Usai Adopsi Bitcoin, El Salvador Gandeng Perusahaan Elon Musk dalam Sistem Pendidikan

5.000 sekolah di El Salvador akan menerapkan model percakapan Grok, milik xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk

Diterbitkan 12 Desember 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - El Salvador menggandeng Xai milik Elon Musk untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke dalam sistem pendidikan publiknya. Proyek ini menurut Presiden El Salvador Nayib Bukele menandai babak baru komitmen El Salvador dalam inovasi.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat (12/12/2025), inisiatif ini akan menerapkan model percakapan milik xAI yakni Grok, di lebih dari 5.000 sekolah selama dua tahun ke depan, menyediakan bimbingan belajar adaptif dan selaras kurikulum bagi lebih dari satu juta siswa, yang berkembang sesuai dengan kecepatan dan tingkat penguasaan setiap siswa.

Grok adalah chatbot AI canggih yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Musk, xAI. Terintegrasi erat dengan X, Grok dirancang untuk memberikan respons percakapan secara real-time dengan akses ke data platform langsung.

Elon Musk semakin memperkuat komitmennya pada masa depan pendidikan. Menurut siaran pers xAI, proyek ini juga akan mendukung ribuan guru, memposisikan AI bukan sebagai pengganti tetapi sebagai mitra kolaboratif di ruang kelas.

Peluncuran selama dua tahun ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan sekaligus membangun kerangka kerja untuk adopsi AI yang bertanggung jawab dan berpusat pada manusia di sekolah.

Presiden El Salvador Nayib Bukele mengatakan kolaborasi ini menandai babak baru dalam komitmen El Salvador terhadap inovasi.

"El Salvador tidak hanya menunggu masa depan terjadi; kami membangunnya. Dari menetapkan standar global dalam keamanan hingga kini mempelopori pendidikan berbasis AI, El Salvador membuktikan bahwa negara dapat langsung melompat ke puncak melalui kebijakan yang berani dan visi strategis.”

 

 

Membangun dengan xAI

Musk menggemakan sentimen Bukele, menekankan sifat transformatif dari kemitraan tersebut. "Dengan bermitra dengan Presiden Bukele untuk membawa Grok kepada setiap siswa di El Salvador, kami menempatkan AI tercanggih langsung di tangan seluruh generasi. El Salvador tidak menunggu masa depan pendidikan — mereka membangunnya dengan xAI.”

Di luar penerapan teknologi, xAI dan pemerintah El Salvador berencana untuk bersama-sama mengembangkan metodologi, kumpulan data, dan kerangka kerja baru untuk memandu penggunaan AI yang etis dan efektif di ruang kelas di seluruh dunia.

Dari Bitcoin ke AI

Langkah terbaru El Salvador dalam teknologi AI dibangun di atas eksperimen Bitcoin (BTC) yang terkenal yang diluncurkan pada September 2021 — adopsi nasional pertama mata uang kripto terkemuka sebagai alat pembayaran yang sah.

Inisiatif Bitcoin bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan, menarik investasi, dan mengurangi biaya pengiriman uang.

Empat tahun kemudian, hasilnya masih beragam. Meskipun Bitcoin City dan "Obligasi Gunung Berapi" yang direncanakan negara tersebut membuat El Salvador tetap menjadi sorotan global, studi menunjukkan bahwa hanya sedikit warga yang menggunakan dompet Chivo yang didukung negara secara teratur.

Kekecewaan Bukele

Pada 2024, selama wawancara dengan TIME, Bukele mengakui kekecewaannya, lebih banyak warga negaranya belum mendukung Bitcoin.

“Bitcoin belum memiliki adopsi luas yang kami harapkan,” kata dia.

Pada Desember 2024, El Salvador mencapai kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk meninggalkan status Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut.

IMF telah lama memperingatkan volatilitas Bitcoin dan adopsi yang terbatas menimbulkan risiko terhadap stabilitas ekonomi, mendesak reformasi sebagai syarat untuk bantuan keuangan.

Untuk mengamankan kesepakatan senilai USD 1,4 miliar, pemerintahan Bukele mengubah Undang-Undang Bitcoin tahun 2021, mengakhiri penerimaan wajib, menghentikan pembayaran pajak dalam BTC, dan mengurangi program dompet Chivo milik negara.

Dolar AS meski tetap menjadi mata uang utama negara, El Salvador terus memegang Bitcoin sebagai aset cadangan, bahkan ketika peran moneter resminya telah dikurangi.