Arthur Hayes Ramal Ethereum Tembus US$ 10.000 Akhir 2026

Arthur Hayes memperkirakan Ethereum mencapai US$ 10.000 akhir tahun, didukung posisi ETH sebagai jaringan blockchain utama.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan CEO BitMEX Arthur Hayes memprediksi harga Ethereum (ETH) dapat menembus US$ 10.000 pada akhir 2026.

Prediksi tersebut disampaikan Hayes dalam wawancara di ajang KBW 2026 di Seoul. Jika terealisasi, target itu berarti harga Ethereum harus naik lebih dari tiga kali lipat dari posisi saat ini yang berada di sekitar US$ 2.700.

Dalam potongan video yang diunggah CoinDesk melalui X, Hayes memberikan jawaban singkat ketika ditanya mengenai prediksi harga Ethereum.

"US$ 10.000 pada akhir tahun," kata dia dikutip CoinMarketCap, Kamis (1/10/2026).  

Hayes mengatakan dirinya menyukai Ethereum karena dapat menempatkan dana dalam jumlah besar di aset tersebut tanpa memperkirakan risiko kehilangan 75% secara tiba-tiba akibat eksploitasi.

Ia juga menjelaskan alasan Ethereum sempat tertinggal dari sejumlah jaringan blockchain lain dalam beberapa fase pasar. Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan narasi yang berkembang di industri kripto.

"Jelas, Ethereum adalah pelopor dari seluruh konsep komputer terdesentralisasi ini, kemudian menjadi korban dari kesuksesannya sendiri, sehingga menjadi lambat dan sebagainya," katanya.

 

Jaringan Layer-1

Hayes melanjutkan, munculnya jaringan pesaing membuat sebagian aktivitas blockchain berpindah.

"Dan ada penantang lain yang kemudian mengambil alih aktivitas tersebut."

Ia mencontohkan Solana yang berhasil menangkap narasi meme coin dan berkembang dengan cepat. Meski demikian, Hayes menilai Ethereum tetap menjadi jaringan layer-1 paling aman karena memiliki kapitalisasi pasar terbesar.

Prediksi US$ 10.000 tersebut menjadi tantangan besar karena harga Ethereum saat ini masih sekitar 46% di bawah rekor tertingginya yang mencapai US$ 4.946.

Di sisi lain, rekam transaksi ETH Hayes sendiri tidak selalu menghasilkan keuntungan. Pada Agustus, ia menjual 2.365 ETH di kisaran US$ 1.821 setelah sebelumnya membeli 7.213 ETH dengan harga rata-rata US$ 1.923. Transaksi itu membuatnya mencatat kerugian sekitar US$ 241.000.

Pada Juli, Hayes juga menjual 5.900 ETH seharga hampir US$ 10 juta setelah membelinya beberapa hari sebelumnya senilai US$ 10,58 juta. Transaksi tersebut menghasilkan kerugian lebih dari US$ 600.000.

Sementara itu, aktivitas ETF Ethereum turut menjadi perhatian investor. Data CoinGlass menunjukkan ETH naik hampir 70% pada kuartal III 2026.