Harga Cardano Anjlok 60% Sepanjang 2025, Kripto Ini Justru Melonjak 300%

Harga Cardano turun hampir 60% sepanjang 2025, sementara proyek kripto baru mencatat lonjakan lebih dari 300%.

Diterbitkan 03 Januari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2025 menjadi periode yang berat bagi Cardano (ADA). Harga aset kripto tersebut tercatat anjlok hampir 60 persen dari level tertingginya, seiring tekanan yang melanda pasar kripto secara global.

Pelemahan ini membuat pergerakan harga ADA masih dibayangi risiko penurunan lanjutan. Kondisi tersebut mendorong sebagian investor mulai mencari alternatif aset kripto lain yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.

Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (3/1/2026), penurunan harga Cardano dipicu oleh sejumlah faktor. Selain koreksi pasar kripto secara keseluruhan, aktivitas di ekosistem decentralized finance (DeFi) Cardano juga mengalami perlambatan.

Nilai total aset terkunci (total value locked/TVL) di aplikasi DeFi Cardano dilaporkan turun hingga berada di bawah USD 250 juta, angka yang relatif kecil dibandingkan platform kripto besar lainnya.

Di sisi lain, Cardano juga dinilai belum mampu memanfaatkan tren baru di industri kripto, seperti tokenisasi aset dunia nyata, termasuk properti dan saham. Kondisi ini membuat momentum pertumbuhan Cardano tertinggal dibandingkan sejumlah pesaingnya.

Minat investor institusi pun dinilai belum terlalu kuat. Di tengah maraknya pengajuan ETF Bitcoin dan Ethereum, permohonan ETF berbasis Cardano terbilang minim, sehingga turut memengaruhi sentimen pasar terhadap ADA.

 

Sisi Teknikal

Dari sisi teknikal, pergerakan harga Cardano juga menunjukkan sinyal kurang menggembirakan. ADA dilaporkan telah menembus level support penting dan kini bergerak di bawah rata-rata utama. Jika tidak ada katalis kuat pada 2026, tekanan terhadap harga dinilai masih berpotensi berlanjut.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian sebagian pelaku pasar justru tertuju pada proyek kripto lain, salah satunya Mutuum Finance (MUTM). Proyek berbasis pinjaman terdesentralisasi ini mencatatkan kenaikan lebih dari 300 persen sejak fase prapenjualan (presale) dimulai.

Mutuum Finance diklaim telah menghimpun dana sekitar USD 19,5 juta dengan dukungan lebih dari 18.600 pemegang token. Saat ini, proyek tersebut berada di Phase 7 dengan harga token USD 0,04, yang disebut sebagai tahap terakhir sebelum harga naik menuju target peluncuran di level USD 0,06.

Keberhasilan presale ini dinilai mencerminkan tingginya minat pasar terhadap proyek-proyek kripto baru yang menawarkan produk nyata di tengah melemahnya aset kripto mapan seperti Cardano.

 

Kesiapan produk Mutuum Finance

Salah satu faktor yang menarik perhatian investor terhadap Mutuum Finance adalah kesiapan produknya. Proyek ini dikabarkan akan segera meluncurkan V1 Lending Protocol di jaringan Sepolia Testnet. Versi awal tersebut mencakup kolam likuiditas, mtTokens, token utang, serta sistem likuidator otomatis.

Pada tahap awal, platform ini akan mendukung aset seperti ETH dan USDT untuk aktivitas pinjam-meminjam dan jaminan, dengan rencana penambahan aset lain pada tahap pengembangan selanjutnya.

Dari sisi keamanan, Mutuum Finance menyatakan telah menyelesaikan proses audit menyeluruh oleh perusahaan keamanan siber Halborn dan mengimplementasikan seluruh rekomendasi yang diberikan.

Perbedaan kondisi kedua proyek pun terlihat jelas. Saat Cardano masih berupaya bangkit dari tekanan berat sepanjang 2025, proyek kripto baru seperti Mutuum Finance justru menunjukkan akselerasi melalui presale yang kuat dan pengembangan produk aktif.

Bagi investor, dinamika ini mencerminkan bagaimana lanskap kripto terus berubah, dengan peluang baru muncul seiring melemahnya dominasi aset lama.