Sukses

Kesalahpahaman tentang Cerebral Palsy yang Wajib Dimengerti (2)

Liputan6.com, Jakarta Fakta-fakta mengenai disabilitas cerebral palsy atau CP perlu diketahui oleh orang banyak. Ailsa, seorang penyandang cerebral palsy, membagikan fakta lainnya yang perlu diketahui agar orang tidak salah paham.

Gadis berkursi roda ini menerangkan fakta lain mengenai CP. Dilansir dari disabilityhorizons.com, ia memaparkan kesalahpahaman berdasar pengalamannya. Beberapa fakta sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya:

5. Tidak Semua Orang dengan Cerebral Palsy Membutuhkan Bantuan

Beberapa orang dengan CP dapat menjalani kehidupan yang mandiri. Beberapa di antaranya mampu mendapat pekerjaan, tinggal sendiri dan pergi kemana pun sendirian. Setiap orang dengan CP membutuhkan tingkat bantuan yang beragam.

“Orang-orang memberitahuku bahwa aku membutuhkan pengawasan ketat, tapi hal tersebut tidak benar. Aku tidak membutuhkan seseorang harus bersamaku selama 7 kali 24 jam," tulis Ailsa.

6. Cerebral Palsy Itu Permanen, Tidak Dapat Disembuhkan

CP adalah disabilitas permanen yang disebabkan kerusakan otak. Ailsa sempat mendengar orang berkata bahwa mereka ingin menyembuhkan berbagai disabilitas seperti CP, tapi hal tersebut hanya membuatnya frustasi.

Menurutnya, hidup memang akan lebih mudah jika tidak ada CP. Namun, ia yakin kebanyakan orang dengan CP akan berkata bahwa hal itu adalah bagian dari kehidupan mereka. 

"Untukku, CP adalah bagian dari identitasku, jadi aku tidak yakin kalau aku menginginkan sebuah pengobatan," tulisnya.

2 dari 3 halaman

7. Cerebral Palsy Bukanlah Hal yang Buruk

Banyak orang yang menganggap CP adalah sesuatu yang buruk. Namun, sebenarnya CP tidak seburuk itu.

Gadis berambut pendek ini menyebutkan, ia telah mengalami berbagai hal yang baik yang tak akan pernah ia dapatkan jika memiliki tubuh non-disabilitas.

Ia juga mengaku takkan mendapatkan tekad yang kuat jika tidak mencoba dengan usaha keras untuk meraih apa yang ia inginkan. CP membuatnya terbiasa untuk bekerja keras.

Dengan keadaan tersebut, ia belajar untuk menjadi pribadi yang kreatif. Contohnya, Ailsa tidak dapat menggunakan tangannya dengan baik, jadi ia berusaha menggunakan kakinya juga.

"Aku belajar sendiri untuk mengoperasikan komputer menggunakan kaki dan aku bisa menggunakan tangan kiriku sedikit," tulisnya.

 

3 dari 3 halaman

8. Penyandang Cerebral Palsy Adalah Manusia Biasa

Menjadi penyandang diabilitas bukan berarti tidak menjalani hidup sepenuhnya. Namun, tentang bagaimana menemukan cara untuk menjalani hidup secara berbeda.

"Kamu mungkin dapat menemukan perbedaan fisik yang sedikit berbeda dengan fisikmu. Orang dengan CP biasanya memiliki kesulitan postur atau lemahnya kontrol otot. Namun, dari dalam, kami adalah manusia biasa, sama sepertimu," pungkasnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
DMC, Komunitas Motor Modifikasi bagi Difabel yang Saling Menguatkan
Artikel Selanjutnya
Tunanetra, Zahira Bercita-Cita Hafal 30 Juz Al-Quran di Ultah ke-9