Hacker Bajak Akun WeChat Bos Binance, Promosikan Meme Coin Mubarakah

Serangan peretasan media sosial kembali terjadi, kali ini menimpa co-CEO Binance Yi He untuk mempromosikan meme coin.

Diterbitkan 11 Desember 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengeluarkan peringatan kepada para pengguna usai akun WeChat milik co-CEO Binance, Yi He, diretas dan dipakai untuk mempromosikan meme coin bernama Mubarakah. Akibat promosi palsu tersebut, harga token itu sempat meroket lebih dari 157%.

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (11/12/2025), Changpeng Zhao mengonfirmasi kejadian ini melalui akun X (Twitter) miliknya. Ia meminta pengguna mengabaikan semua unggahan dari akun WeChat Yi He karena akun tersebut sudah sepenuhnya dikompromikan.

“Jangan membeli meme coin dari unggahan hacker,” tulis Changpeng Zhao, seraya menegaskan lemahnya keamanan platform media sosial Web2.

Yi He sendiri mengatakan bahwa ia sudah lama tidak menggunakan WeChat. Ia juga kehilangan akses karena peretas mengambil alih nomor ponsel yang terhubung ke akun tersebut, sehingga mustahil baginya untuk melakukan pemulihan.

WeChat merupakan aplikasi komunikasi dan pembayaran yang sangat populer di China dan beberapa kawasan Asia. Dengan basis pengguna yang besar, akun yang diretas berpotensi menjadi sarana penyebaran scam yang efektif.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Direncanakan dengan Matang

Investigasi awal menunjukkan bahwa aksi peretasan ini direncanakan cukup matang. Berdasarkan laporan firma analitik on-chain Lookonchain, pelaku telah membuat dua dompet baru dan mengisi total 19.479 USDT sebelum serangan berlangsung. Dana tersebut digunakan untuk membeli 21,16 juta token Mubarakah di harga rendah.

Setelah promosi palsu di akun Yi He menyebar, harga Mubarakah melonjak tajam hingga mencapai $0,006365, menurut data CoinGecko. Meski kemudian terkoreksi menjadi sekitar $0.003363, token tersebut masih mencatat kenaikan lebih dari 157%.

Lookonchain mengungkapkan bahwa hacker mulai menjual token selama lonjakan harga. Dari penjualan 11,95 juta token, pelaku diduga meraup keuntungan sekitar 43.520 USDT. Hingga laporan terakhir, hacker masih memegang 9,21 juta token dengan nilai sekitar $31.000, dan total keuntungan diperkirakan mencapai $55.000.

 

Kejadian Lainnya

Kasus peretasan akun WeChat Yi He bukan satu-satunya insiden serupa di dunia kripto. Sebelumnya, pendiri Tron, Justin Sun, juga menjadi korban ketika akun WeChat miliknya diretas dan digunakan untuk mempromosikan meme coin berkapitalisasi kecil.

Pengamat pasar menyebut, pola serangan ini semakin sering menargetkan tokoh-tokoh besar Web3. Mereka menduga hacker kini memindahkan “ medan perang ” dari serangan on-chain ke platform media sosial tradisional seperti WeChat, yang dinilai punya kelemahan keamanan, termasuk risiko pencurian kata sandi hingga SIM swap.

Serangan serupa juga pernah terjadi pada akun X milik BNB Chain yang diretas untuk mempromosikan airdrop palsu. Bahkan sejumlah figur publik seperti mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan rapper Kanada Drake juga pernah menjadi korban, di mana akun mereka digunakan untuk mengiklankan meme coin penipuan.

Rentetan peretasan ini kembali menegaskan perlunya kewaspadaan ekstra bagi pengguna, khususnya saat menemukan promosi aset kripto dari sumber yang mencurigakan.