Harga Dogecoin Masih Labil, Tapi Ada Peluang Reli Besar

Harga Dogecoin menghadapi tekanan jangka pendek, tetapi pola grafik jangka panjang dinilai masih membuka peluang reli besar DOGE.

Diterbitkan 14 Mei 2026, 12:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dogecoin (DOGE) tengah bergerak di fase yang cukup penuh ketidakpastian. Di satu sisi, indikator teknikal menunjukkan potensi tekanan jual dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, pola grafik jangka panjang justru memunculkan harapan akan reli besar berikutnya.

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (14/5/2026), harga Dogecoin sempat menyentuh level USD 0,109 sebelum indikator teknikal TD Sequential menunjukkan angka “9”, yang biasanya dianggap sebagai tanda pelemahan tren setelah periode kenaikan.

Kondisi tersebut mengindikasikan momentum beli mulai melemah ketika DOGE mendekati area USD 0,11. Tekanan jual juga terlihat dari munculnya candle hitam pada grafik perdagangan terbaru.

Analis Ali Charts menilai sinyal dari TD Sequential saat ini mengarah pada potensi aksi jual sehingga investor perlu mewaspadai kemungkinan koreksi harga dalam waktu dekat.

Level USD 0,109 kini menjadi area penting bagi DOGE. Sementara itu, area support terdekat berada di sekitar USD 0,104, sedangkan level resistance diperkirakan berada pada kisaran USD 0,114 hingga USD 0,118.

Jika harga turun di bawah USD 0,109, maka DOGE berpotensi melanjutkan pelemahan menuju USD 0,104. Bahkan, harga bisa kembali menyentuh level psikologis USD 0,10 apabila tekanan jual terus berlanjut.

Meski demikian, sinyal jual ini belum sepenuhnya mengonfirmasi perubahan tren besar, melainkan lebih menjadi peringatan untuk pergerakan jangka pendek.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Grafik Jangka Panjang

Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, perhatian pelaku pasar justru tertuju pada pola grafik jangka panjang Dogecoin yang masih terlihat cukup menarik.

Dalam grafik bulanan, DOGE saat ini masih bergerak di dalam pola segitiga besar yang sudah terbentuk selama beberapa tahun terakhir. Pola tersebut menunjukkan kombinasi resistance menurun dan support yang terus naik.

Analis kripto dengan nama akun Surf di platform X membandingkan pola saat ini dengan pergerakan historis Dogecoin sebelumnya.

Menurut dia, pola serupa pernah muncul pada periode 2014 hingga 2017 dan kembali terbentuk dari puncak harga tahun 2018 hingga 2021. Kedua pola tersebut sebelumnya diakhiri dengan lonjakan harga yang cukup besar.

Kini, DOGE kembali berada dalam konfigurasi yang hampir sama. Harga masih bertahan di atas garis support naik, tetapi tetap menghadapi tekanan dari area resistance di bagian atas pola.

“Bagaimana jika Dogecoin sedang bersiap memasuki siklus serupa lagi?” tulis Surf dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa Dogecoin berpotensi memasuki siklus kenaikan besar lainnya apabila mampu keluar dari pola segitiga tersebut.

 

Pola Reli Besar

Meski pola jangka panjang masih dinilai positif, analis menegaskan bahwa Dogecoin belum benar-benar menembus keluar dari pola segitiga yang sedang terbentuk.

Selama harga masih mampu bertahan di atas area support naik, optimisme jangka panjang terhadap DOGE dinilai masih terjaga. Namun, jika harga justru menembus ke bawah, maka risiko koreksi yang lebih dalam bisa meningkat.

Saat ini, beberapa level penting yang dipantau trader meliputi area USD 0,10 sebagai support psikologis, serta resistance di USD 0,114 dan USD 0,118.

Pelaku pasar pun diminta tetap berhati-hati dalam jangka pendek karena tekanan jual masih terlihat cukup kuat.

Meski begitu, peluang terjadinya breakout besar tetap menjadi perhatian utama investor kripto. Banyak trader kini menunggu apakah Dogecoin mampu mengulangi pola reli besar seperti yang pernah terjadi pada siklus-siklus sebelumnya.