Grayscale dan Investor Kakap Mulai Borong HYPE, Harga Bisa Tembus USD 100?

Grayscale mulai mengakumulasi token HYPE milik Hyperliquid. Aktivitas investor institusi memicu spekulasi kenaikan harga.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Token HYPE milik Hyperliquid kembali menjadi perhatian pasar kripto setelah data menunjukkan adanya aktivitas pembelian besar yang diduga terkait Grayscale. Aktivitas tersebut terjadi di tengah meningkatnya minat institusi terhadap ekosistem Hyperliquid.

Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (22/5/2026), dua dompet yang diduga terhubung dengan Grayscale membeli sekitar 510.387 token HYPE dengan nilai sekitar USD 24,95 juta dalam sepekan terakhir. Token yang dibeli tersebut kemudian langsung dikunci di dompet digital.

Perhatian pasar terhadap HYPE juga meningkat setelah Grayscale sebelumnya mengajukan dokumen pendaftaran ETF HYPE (Exchange Traded Fund) melalui formulir S-1 pada Januari lalu.

Data Arkham yang dikutip Wu Blockchain juga menunjukkan alamat dompet yang diduga terkait Grayscale mengumpulkan HYPE melalui bursa kripto maupun transaksi over-the-counter (OTC) melalui beberapa pihak, seperti Wintermute, FalconX, Coinbase, dan Flowdesk.

Dompet tersebut dilaporkan memiliki 176.050 HYPE dengan nilai sekitar USD 9,84 juta. Selain itu, sekitar 149.100 HYPE senilai USD 7,49 juta juga dipindahkan ke alamat sistem Hyperliquid.

Aktivitas pembelian dalam jumlah besar ini memicu perhatian pelaku pasar yang mulai melihat potensi peningkatan permintaan institusi terhadap aset tersebut.

 

Institusi Lain yang Borong HYPE

Grayscale bukan satu-satunya institusi yang tercatat melakukan akumulasi HYPE. Data dari Lookonchain menunjukkan dompet yang dikaitkan dengan Galaxy Digital membeli sekitar 158.100 HYPE senilai USD 8,8 juta hanya dalam waktu dua jam.

Selain itu, sebuah dompet baru juga dilaporkan menarik sekitar 536.247 HYPE senilai USD 29,87 juta dari Coinbase dalam kurun dua hari.

Aktivitas serupa juga dilakukan oleh investor besar atau whale. Salah satu whale diketahui menyetorkan sekitar 19 juta USDC ke Hyperliquid dan membeli 76.600 HYPE senilai sekitar USD 3,8 juta.

Tak hanya itu, whale yang dikaitkan dengan perusahaan investasi a16z juga disebut membuat dompet baru dan membeli sekitar 206.325 HYPE senilai hampir USD 9,95 juta sebelum melakukan staking.

Sejak 14 April, investor tersebut dilaporkan telah mengumpulkan sekitar 2,34 juta HYPE dengan nilai mencapai USD 102 juta.

Aktivitas pembelian skala besar ini meningkatkan perhatian pasar terhadap permintaan institusional dan investor besar terhadap HYPE.

 

Arus Dana Masuk ke HYPE

Di sisi lain, produk ETF yang terkait HYPE juga mulai menunjukkan perkembangan positif.

Laporan menyebut ETF spot HYPE mencatat arus dana masuk (inflow) sebesar USD 53,5 juta hanya dalam tujuh hari setelah peluncuran, termasuk aliran dana harian sebesar USD 25,5 juta.

Analis Bloomberg Eric Balchunas juga mengungkapkan ETF Hyperliquid milik 21Shares dengan kode THYP mencatat lonjakan volume perdagangan sejak pertama kali diperdagangkan.

Menurut dia, THYP dan BHYP sama-sama mengalami peningkatan volume sekitar 50 persen, dengan total transaksi mendekati USD 40 juta.

Di tengah meningkatnya minat institusi, harga HYPE juga mendekati level tertinggi sebelumnya. Menurut analis kripto Crypto Patel, HYPE sempat diperdagangkan di sekitar USD 57 setelah menembus level USD 50.

Pergerakan tersebut membuat HYPE mendekati rekor harga tertinggi sebelumnya di kisaran USD 59,30.

Meski demikian, sebagian pelaku pasar mengingatkan adanya risiko pola "buy the rumor, sell the news", di mana harga berpotensi terkoreksi setelah sentimen positif ETF dan pembelian institusi mulai diperhitungkan pasar.

Namun, sejumlah analis masih melihat peluang harga HYPE bergerak menuju kisaran USD 100 hingga USD 150 jika permintaan ETF, aktivitas staking, dan pertumbuhan ekosistem Hyperliquid terus berlanjut.