Naver Caplok Bursa Kripto Upbit, Nilai Transaksi Sentuh Rp 234 Triliun

Melalui akuisisi ini, Naver berencana memanfaatkan Upbit untuk meluncurkan stablecoin berbasis won Korea, sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya di sektor keuangan digital.

Diterbitkan 26 September 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan internet raksasa asal Korea Selatan, Naver, sedang dalam proses mengakuisisi Dunamu, operator bursa mata uang kripto terbesar di negara itu, Upbit. Akuisisi besar ini, yang diperkirakan bernilai USD 18 miliar atau kurang lebih Rp 234 triliun (estimasi kurs Rp 16.766 per USD).

Akuisisi Naver ini akan dilakukan melalui unit fintech-nya, Naver Financial.

Dikutip dari coinmarketcap, Jumat (26/9/2025), langkah strategis ini dipandang bisa mengubah permainan di industri kripto dan keuangan digital, baik di Korea maupun secara global. Rapat dewan direksi kedua perusahaan untuk mengesahkan merger diperkirakan segera digelar.

Melalui akuisisi ini, Naver berencana memanfaatkan infrastruktur Dunamu untuk meluncurkan stablecoin berbasis won Korea, sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya di sektor keuangan digital.

Proyek stablecoin ini akan menjadi yang pertama bagi Naver, sekaligus menandai langkah serius perusahaan ke ekosistem aset digital.

Menurut data CoinMarketCap, Upbit merupakan bursa kripto nomor satu di Korea Selatan dengan lebih dari 16 juta pengguna aktif dan menempati peringkat keempat dunia berdasarkan volume perdagangan.

Dengan dukungan basis pengguna yang luas, Naver Financial akan lebih mudah memasarkan produk dan layanannya, serta memperkuat daya saing di tingkat global.

 

Momentum Regulasi yang Mendukung

Akuisisi ini juga terjadi di tengah perubahan iklim regulasi yang lebih ramah kripto di Korea Selatan. Sejak Presiden Lee Jae-myung terpilih pada Juni lalu, pemerintah mendorong legislasi baru untuk melegalkan stablecoin dan memperkuat kerangka hukum industri aset digital.

Situasi ini memberi keuntungan tambahan bagi Naver Financial yang tengah bersiap meluncurkan stablecoin serta memperluas ekspansi ke luar negeri.

Naver, yang dikenal sebagai “Google-nya Korea Selatan,” sebelumnya telah masuk ke dunia kripto lewat Naver Pay Wallet pada Agustus 2024, bekerja sama dengan platform blockchain Chiliz.

Kini, akuisisi Dunamu mempertegas tekad Naver untuk menjadi pemain utama di industri fintech dan kripto.

Pasar menyambut positif langkah ini. Saham Naver melonjak 11,4% usai pengumuman akuisisi, dan kini diperdagangkan di 254.000 won Korea (USD 181) per lembar.

 

Masa Depan Naver Financial

Akuisisi Dunamu memberi Naver pondasi kuat untuk menggarap layanan keuangan digital berbasis blockchain sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin fintech di Asia.

Dengan basis pengguna Upbit yang besar, rencana stablecoin berbasis won, serta momentum regulasi yang mendukung, Naver berpotensi memperluas pengaruhnya tidak hanya di Korea Selatan, tetapi juga ke pasar internasional.