Pemberi Pinjaman Kripto Tangguhkan Penarikan Dana di Tengah Harga Bitcoin Melemah

Penyedia likuiditas dan pemberi pinjaman kripto BlockFills telah hentikan penarikan dan berupaya memulihkan likuiditas.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia likuiditas dan pemberi pinjaman kripto, BlockFills telah menghentikan deposit dan penarikan dari klien di tengah penurunan harga bitcoin (BTC). Hal ini sebagai sinyal dampak lanjutan dari penurunan pasar kripto terbaru.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis, (12/2/2026), BlockFills yang berbasis di Chicago mengatakan, pihaknya menghentikan penarikan pekan lalu dan telah berupaya memulihkan likuiditas ke platformnya.

Perseroan sedang aktif berdialog dengan klien yang meliputi hedge fund kripto dan manajer aset. Adapun Financial Times pertama kali melaporkan perusahaan itu telah menangguhkan penarikan. BlockFills meraup USD 6 juta atau Rp 100,69 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.780) pada 2021 dan USD 37 juta atau Rp 620,95 miliar pada 2022 dari investor termasuk CME Ventures dan Susquehanna Capital, berdasarkan data PitchBook. CME Ventures dan Susquehanna Capital belum menanggapi permintaan komentar.

Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 2.000 klien institusional dan memfasilitasi volume perdagangan lebih dari USD 61,1 miliar atau Rp pada 2025, menurut situs webnya.

Logam mulia dan mata uang kripto mengalami penurunan tajam pada 30 Januari, setelah Presiden AS Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai ketua Fed berikutnya, karena ekspektasi ia dapat mengurangi neraca Fed, yang berpotensi mengurangi permintaan bitcoin. Harga aset digital telah berfluktuasi sejak saat itu, termasuk penurunan 20 persen pada hari Kamis pekan lalu.

Mata uang kripto terbesar di dunia terakhir kali turun lebih dari 3 persen menjadi USD 66.534. Sebelumnya, harga tersebut mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas USD 125.000 pada Oktober.

BlockFills mengatakan bahwa klien masih dapat membuka dan menutup posisi dalam perdagangan spot dan derivatif meskipun ada penangguhan penarikan, yang disebutnya bersifat sementara.

"BlockFills bekerja tanpa henti untuk menyelesaikan masalah ini dan akan terus memperbarui informasi kepada klien kami secara berkala sesuai perkembangan," kata juru bicara tersebut.

Pasar Kripto Masih Hadapi Volatilitas Usai Keuntungan Bitcoin Era Trump Hilang

Sebelumnya, Harga kripto kapitalisasi pasar terbesar yakni bitcoin (BTC) berpotensi koreksi setelah menghapus kenaikan harganya  sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terpilih. Peluang koreksi itu seiring likuiditas akan tetap tipis dalam waktu dekat.

Mengutip Channel News Asia, Minggu (8/2/2026), koreksi harga bitcoin bersama dengan aset digital lainnya. Hal ini seiring kekhawatiran investor tentang valuasi teknologi yang terlalu tinggi dan pemangkasan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) yang tidak pasti.

"Kontraksi ini telah berlangsung selama beberapa bulan dan masih berlanjut, menunjukkan kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu,” ujar  Analis Riset Kaiko, Thomas Probst.

Ia menambahkan, likuiditas yang berkurang menyebabkan pergerakan harga yang lebih tajam dan tidak menentu.

Logam mulia dna kripto merosot tajam pada 30 Januari, setelah Presiden AS Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai ketua the Fed berikutnya. Hal ini karena harapan ia dapat mengurangi neraca the Fed, mengurangi permintaan bitcoin. Harga aset digital telah bergejolak sejak saat itu, turun hingga ditutup melemah 20% pada Kamis pekan ini.

Pergerakan ini telah menimbulkan pertanyaan tentang prospek bitcoin dan kripto lainnya pada tahun mendatang. Ini seiring pada akhir tahun lalu kripto bergejolak. Pada Oktober juga tercatat likuidasi kripto terbesar dalam sejarah setelah Trump mengumumkan tarif baru pada impor China yang menghapus likuiditas yang belum sepenuhnya pulih.

"Penurunan harga yang tiba-tiba pada musim gugur adalah semacam pemicu yang meledakkan gelembung leverage,” ujar Investment Strategist Morgan Stanley Wealth Management.

 

Harga Kripto Tertekan

Sikap ramah pemerintahan Trump terhadap kripto membantu memberikan dorongan besar pada bitcoin tahun lalu. Hal itu mendorong ke level tertinggi sepanjang masa di atas USD 125.000 pada Oktober. Namun, kebijakan prokripto oleh Trump pada 2025 belum menghentikan penurunan harga terbaru.

Bitcoin jatuh di bawah USD 61.000 atau Rp 1,02 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.860 pada Kamis pekan ini. Namun, sejumlah analis menilai hal terburuk mungkin sudah berakhir.

“Ada beberapa hal yang menandakan kita sudah sangat dekat dengan titik terendah, jika belum mencapainya,” ujar Head of Research Crypto Asset Manager CoinShares, James Butterfill.

Ia menambahkan, beberapa investor mungkin memilih untuk membeli saat harga turun. “Penjualan oleh yang disebut “paus” individu atau entitas yang memegang 10.000 bitcoin atau lebih telah mulai melambat,” kata dia.

“Saya pikir banyak investor melihat ini sebagai peluang, daripada melarikan diri,” ia menambahkan.