Harga Bitcoin Hari Ini 20 November 2025 Berbalik Arah Menghijau

Harga Bitcoin (BTC) masih melemah selama sepekan terakhir meski hari ini kembali menguat.

Diterbitkan 20 November 2025, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin (BTC) berbalik arah menghijau pada perdagangan Kamis, (20/11/2025). Namun, selama sepekan, harga bitcoin memerah.

Berdasarkan data Coinmarketcap.com, harga bitcoin (BTC) naik 1,88% dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga bitcoin merosot 8,9%. Saat ini, harga bicoin berada di posisi USD 92.902,64 atau Rp 1,55 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.728).

Namun, harga kripto lainnya sepert Ethereum (ETH) berupaya berbalik arah menghijau pada Kamis siang pukul 12.17 WIB. Harga Ethereum naik 0,01% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga ETH terperosok 12,19%. Saat ini, harga Ethereum berada di posisi USD 3.045,94 atau Rp 50,9 juta.

Harga kripto jajaran teratas ini meski merosot, pendir Strategy Michael Saylor tak gentar.

Pada Rabu kemarin, harga bitcoin mencapai titik terendah mingguan baru jatuh di bawah USD 89.000, menurut platform riset Messari. Sementara itu, saham-saham yang terkait kripto merosot pada tengah hari. Saham Strategy merosot lebih dari 11% dan Coinbase Global hampir 5% pada Rabu sore.

Adapun banyak investor baik besar dan kecil, tampaknya sedang dalam aksi menjual. Meski ada beberapa investor yang membeli saat harga sedang turun di pasar kripto seperti Robinhood, menurut CIO Stephanie Guild, volumenya tidak sebesar saat penurunan sebelumnya.

Sementara itu, ETF Bitcoin spot secara kolektif telah mengalami arus keluar bersih selama lima hari berturut-turut dengan total hampir USD 2,3 miliar, menurut Farside Investors.

Di tengah koreksi harga kripto tersebut, Strategy mengatakan telah menambah pasokan. Executive Chairman Strategy, Michael Saypor tidak terpengaruh oleh penurunan terbaru ini.

 

Mengapa Ini Penting bagi Investor?

Penurunan yang terjadi akhir-akhir ini bukanlah yang terburuk yang pernah dialami bitcoin sepanjang sejarah. Pada Maret 2020, awal pandemi COVID-19 memangkas harga bitcoin hingga setengahnya menjadi di bawah USD 4.000 dalam dua hari.

Ada juga gangguan bursa Mt.Gox yang terkenal pada April 2013, ketika kripto tersebut hanya ratusan dolar AS.

"Jangan Pernah Merosot," tulisnya di X hari ini, menggunakan simbol "B" yang melambangkan bitcoin dan membagikan karya seni yang menggambarkan dirinya sebagai seorang prajurit zaman dahulu kala.

"Jika Anda melihat lebih dekat, ini sudah biasa," kata Saylor dalam sebuah wawancara dengan Fox Business pada Selasa.

Ia menambahkan, perseroan ini dirancang untuk menerima penurunan 80% hingga 90% dan terus berjalan. “Saya pikir kami cukup tangguh,”

Penurunan 80% hingga 90% dari harga tertinggi bitcoin sepanjang masa di sekitar USD 126.000 akan menempatkan harga koin tersebut pada kisaran USD 25.242 hingga USD 12.621. Bagi Strategy dan Saylor, yang pertama kali memindahkan dana perusahaan perangkat lunak perusahaan tersebut ke bitcoin pada Agustus 2020, level-level tersebut mungkin sudah tidak asing lagi: Harga rata-rata yang dibayarkan untuk pembelian bitcoin awal tersebut adalah USD 11.600.

Faktor Pemicu Penurunan Harga Bitcoin

Penurunan harga Bitcoin yang signifikan pekan ini tidak terlepas dari berbagai faktor makroekonomi global. Pada pertengahan November 2025, harga Bitcoin (BTC) telah menunjukkan tren penurunan, diperdagangkan di bawah USD 96.000, level terendah dalam lebih dari enam bulan terakhir sejak 7 Mei 2025. Ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang berkelanjutan di pasar.

Salah satu pemicu utama adalah aksi jual aset berisiko yang meluas, terutama saham teknologi, karena investor khawatir dengan valuasi yang tinggi. Bitcoin, yang sering dianggap sebagai aset berisiko, ikut terpukul dalam kondisi ini. Keraguan seputar pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat pada masa mendatang juga turut memperkeruh suasana, membuat sentimen pasar menjadi goyah setelah reli panjang.

Selain itu, aliran keluar dari ETF Bitcoin spot mencapai USD 866,7 juta atau Rp 14,48 triliun pada Kamis, menurut data dari CoinGlass. Angka ini merupakan arus keluar terburuk yang dialami dana Bitcoin sejak awal Agustus, menunjukkan adanya penarikan modal besar-besaran dari produk investasi Bitcoin. Kombinasi faktor-faktor ini telah menyeret harga kripto secara keseluruhan ke bawah, bahkan membuat harga Bitcoin merosot di bawah USD 90.000 atau Rp 1,5 miliar untuk pertama kali dalam tujuh bulan pada Selasa, 18 November 2025.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.