendukung keluarga kami, hari ini, besok, minggu depan dan tahun-tahun mendatang. Kami membutuhkan penggalangan dana menyumbang lebih dari 80% dari pendapatan kami karena COVID-19, kami harus membatalkan acara yang membantu kami bertahan hidup..." tulisan pengumuman pada laman Zoё's Place Baby Hospice.

Karena rumah perawatan ini hampir seluruhnya swasembada, kegiatan penggalangan dana telah menjadi darah kehidupan Zoё's Place sejak dibuka di Coventry pada tahun 2011.

Setelah mengetahui kabar tersebut, Lucas melampaui batasan dirinya, berusaha agar anak-anak dalam rumah perawatan tersebut masih bisa tetap tinggal. Dan kegiatannya ini menginspirasi banyak orang dalam mengumpulkan dana untuk Zoё's Place Baby Hospice.

Dengan bantuan teman, keluarga, dan depot Amazon tempat ayahnya bekerja, Lucas mampu mengumpulkan £ 1.000 (sekitar Rp 18 juta) untuk rumah perawatan bayi yang berbasis di Coventry tersebut.

Meskipun Lucas baru saja menyelesaikan tantangannya, ia menyatakan keinginannya unutk mengambil bagian dalam acara penggalangan dana lebih lanjut dalam waktu dekat. Sayangnya, Covid-19 telah membatasi kalender acara Zoё's Place yang akan datang dan sebagai akibatnya memaksa semua kegiatan penggalangan dana ditunda atau dibatalkan sama sekali.

 

2 dari 3 halaman

Kisahnya jadi inspirasi semua orang

Joan Stainsby, Eksekutif terpercaya di Zoё's Place, mengatakan: “Kisah Lucas harus menjadi inspirasi bagi semua orang. Meskipun hidup dengan Cerebral Palsy, ia berusaha untuk melewati batasannya untuk mencapai batas-batas baru dan menemukan kembali gagasan tentang apa yang membuatnya menjatuhkan pilihannya untuk menyumbang ke Zoё's Place yang semakin menghangatkan hati."

"Ketidakmampuannya tidak pernah menghalangi Lucas untuk memiliki kontrol atas kehidupannya dan menghadapi tantangan secara langsung."

Joan menambahkan, empati yang ditunjukkan Lucas kepada anak-anak yang tidak menerima dukungan dan kasih sayang yang mereka nantikan, membantu Zoё's Place melanjutkan layanannya begitu pedoman pemerintah menyatakan bahwa Zoё's Place diizinkan untuk dibuka kembali.

Namun karena semua acara penggalangan dana dibatasi hingga waktu yang belum ditentukan, Zoё's Place mengundang setiap pendukungnya untuk menyumbangkan cara-cara inovatif dalam mengumpulkan dana yang sangat dibutuhkan oleh Zoё's Place.

Betapa luar biasanya seorang remaja seperti Lucas tidak hanya menunjukkan inisiatif, tetapi juga rasa kemurahan hati yang tulus dengan upaya terbaiknya, melewati batas kemampuan dirinya yang seorang penyandang Cerebral Palsi. Dengan bantuan ini, Zoё's Place mampu melalui masa sulit ini dengan penggalangan dana secara mandiri sesuai dengan pedoman pemerintah saat ini.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini: