Hacker Kuras Rp 22,54 Triliun dari Pasar Kripto dalam 3 Bulan

Serangan terhadap aset kripto mencapai US$ 1,26 miliar pada kuartal III 2026, dengan 247 insiden keamanan.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 13:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Serangan terhadap aset kripto semakin besar sepanjang kuartal III 2026. Perusahaan keamanan blockchain CertiK mencatat sekitar US$ 1,26 miliar atau sekitar Rp 22,54 triliun (estimasi kurs Rp 17.892 per dolar AS) yang merupakan kerugian dari 247 insiden keamanan pada periode Juli-September 2026.

Nilai tersebut hampir mencapai setengah dari total kerugian sepanjang 2026 hingga saat ini yang diperkirakan CertiK mencapai sekitar US$ 2,68 miliar.

DIkutip dari Jumat (2/10/2026), dibandingkan kuartal II 2026, kerugian meningkat hampir 50 persen. Pada periode April-Juni, CertiK mencatat kerugian US$ 819,4 juta dari 219 insiden.

Artinya, jumlah serangan tidak meningkat secara drastis, tetapi nilai kerugian dalam setiap serangan jauh lebih besar. Rata-rata kerugian per insiden naik dari sekitar US$ 3,7 juta menjadi US$ 5,1 juta.

CertiK menghitung insiden ketika aset kripto berpindah dari pemilik tanpa persetujuan. Perhitungan tersebut mencakup eksploitasi celah kode, pencurian kunci, serta penipuan yang membuat korban memberikan akses sendiri.

Kerugian akibat penurunan harga aset, kebangkrutan, dan pembekuan penarikan tidak termasuk dalam perhitungan.

Dua Kasus Besar

September menjadi bulan dengan kerugian terbesar sepanjang 2026. Berdasarkan perhitungan yang beredar, sekitar US$ 766 juta hingga US$ 769 juta aset kripto terkuras dalam 99 insiden.

Angka tersebut melonjak sekitar 462 persen dibandingkan Agustus yang relatif tenang. September juga melampaui April, ketika kerugian sedikit di atas US$ 648 juta akibat serangan terhadap KelpDAO.

Dua kasus besar menyumbang hampir separuh kerugian September. Sekitar US$ 387,5 juta terdampak pada platform perdagangan Bitget, sedangkan sekitar US$ 320 juta berasal dari serangan terhadap Liquid Network, sidechain berbasis Bitcoin.

Menurut perusahaan analitik Chainalysis, sekitar US$ 285 juta dari dana yang terkait dengan Liquid Network kemudian mengalir kembali.

Perbedaan angka kerugian September juga muncul dalam sejumlah laporan. CoinDesk mengutip CertiK sebesar US$ 768,5 juta, sementara perhitungan lain dari data yang sama mencapai US$ 766,49 juta.

Selisih tersebut dapat terjadi karena nilai aset kripto berubah dan waktu penghitungan berbeda. Karena itu, angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai kisaran kerugian.

Penyalahgunaan Hak Akses

Besarnya serangan kripto pada kuartal III 2026 juga menunjukkan bahwa celah keamanan tidak selalu berasal dari teknologi blockchain itu sendiri. Salah satu jalur yang paling sering dimanfaatkan adalah pencurian kunci pribadi dan akses transaksi.

Kunci pribadi merupakan rangkaian karakter yang memberikan kendali atas aset kripto pada sebuah alamat. Jika kunci tersebut jatuh ke tangan penyerang, aset dapat dipindahkan tanpa persetujuan pemilik.

Jalur lainnya adalah penyalahgunaan hak akses atau approval. Dalam aplikasi terdesentralisasi, pengguna dapat memberikan izin kepada smart contract untuk memindahkan token dari dompet. Jika izin tersebut tidak dicabut dan kontraknya kemudian disusupi, aset dapat ikut terancam.

Karena itu, keamanan aset kripto tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga pengelolaan akses.

Investor yang menyimpan aset di platform perdagangan menghadapi risiko dari keamanan dan kondisi platform tersebut. Sementara itu, penyimpanan mandiri mengurangi risiko pihak ketiga, tetapi membuat pemilik bertanggung jawab penuh atas kunci pemulihan.

Dompet perangkat keras dapat membantu melindungi kunci, tetapi tidak mencegah pengguna menandatangani transaksi berbahaya.