Investor Tinggalkan Bitcoin? Ethereum Tiba-Tiba Jadi Rebutan

Analis menyebut investor mulai beralih dari Bitcoin ke Ethereum seiring kenaikan harga ETH.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto global tengah mengalami pemulihan signifikan yang dipimpin oleh Bitcoin (BTC). Namun, di tengah tren tersebut, sejumlah analis melihat adanya pergeseran minat investor ke aset kripto lain, khususnya Ethereum (ETH).

Analis LMAX Group, Joel Kruger, mengatakan investor yang sebelumnya menempatkan dana besar di Bitcoin kini mulai mengalihkan investasinya ke Ethereum.

Menurutnya, pergeseran ini dipicu oleh kinerja Ethereum yang belakangan menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Bitcoin.

“Tren kenaikan Ethereum kemungkinan terkait dengan perkembangan jaringan serta ekspektasi bahwa nilai aset kripto selain Bitcoin akan meningkat," jelas dia dikutip dari Coinmarketcap, Rabu (18/3/2026).

Kruger menilai, penguatan Ethereum tidak lepas dari perkembangan jaringan yang semakin kuat serta meningkatnya kepercayaan terhadap altcoin di pasar.

Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai melihat peluang lebih besar di luar Bitcoin, terutama pada Ethereum.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Kenaikan Ethereum Picu Optimisme, Tapi Tetap Waspada

Senada dengan Kruger, Sales Manager Tesseract Group, Adam Saville Brown, juga menilai kinerja Ethereum dalam beberapa waktu terakhir cukup menonjol.

Ia mencatat harga Ethereum sempat menembus level US$2.200 setelah mengalami stagnasi selama beberapa pekan.

“Ethereum telah melampaui US$2.200 setelah beberapa pekan stagnan. Perpindahan dana ke Ethereum bisa menjadi sinyal meningkatnya toleransi risiko di kalangan investor.”

Menurut Brown, pergerakan ini mencerminkan meningkatnya keberanian investor dalam mengambil risiko, yang umumnya menjadi sinyal positif bagi pasar kripto.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tren kenaikan ini masih sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi, terutama kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve.

“Tren kenaikan ini bisa sangat sensitif terhadap indikator makroekonomi. Jika The Fed dan Powell mengambil sikap hati-hati terhadap inflasi, maka kenaikan altcoin bisa berakhir lebih cepat dibandingkan Bitcoin.”

Brown menambahkan, meskipun kondisi pasar saat ini terlihat cukup kuat, keberlanjutan tren positif tetap bergantung pada arah kebijakan bank sentral AS ke depan.