Mencari Akar Penyebab Likuidasi Rp 298 Triliun di Pasar Kripto Akhir Pekan Lalu

Langkah Trump dalam menekan China melalui tarif impor baru berhasil memukul keras pasar kripto. Investor dihadapkan pada gelombang likuidasi terbesar sepanjang sejarah aset digital.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto mengalami hari terburuk yang tak terduga pada Jumat malam setelah kebijakan politik tiba-tiba dari Washington. Ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tambahan tarif 100% terhadap produk impor China memicu gelombang panik dan aksi jual besar-besaran, yang berujung pada likuidasi di pasar kripto senilai USD 18,28 miliar atau sekitar Rp 298 triliun.

Peristiwa likuidasi masif ini disebut oleh lembaga CoinGlass sebagai “peristiwa likuidasi terbesar dalam sejarah kripto.”

Bitcoin dan Altcoin Jadi Korban Utama Ketegangan Geopolitik

Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (14/10/2025), keputusan Trump, yang menandakan eskalasi besar dalam perang dagang AS-China, menimbulkan kekhawatiran global. Investor merespons dengan melepaskan aset berisiko (risk-off), dan pasar kripto, yang dikenal sangat volatil, menjadi korban paling parah.

Likuidasi tajam tersebut menjalar ke seluruh mata uang digital utama. Data menunjukkan:

  • Bitcoin (BTC): Terlikuidasi sekitar USD 5 miliar. Harganya anjlok hampir 10% dalam lima hari, sempat menyentuh USD 103.000, sebelum pulih sedikit.
  • Ether (ETH): Terlikuidasi sekitar USD 4 miliar, dengan harga jatuh 14,2%, dari USD 4.366 menjadi USD 3.743.
  • Solana (SOL): Terlikuidasi sekitar USD 2 miliar, menderita kerugian terburuk dengan penurunan hampir 20% (dari USD 223,10 menjadi USD 178,72).

Penurunan di pasar kripto ini terjadi seiring dengan melemahnya pasar saham AS yang lebih luas, di mana indeks Nasdaq dan S&P 500 mencatat penurunan terburuk dalam enam bulan.

Ini memperjelas bahwa kripto kini semakin terikat erat dengan sentimen makroekonomi dan geopolitik tradisional.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Ironi Sikap Trump yang Berubah Total

Yang menarik, kerugian besar ini terjadi setelah pasar kripto sempat mencatat reli masif sejak Trump kembali menjabat tahun ini. Kenaikan itu dipicu oleh perubahan sikap drastis sang presiden.

Dari yang mulanya meremehkan, Trump beralih menjadi pendukung aktif komunitas kripto, bahkan meluncurkan koin meme miliknya sendiri dan menjanjikan pembentukan cadangan strategis untuk aset digital nasional.

Belum lama ini, dia bahkan mengeluarkan perintah eksekutif yang mengizinkan aset digital masuk ke dalam rencana pensiun 401(k), sebuah langkah yang mendorong harga Bitcoin ke rekor tertinggi USD 124.000 pada pekan lalu.

 

Cepat Dibalik

Namun, semua kenaikan itu seketika terhapus ketika ketegangan Washington-Beijing kembali memuncak. Pemicunya adalah langkah China yang memperketat ekspor bahan tambang penting (mineral tanah jarang) yang vital bagi industri teknologi.

Aksi balasan tarif 100% dari Trump itulah yang menjadi pemicu keruntuhan Rp 298 triliun di pasar kripto.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi investor: di pasar kripto, sentimen yang dibangun dari dukungan figur politik dapat dengan cepat dibalik oleh kebijakan politik yang sama.