Harga Bitcoin Uji Level Krusial, Bertahan atau Lanjut Turun?

Bitcoin kini berada di zona krusial yang bisa menentukan reli lanjutan atau tekanan baru.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin saat ini bergerak mendatar di dekat simple moving average (SMA) 100 pekan, sebuah level teknikal jangka panjang yang kerap dianggap krusial oleh para analis. Dalam analisis teknikal, level ini sering disebut sebagai benteng terakhir bagi pelaku pasar yang optimistis atau bullish.

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (18/12/2025), SMA 100 pekan mencerminkan tren pergerakan harga selama hampir dua tahun. Setelah terkoreksi dari rekor tertingginya di atas USD 126.000, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan Bitcoin bertahan di level ini. Selama sekitar tiga pekan terakhir, harga Bitcoin masih mampu bertahan di atas garis tersebut, menandakan tekanan jual sementara ini belum sepenuhnya mendominasi.

Bagi pelaku pasar yang optimistis, reaksi positif dari level ini bisa menjadi sinyal awal kebangkitan harga. SMA 100 pekan kerap dianalogikan seperti “trampolin”, di mana harga berpotensi memantul dan membuka peluang reli baru jika sentimen pasar membaik.

Namun, jika level ini jebol, arah pasar bisa berubah cepat. Tekanan jual berpotensi meningkat seiring investor mengurangi posisi mereka, yang pada akhirnya dapat memperkuat dominasi pelaku pasar bearish dan mendorong penurunan harga lebih dalam.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Gagal Bertahan

Kekhawatiran pasar juga dipicu oleh pergerakan saham Strategy (MSTR), perusahaan publik yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Saham MSTR tercatat telah turun di bawah SMA 100 pekan sejak November lalu, memberi contoh bagaimana tekanan bisa berkembang jika level teknikal penting gagal bertahan.

Pada awal November, saham MSTR sempat turun ke level USD 220 dan menembus rata-rata 100 pekan. Setelah itu, tekanan jual semakin dalam hingga harga merosot ke sekitar USD 160. Secara keseluruhan, saham perusahaan tersebut telah anjlok lebih dari 60 persen dari puncaknya di USD 457 dalam satu tahun terakhir.

Selama ini, pergerakan MSTR kerap dianggap sebagai indikator awal bagi Bitcoin. Sebelumnya, saham ini juga sempat memberi sinyal peringatan ketika jatuh di bawah SMA 50 pekan. Karena itu, jika Bitcoin ikut kehilangan SMA 100 pekan, risiko penurunan lanjutan dinilai semakin besar.

Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, harapan pemulihan harga akan kembali menguat. Level ini bisa menjadi fondasi penting bagi stabilisasi pasar kripto dalam beberapa waktu ke depan.