Survei: 72% Pemimpin Melihat Kripto jadi Hal yang Penting

Berdasarkan hasil survei Ripple menilai kripto menjadi hal penting bagi pemimpin lembaga keuangan.

Diterbitkan 21 Maret 2026, 14:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah survei baru yang dilakukan oleh Ripple menemukan 72% pemimpin lembaga keuangan di Amerika Serikat (AS) memandang kripto sebagai hal penting untuk tetap bersaing.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (21/3/2026), dalam sebuah pernyataan, Ripple menuturkan, hasil survei menunjukkan aset digital semakin mendekati pusat industri jasa keuangan.

Survei itu melibatkan lebih dari 1.000 pemimpin keuangan di berbagai bank, manajer aset dan perusahaan teknologi keuangan. Dari survei itu menemukan 72% perusahaan merasa mereka harus menawarkan kripto agar tetap kompetitif.

Ripple mengatakan stablecoin menempati peringkat teratas sebagai kasus penggunaan aset digital, dengan 74% responden mengatakan stablecoin dapat meningkatkan efisiensi arus kas dan membuka modal kerja.

Dalam pernyataannya, Ripple menambahkan, kapitalisasi pasar stablecoin global telah melampaui USD 300 miliar atau Rp 5.086 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.960) pada awal Maret karena adopsi meluas di seluruh pembayaran, perdagangan, dan penyelesaian.

Pasar stablecoin tetap didominasi oleh USDT (CRYPTO: $USDT) dan USDC (CRYPTO: $USDC) milik Tether yang diterbitkan oleh Circle Internet Group (NYSE: $CRCL).

Survei tersebut juga menemukan peningkatan minat pada tokenisasi di kalangan bank dan manajer aset.

Jajak pendapat menemukan bank menempatkan manajemen siklus hidup token pada peringkat 82%, sementara manajer aset menempatkan distribusi utama pada peringkat 80%.

Ripple menuturkan, hasilnya menunjukkan banyak perusahaan sekarang fokus pada sistem yang dibutuhkan untuk mendukung aset digital.

Terakhir, keamanan tetap menjadi perhatian utama bagi industri keuangan terkait dengan mata uang kripto seperti Bitcoin (CRYPTO: $BTC).

Ripple mengatakan, 97% responden memandang sertifikasi seperti ISO dan SOC II sebagai penting atau sangat penting untuk masa depan industri kripto.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Ripple Bakal Akuisisi BC Payments, Ini Tujuannya

Sebelumnya, Ripple mengumumkan rencana akuisisi BC Payments untuk mendapatkan Australian Financial Services License (AFSL) atau lisensi layanan keuangan Australia sebagai upaya memperluas kehadirannya di kawasan Asia Pasifik.

Mengutip the block, Rabu (11/3/2026), dalam pernyataan pada Selasa pekan ini, Ripple menuturkan, perolehan AFSL melalui akuisisi ini akan memungkinkan perusahaan untuk menawarkan Ripple Payments, platform pembayaran yang mengelola siklus penuh suatu transaksi dan mengintegrasikan layanan perbankan tradisional dan kripto.

 “Australia adalah pasar utama bagi Ripple, dan AFSL memperkuat kemampuan kami untuk meningkatkan skala Ripple Payments di seluruh wilayah,” ujar Direktur Pelaksana Ripple di kawasan APAC, Fiona Murray.

Syarat keuangan akuisisi BC Payments tidak diungkapkan dalam pernyataan tersebut. The Block telah menghubungi Ripple untuk komentar lebih lanjut.

Ripple mengatakan saat ini mereka memiliki lebih dari 75 lisensi regulasi di seluruh dunia, yang menempatkan perusahaan pada posisi yang kuat untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang ingin berekspansi ke solusi dan infrastruktur aset digital.

 

 

Salah Satu Kripto Terbesar

Bulan lalu, Ripple memperoleh lisensi Lembaga Uang Elektronik Uni Eropa penuh di Luksemburg. Pada akhir 2025, Kantor Pengawas Mata Uang AS (Office of the Comptroller of the Currency) memberikan persetujuan bersyarat kepada Ripple untuk menjadi bank kepercayaan nasional (national trust bank), yang diciptakan dan dipromosikan oleh Ripple.

Saat ini, Ripple merupakan aset kripto terbesar kelima di dunia dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 85,1 miliar atau Rp 1.435 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.870). Harga XRP diperdagangkan pada USD 1,39 pada pukul 22:13 ET, naik 1,3% dalam 24 jam terakhir, menurut halaman harga XRP The Block.

Sementara itu, stablecoin Ripple yang dipatok ke dolar AS, RLUSD, memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD 1,6 miliar, menjadikannya stablecoin terbesar ke-10. Pada Januari, Ripple menjalin kemitraan dengan LMAX Group untuk memperluas penggunaan institusional RLUSD.