Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin menguat dalam 24 jam terakhir pada perdagangan Kamis (22/1/2026) pukul 17.28 WIB. Kenaikan harga bitcoin (BTC) itu naik seiring membaiknya sentimen risiko global setelah tensi Amerika Serikat (AS) dan Eropa terkait Greenland mereda.
Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menuturkan, meski rebound bitcoin terjadi, pelaku pasar masih menanti konfirmasi lanjutan dengan level USD 92.000 atau sekitar Rp 1,55 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.890) sebagai area teknikal yang dinilai krusial.
Berdasarkan data Coinmarketcap.com, harga bitcoin (BTC) naik 0,84% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin merosot 6,99%. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 89.957 atau Rp 1,51 miliar.
Advertisement
Fyqieh mengatakan, sejumlah faktor pendorong menguatnya harga bitcoin kali ini antara lain akumulasi whale saat harga turun di bawah USD 90.000 atau Rp 1,52 miliar, meredanya tekanan geopolitik Amerika Serikat (AS)-Eropa serta bertahannya harga di area support teknikal kunci.
Dari sisi on-chain, aktivitas pembelian oleh whale menjadi sorotan utama. Data menunjukkan alamat dompet dengan kepemilikan minimal 1.000 BTC menambah kepemilikan saat harga jatuh di bawah USD 90.000, sementara investor ritel cenderung melakukan aksi jual.
"Pola divergensi ini kerap terjadi menjelang fase rebound, karena pembelian pelaku besar menyerap tekanan jual yang muncul dari panic selling ritel," ujar dia.
Ia menilai akumulasi whale memberikan sinyal kepercayaan terhadap prospek Bitcoin, meskipun volatilitas jangka pendek masih tinggi.
"Ketika whale aktif membeli di bawah USD 90.000, itu biasanya mengindikasikan area tersebut dianggap menarik untuk akumulasi. Namun rebound ini masih perlu konfirmasi lanjutan karena tekanan dari sisi makro dan arus dana institusional belum sepenuhnya mereda,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis pekan ini.
Sentimen Bitcoin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)
Ia menambahkan, sentimen pasar juga didukung faktor geopolitik. Meredanya tensi AS–Eropa terkait Greenland, termasuk penundaan ancaman tarif dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer, ikut mendorong risk appetite kembali membaik.
Indeks Fear & Greed kripto ikut naik tipis ke level 34 dari sebelumnya 32, meski masih berada di area fear.
Bitcoin Tertahan di Level Support
Sementara dari sisi teknikal, Bitcoin dinilai berhasil bertahan di area support penting berdasarkan Fibonacci retracement, meskipun indikator momentum masih cenderung bearish. Pada saat yang sama, Bitcoin menghadapi resistensi jangka pendek di area rata-rata pergerakan 7 hari (7-day SMA) sekitar USD 92.864.
“Area USD 92.000–93.000 menjadi level kunci. Jika Bitcoin mampu reclaim dan bertahan di atas area ini, peluang invalidasi tren turun jangka pendek akan lebih besar,” tutur Fyqieh.
Advertisement
Penguatan Bitcoin Masih Tertahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
Namun, penguatan Bitcoin masih dibatasi beberapa faktor penahan. Salah satunya adalah tekanan dari arus keluar ETF Bitcoin yang mencapai sekitar USD 707,3 juta pada 21 Januari, serta hambatan teknikal lebih besar di area 200-day SMA sekitar USD 105.541 yang masih jauh dari harga saat ini.
Bitcoin juga masih berada sekitar 18 persen di bawah rekor tertinggi (ATH) Oktober 2025 di USD 109.309, mencerminkan adanya kehati-hatian pasar terhadap risiko makro yang belum sepenuhnya hilang.
"Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah akumulasi whale berlanjut dan apakah terjadi spot exchange outflows yang konsisten sebagai sinyal suplai yang semakin ketat," tutur dia.
Selain itu dari pasar global, sentimen positif datang dari pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang memuji penasihat ekonominya, Kevin Hassett.
"Hal ini dinilai meredakan kekhawatiran pasar karena menutup potensi Hassett menjadi Ketua The Fed. Hassett sebelumnya dipandang sebagai figur yang paling tidak independen dan cenderung dovish, sejalan dengan keinginan Trump untuk memangkas suku bunga secara agresif,” jelas Fyqieh.
Namun demikian, sentimen positif tersebut tertahan oleh data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mundur hingga sekitar Juni 2026, meski pelaku pasar masih memperkirakan adanya dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1020309/original/005939600_1444809154-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)