7 Kata-Kata yang Sering Dipakai Orang Pick Me, Kenali Ciri dan Maksud di Baliknya

Kata-kata yang sering dipakai orang pick me bisa dikenali dari pola ucapannya. Simak contoh, penyebab, dan cara menyikapinya agar tidak salah menilai orang.

Diterbitkan 10 Oktober 2026, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kata-kata yang sering dipakai orang pick me kerap bermunculan di media sosial maupun obrolan sehari-hari. Salah satu ungkapan yang paling dikenal adalah "aku tidak seperti cewek lain".

Melansir dari Psychology Today, istilah pick me merujuk pada perempuan yang meminta perhatian, pengakuan, atau penerimaan dari laki-laki, sering kali dengan merendahkan perempuan lain. Para pegiat kesetaraan gender menilai perilaku ini berakar pada internalisasi misogini, yaitu pandangan yang merendahkan perempuan tetapi tanpa sadar ikut dianut oleh perempuan sendiri.

Meski begitu, sebutan ini juga menuai kritik karena mudah dipakai untuk menghakimi orang yang sekadar punya minat berbeda. Karena itu, kalimat saja belum cukup untuk menilai seseorang, sebab konteks dan niat ucapannya sama pentingnya.

Berikut adalah kata kata yang sering dipakai orang pick me dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (10/10/2026).

Pengertian Pick Me dan Asal Istilahnya

Pick me secara harfiah berarti "pilih aku". Istilah ini dipakai untuk menggambarkan seseorang, umumnya perempuan, yang berusaha keras dipilih atau disukai laki-laki dengan cara membedakan diri dari perempuan lain. Ciri paling mencolok dari perilaku ini adalah penegasan bahwa dirinya "berbeda" dan "lebih baik" daripada kebanyakan perempuan.

Istilah tersebut berkembang pesat di platform seperti TikTok dan X, tempat video singkat dan unggahan bernada sindiran menjadikannya bahan candaan sekaligus kritik. Dalam artikelnya, psikolog kognitif Amber Wardell menulis di Psychology Today pada 29 Maret 2024 bahwa label pick me di media sosial kini dianggap sebagai salah satu hinaan paling berat.

Seperti dilansir dari Women's Media Center, ada pula padanan versi laki-laki yang disebut pick me boy, yakni laki-laki yang berusaha dipilih perempuan. Artinya, pola mencari pengakuan dengan cara berlebihan tidak mengenal jenis kelamin.

Daftar Kata Kata yang Sering Dipakai Orang Pick Me

Perlu dicatat, daftar berikut adalah contoh ungkapan yang kerap dibahas dalam ulasan dan kajian tentang fenomena pick me. Kalimat-kalimat ini tidak otomatis menandakan seseorang pick me, karena maknanya sangat bergantung pada konteks dan cara penyampaian.

1. "Aku Tidak Seperti Cewek Lain"

Menurut Psychology Today, kalimat ini adalah ungkapan yang paling lazim dikaitkan dengan pick me. Pembicara seolah ingin menegaskan bahwa dirinya lebih unggul dibanding perempuan lain, terutama di mata laki-laki.

Kalimat ini bermasalah bukan karena pembicara merasa unik, melainkan karena keunikan itu dibangun dengan cara menjatuhkan kelompok lain. Perempuan lain dijadikan pembanding yang dianggap kurang menarik.

2. "Aku Lebih Nyaman Berteman dengan Cowok, Cewek Itu Banyak Drama"

Women's Media Center menggambarkan sosok pick me sebagai perempuan yang bersikap mikroagresif terhadap perempuan lain. Contohnya, mengaku lebih suka berkumpul dengan laki-laki karena perempuan dianggap menimbulkan terlalu banyak drama.

Berteman dengan siapa saja tentu hak setiap orang. Yang menjadi sorotan adalah generalisasi bahwa semua perempuan bermasalah.

3. "Aku Nggak Suka Dandan, Ribet"

Dalam ulasan yang sama, sosok pick me digambarkan membenci riasan wajah dan menjadikannya tanda bahwa dirinya berbeda. Tidak suka berdandan sebenarnya pilihan pribadi yang wajar.

Persoalan muncul ketika pilihan itu dipakai untuk menyindir perempuan yang gemar berdandan, seakan-akan mereka kurang "apa adanya".

4. "Aku Lebih Suka Diam di Rumah, Baca Buku, daripada Nongkrong Heboh"

Kolom opini di surat kabar mahasiswa Hamline University, The Oracle, karya Will Nelson, mengangkat contoh perempuan yang berkata kepada pasangannya bahwa ia lebih suka berdiam di rumah dan membaca pada malam akhir pekan. Kalimat itu muncul saat membicarakan perempuan lain yang tampil berdandan.

Contoh ini menunjukkan bahwa kalimat yang tampak biasa bisa bermakna lain ketika dipakai untuk membandingkan diri dengan orang lain.

5. "Aku Lebih Suka Sepak Bola, Bukan Belanja dan Gosip"

Psychology Today memberi contoh ungkapan yang menyindir perempuan lain sebagai pecinta belanja dan gosip, sementara pembicara mengaku lebih suka menonton pertandingan olahraga yang identik dengan laki-laki. Women's Media Center juga menyebut hobi yang didominasi laki-laki sebagai salah satu ciri yang kerap digambarkan pada sosok pick me.

Hobi yang dianggap "maskulin" tentu tidak bermasalah. Yang dipersoalkan adalah anggapan bahwa hobi perempuan lain lebih rendah.

6. "Aku Tidak Mau Sok Mandiri, Aku Siap Patuh pada Pasangan"

Psychology Today menjelaskan bahwa sebagian ungkapan pick me membandingkan diri dengan stereotip perempuan mandiri atau pegiat kesetaraan gender, lalu menempatkan diri sebagai sosok yang lebih patuh dan lebih disukai laki-laki. Women's Media Center menyebut tren ini kerap memuja sosok "calon istri idaman" yang mengikuti peran gender tradisional.

Kalimat semacam ini bermasalah karena menyiratkan bahwa kemandirian perempuan adalah hal buruk.

7. Versi Laki-Laki: Pick Me Boy

Pola serupa muncul pada laki-laki yang berusaha dipilih perempuan. Menurut Women's Media Center, pick me boy adalah sosok yang mengejar pengakuan perempuan. Ungkapannya biasanya menegaskan bahwa dirinya berbeda dari laki-laki lain, demi mendapat perhatian.

Tabel Ringkas Ungkapan dan Pesan Tersiratnya

Ungkapan Pesan Tersirat Hal yang Perlu Diperhatikan
"Aku tidak seperti cewek lain" Dirinya lebih unggul dari perempuan lain Keunikan tidak perlu dibangun dengan merendahkan orang lain
"Cewek banyak drama" Perempuan dinilai bermasalah Generalisasi satu kelompok
"Aku nggak suka dandan" Dirinya lebih "apa adanya" Pilihan pribadi baru bermasalah jika dipakai menyindir
"Aku lebih suka sepak bola, bukan belanja" Minat perempuan lain dianggap remeh Setiap minat layak dihargai
"Aku siap patuh pada pasangan" Mandiri dianggap tidak menarik Kemandirian bukan hal buruk

Mengapa Orang Memakai Kata Kata Tersebut?

Para pembahas sering mengaitkan perilaku pick me dengan internalisasi misogini, sehingga kata kata yang sering dipakai orang pick me dianggap bukan sekadar candaan. Menurut Modern Intimacy, istilah ini menggambarkan rasa muak terhadap kelompok gender sendiri yang muncul akibat pesan-pesan lama tentang perempuan. Dengan kata lain, seseorang bisa meniru cara pandang yang merendahkan perempuan tanpa menyadarinya.

Psychology Today merujuk kajian Bearman, Korobov, dan Thorne berjudul "The Fabric of Internalized Sexism" (2009), terbit di Journal of Integrated Social Sciences. Rujukan itu dipakai untuk menjelaskan bahwa kedekatan dengan laki-laki sering dianggap memberi kekuasaan, keistimewaan, atau peluang. Karena itu, sebagian perempuan memilih mengikuti sikap yang seksis demi diterima.

Psychology Today juga mengutip penelitian kualitatif Petkova berjudul "We Are Not the Same, Sis" (2021), karya mahasiswa Malmö University, yang membahas negosiasi femininitas di ruang daring. Penelitian itu dipakai untuk menjelaskan bahwa permintaan akan validasi dari laki-laki kerap disertai sikap merendahkan perempuan lain.

Selain itu, kebutuhan akan pengakuan dari luar diri juga berperan. Kajian dalam jurnal terbitan Universitas Mataram, "Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Generasi Muda", menyebut validasi dari luar seperti jumlah suka dapat memengaruhi harga diri. Bila harapan itu tidak terpenuhi, muncul rasa kecewa, frustrasi, dan rendah diri.

Pick Me atau Sekadar Berbeda Minat?

Tidak semua orang yang berteman dengan laki-laki, suka olahraga, atau jarang berdandan adalah pick me. Psychology Today mencatat bahwa label ini sering dipakai terlalu longgar. Perempuan yang punya minat yang dianggap maskulin atau kebetulan sependapat dengan laki-laki dalam suatu hal pun dapat dituduh pick me.

Karena itu, ada tiga hal yang bisa dicermati sebelum memberi label.

  • Apakah ucapan itu merendahkan perempuan lain, bukan sekadar menyatakan selera?
  • Apakah tujuannya mencari penerimaan atau pujian dari laki-laki?
  • Apakah pola itu berulang, bukan hanya satu kali ucapan spontan?

Jika jawabannya tidak, besar kemungkinan orang tersebut hanya sedang menjadi dirinya sendiri.

Dampak bagi Pertemanan dan Kesehatan Mental

Women's Media Center menilai tren pick me bermasalah karena memperkuat gagasan bahwa perempuan harus saling bersaing demi perhatian laki-laki. Menurut ulasan itu, label pick me yang dilemparkan sembarangan justru dapat mengabadikan siklus internalisasi misogini.

Psychology Today menambahkan bahwa mengkritik individu terasa memuaskan, tetapi justru dapat memperlebar jarak antarperempuan. Pendekatan yang lebih welas asih, menurut ulasan tersebut, adalah membahas sistem yang membuat perempuan saling bersaing, bukan menyerang pribadi.

Dari sisi kesehatan mental, Survei Kesehatan Mental Remaja Nasional (I-NAMHS) 2022, yang menjadi rujukan Kementerian Kesehatan, mencatat satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Hanya 2,6 persen di antaranya yang pernah mengakses layanan kesehatan jiwa. Temuan ini mengingatkan bahwa tekanan untuk diterima orang lain perlu ditangani dengan serius.

Cara Menyikapi Perilaku Pick Me

Menyikapi kata kata yang sering dipakai orang pick me tidak harus dengan menyerang. Beberapa langkah berikut dapat dicoba.

Pertama, tahan diri untuk tidak melabeli. Psychology Today mengingatkan bahwa sebutan pick me bisa menjadi alat mempermalukan orang, padahal tujuannya semula adalah mengkritik perilaku yang merugikan.

Kedua, pahami konteksnya. Tanyakan pada diri sendiri apakah ucapan itu merendahkan orang lain atau hanya pilihan pribadi.

Ketiga, lihat dengan empati. Modern Intimacy menyebut perempuan dengan perilaku pick me bukan sosok yang tidak bisa berubah, sebab banyak dari mereka mungkin belum menyadari dampak sikapnya terhadap perempuan lain.

Keempat, bangun rasa percaya diri dari dalam. Bagi yang merasa kerap mencari pengakuan, cobalah menilai diri dari hal yang dikuasai dan nilai yang diyakini, bukan dari persetujuan orang lain. Jika perasaan rendah diri terasa mengganggu aktivitas, layanan kesehatan jiwa di puskesmas yang disiapkan Kemenkes dapat menjadi tempat konsultasi awal.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kata Kata yang Sering Dipakai Orang Pick Me

1. Apa arti pick me?

Pick me berarti "pilih aku", yakni sebutan bagi orang yang berusaha keras dipilih atau disukai, sering dengan menegaskan dirinya berbeda dari perempuan lain.

2. Apa kata kata yang paling sering dikaitkan dengan pick me?

Menurut Psychology Today, ungkapan "aku tidak seperti cewek lain" adalah yang paling sering dikaitkan dengan perilaku pick me.

3. Apakah pick me hanya dialami perempuan?

Tidak. Ada padanan laki-laki yang disebut pick me boy, yaitu laki-laki yang berusaha dipilih perempuan.

4. Apa penyebab perilaku pick me?

Para pembahas mengaitkannya dengan internalisasi misogini dan kebutuhan akan pengakuan dari luar diri.

5. Bagaimana menyikapi orang yang dianggap pick me?

Hindari melabeli sembarangan, pahami konteks ucapannya, dan dorong rasa percaya diri yang tidak bergantung pada pengakuan orang lain.