Citi Gandeng Coinbase untuk Genjot Pembayaran Digital bagi Nasabah Institusi

Kolarabosi Citi dan Coinbase akan menyederhanakan pembayaran.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Citigroup dan bursa kripto Coinbase berencana berkolaborasi untuk menghadirkan solusi pembayaran aset digital untuk nasabah institusi. Langkah Citigroup dan Coinbase ini juga akan diperluas dengan menawarkan kepada nasabah global paada masa depan.

Mengutip Yahoo Finance, Rabu (29/10/2025), kerja sama ini akan fokus dalam memungkinkan pengguna untuk menyetor dan menarik mata uang tradisional umumnya disebut fiat dalam kripto melalui layanan Coinbase.

Hal ini menandai langkah signifikan karena memungkinkan transisi yang lancar antara uang tradisional dan aset digital seperti kripto. Demikian disampaikan perseroan dalam pernyataan bersama pada Senin, 27 Oktober 2025.

Selain itu, Citi menyebutkan, kolaborasi ini akan menyederhanakan operasi pembayaran.

“Dengan menggabungkan jangkauan mereka dengan kepemimpinan Coinbase dalam aset digital, kami menciptakan solusi yang dapat menyederhanakan dan memperluas akses ke pembayaran aset digital,” ujar Global Head of Crypto Coinbase, Brian Foster.

Citi menuturkan, detil lebih lanjut mengenai fitur-fitur spesifik termasuk menjajaki cara untuk mengonversi uang tradisional menjadi stablecoin akan diungkapkan dalam beberapa bulan ke depan.

Stablecoin adalah token digital yang dirancang untuk menjaga nilai tetap konstan. Stablecoin sering kali didukung oleh aset tradisional seperti dolar AS atau utang pemerintah.

Popularitasnya melonjak, dan permintaannya diperkirakan akan terus meningkat setelah AS mengesahkan Undang-Undang GENIUS pada Juli yang menetapkan aturan federal untuk stablecoin.

Stablecoin yang Dipatok Yen Bakal Meluncur di Jepang

Sebelumnya,  Stablecoin pertama di dunia yang dipatok terhadap yen akan diluncurkan di Jepang pada Senin, (27/10/2025). Hal ini menjadi langkah kecil signifikan di Jepang mengingat alat pembayaran tradisional antara lain uang tunai dan kartu kredit mendominasi infrastruktur keuangan.

Sebuah perusahaan rintisan Jepang, JPYC, mengatakan akan mulai menerbitkan stablecoin yang sepenuhnya dapat dikonversi ke yen dan didukung oleh tabungan domestik dan obligasi pemerintah Jepang (JGB).

Langkah ini menyusul dukungan Presiden AS Donald Trump terhadap sektor ini yang telah memicu kebangkitan minat terhadap gagasan penggunaan blockchain dalam sistem keuangan arus utama.

 

Stablecoin yang Didukung Dolar AS Memimpin Pasar

China juga sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan penggunaan stablecoin yang didukung yuan, sebuah tanda meningkatnya momentum di seluruh dunia dalam penggunaan mata uang digital tersebut  yang biasanya dipatok terhadap mata uang fiat dan menawarkan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah.

Harian Nikkei melaporkan, tiga bank besar Jepang juga akan bersama-sama menerbitkan stablecoin. Hal ini dapat mendorong aset digital tersebut menjadi arus utama di populasi yang dulunya sangat menyukai uang tunai.

Berdasarkan Bank for International Settlements, stablecoin yang didukung oleh dolar AS saat ini mendominasi pasar, mencakup lebih dari 99% pasokan stablecoin global.

Di Asia, Jepang menetapkan aturan pada 2023 untuk mengizinkan penerbitan stablecoin. Korea Selatan juga telah berjanji untuk mengizinkan perusahaan memperkenalkan stablecoin berbasis won.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.