Sukses

Perawatan Mata untuk Cegah Glaukoma

Liputan6.com, Jakarta Glaukoma adalah masalah mata yang jika sudah parah maka akan berakhir dengan kebutaan. Walau gejalanya sulit dilihat, pencegahan bisa dilakukan sebelum mata mulai terasa bermasalah.

Dilansir dari mayoclinic.org, langkah-langkah perawatan dini dapat membantu mendeteksi glaukoma pada tahap awal. Hal ini sangat penting karena dapat memperlambat proses menuju buta atau bahkan mencegah kehilangan penglihatan.

Pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan diantaranya dengan memeriksakan mata secara teratur. Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi glukoma pada tahap awal sebelum kerusakan fatal terjadi.

American Academy of Ophthalmology mengeluarkan aturan umum mengenai kurun waktu pemeriksaan mata. Mereka merekomendasikan pemeriksaan mata komprehensif setiap lima hingga 10 tahun bagi orang dewasa berusia di bawah 40 tahun. Dua hingga empat tahun untuk usia 40 hingga 54 tahun. Satu hingga tiga tahun untuk usia 55 sampai 64 tahun dan satu atau dua tahun untuk usia di atas 65 tahun.

“Ketahui riwayat kesehatan mata keluarga Anda. Glaukoma cenderung diturunkan dari keluarga. Jika Anda berisiko lebih tinggi, Anda mungkin perlu periksa mata lebih sering,” tulis Mayo Clinic Staff.

2 dari 2 halaman

Pencegahan Glaukoma

Melakukan olahraga yang aman dan teratur juga dapat membantu mencegah glaukoma. Olahraga yang tepat dan tidak terlalu berat dapat mengurangi tekanan mata.

Setiap orang memiliki jenis olahraga yang sesuai dengan keadaan tubuhnya. Pemilihan jenis olahraga perlu perundingan dengan dokter mata.

Meminum obat dan menggunakan tetes mata yang diresepkan dokter secara teratur juga dapat membantu pencegahan glaukoma. Obat tetes mata glaukoma dapat secara signifikan mengurangi risiko tekanan tinggi pada mata. Tetes mata harus digunakan secara rutin walau gejalanya tidak terasa.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan rajin memakai pelindung mata. Cedera mata yang serius dapat menyebabkan glaukoma. Kenakan pelindung mata saat menggunakan alat-alat listrik atau bermain olahraga raket berkecepatan tinggi di lapangan tertutup.

Loading
Artikel Selanjutnya
Chandra Berbagi Kiat Jaga Semangat untuk Kawan Difabel
Artikel Selanjutnya
3 dari 10 Anak Disabilitas di Indonesia Tak Pernah Bersekolah