Bitcoin Diproyeksi Sentuh USD 150.000 di 2026, Simak Analisisnya!

Meski harga Bitcoin telah turun hampir 30%, Bernstein menilai arus modal institusional membuat prediksi harga jangka panjang tetap kuat.

Diterbitkan 10 Desember 2025, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Firma riset Wall Street, Bernstein, kembali memperbaharui proyeksi harga Bitcoin. Dalam laporan terbarunya, Bernstein menegaskan tetap mempertahankan perkiraan jangka panjang bahwa Bitcoin akan mencapai USD 1 juta pada 2033. Namun, target harga jangka pendek mengalami penyesuaian setelah koreksi tajam yang terjadi belakangan ini.

Dikutip dari yellow, Rabu (10/12/2025), Bernstein kini memprediksi Bitcoin mencapai USD 150.000 pada 2026 dan berpotensi menyentuh USD 200.000 pada 2027, atau mundur sekitar dua tahun dari proyeksi awal. Revisi ini muncul setelah Bitcoin gagal menembus target USD 200.000 pada 2025 seperti yang sebelumnya diperkirakan, dan justru berhenti di kisaran USD 120.000.

Matthew Sigel, Kepala Riset Aset Digital VanEck, membagikan ringkasan laporan Bernstein tersebut. Para analis menyebut bahwa siklus Bitcoin kini tidak lagi mengikuti pola empat tahunan seperti sebelumnya. Mereka menggambarkannya sebagai “bull cycle yang memanjang dengan dukungan kuat dari investor institusional yang menahan tekanan jual dari investor ritel.”

Menariknya, meski harga Bitcoin turun sekitar 30%, arus keluar dari ETF spot hanya tercatat kurang dari 5 persen. Angka ini menjadi dasar utama revisi timeline Bernstein.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Tak Lagi Ikuti Siklus

Bernstein menilai rendahnya arus keluar ETF menunjukkan investor institusional memiliki karakter berbeda dibanding investor ritel pada siklus sebelumnya. Menurut analis, angka 5 persen tersebut menandakan adanya modal institusional yang ‘lengket’, atau tidak mudah keluar meski pasar mengalami gejolak.

Hal inilah yang dinilai telah mengubah struktur pasar Bitcoin. Dukungan dari produk ETF juga membuat pergerakan harga tidak lagi sepenuhnya mengikuti siklus halving empat tahunan yang selama ini menjadi acuan.

Bernstein menegaskan bahwa revisi target bukan berarti perubahan pandangan, melainkan penjadwalan ulang. Firma riset tersebut mengakui bahwa pendorong adopsi seperti permintaan ETF dan keterbatasan suplai tetap relevan, namun siklus investasi institusional cenderung bergerak lebih lambat.

Pada saat laporan dirilis, harga Bitcoin diperdagangkan di level USD 92.405.

 

Menuju Fase Kedewasaan

Revisi prediksi ini menambah daftar panjang analisis yang menyoroti peran besar investor institusional dalam membentuk arah pasar kripto. Dengan semakin kuatnya akses melalui ETF, Bitcoin dianggap bergerak menuju fase kedewasaan baru sebagai aset keuangan jangka panjang.

Jika adopsi institusional terus meningkat, sejumlah analis percaya prediksi jangka panjang USD 1 juta bukanlah hal yang mustahil—meski perjalanan menuju ke sana mungkin berlangsung lebih lambat dari ekspektasi awal.

Bernstein pun menegaskan akan terus memantau arus masuk ETF, dinamika suplai pasca halving, dan perkembangan regulasi sebagai faktor utama pembentuk harga Bitcoin dalam beberapa tahun ke depan.