Liputan6.com, Jakarta - Pernah memperhatikan seseorang yang tiba-tiba menggaruk leher, lengan, atau bagian tubuh lainnya ketika sedang dinasihati? Gerakan sederhana ini mungkin terlihat sepele, tetapi bisa membuat orang di sekitarnya bertanya-tanya. Apakah orang tersebut merasa gugup, tidak nyaman dengan perkataan yang didengar, atau sekadar mengalami gatal pada kulit?
Dalam psikologi, gerakan tubuh dapat menjadi salah satu petunjuk untuk memahami kondisi emosional seseorang, tetapi tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai perasaan maupun kepribadiannya. Kebiasaan menggaruk badan ketika dinasihati mungkin berkaitan dengan respons terhadap situasi yang menegangkan, upaya menenangkan diri, atau faktor fisik. Karena itu, memahami konteks dan perilaku lain yang menyertainya jauh lebih penting daripada langsung mengambil kesimpulan.
1. Bisa Menjadi Tanda Sedang Merasa Gugup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369947/original/059519200_1791541406-8948bbfd-2681-4809-9538-936f8fd8e768.jpg)
Salah satu kemungkinan di balik kebiasaan menggaruk badan ketika dinasihati adalah rasa gugup. Situasi ketika seseorang menerima teguran, kritik, atau nasihat yang serius bisa memunculkan tekanan emosional, terutama jika pembicaraan menyangkut kesalahan yang pernah dilakukan atau sesuatu yang sensitif baginya.
Ketika gugup, seseorang bisa menunjukkan perubahan perilaku, seperti memainkan jari, menggerakkan kaki, menyentuh wajah, atau menggaruk bagian tubuh tertentu. Namun, respons setiap orang berbeda. Ada yang menjadi banyak bicara, sementara yang lain justru lebih diam dan melakukan gerakan kecil secara berulang.
Menurut penjelasan American Psychological Association tentang stres, stres dapat memengaruhi perasaan dan perilaku serta muncul melalui sejumlah respons, termasuk kegelisahan atau gerakan tubuh yang sulit diam. Meski begitu, kebiasaan menggaruk saja belum cukup untuk memastikan bahwa seseorang sedang gugup.
Advertisement
2. Berusaha Menenangkan Diri saat Merasa Tidak Nyaman
Menggaruk atau menyentuh tubuh sendiri juga dapat menjadi bentuk perilaku menenangkan diri. Ketika menghadapi percakapan yang kurang menyenangkan, sebagian orang melakukan gerakan berulang tanpa benar-benar menyadarinya, seolah-olah mencari cara untuk mengurangi ketegangan yang sedang dirasakan.
Contohnya, seseorang yang sedang dinasihati atas kesalahannya mungkin mengusap leher, menggaruk lengan, atau menyentuh tengkuk beberapa kali. Gerakan tersebut bisa muncul bersamaan dengan perasaan canggung atau tekanan emosional, terutama ketika ia belum tahu harus memberikan respons seperti apa.
Dalam pembahasan mengenai bahasa tubuh, Psychology Today tentang tanda-tanda nonverbal menjelaskan bahwa perilaku seperti menyentuh tubuh, menggosok tangan, dan menggaruk dapat berfungsi sebagai bentuk self-soothing atau upaya menenangkan diri saat seseorang merasa cemas maupun tidak nyaman. Akan tetapi, gerakan serupa juga bisa menjadi kebiasaan biasa yang tidak berkaitan dengan emosi tertentu.
3. Mungkin Merasa Tidak Nyaman dengan Isi Nasihat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369948/original/062507200_1791541406-fb08c6cf-19b6-4d26-9d95-882929a0d952.jpg)
Tidak semua orang merasa nyaman ketika menerima nasihat, terutama jika disampaikan dalam bentuk teguran, kritik tajam, atau pembicaraan yang menyentuh kelemahan pribadi. Dalam keadaan seperti ini, seseorang mungkin menunjukkan gerakan tubuh yang lebih sering daripada biasanya.
Kebiasaan menggaruk badan bisa muncul ketika ia merasa malu, canggung, atau tertekan menghadapi situasi tersebut. Akan tetapi, respons itu tidak otomatis berarti ia membenci orang yang menasihatinya. Ketidaknyamanan bisa berasal dari topik pembicaraan, cara penyampaian, atau perasaan bahwa dirinya sedang dinilai.
Untuk memahaminya, perhatikan apakah gerakan menggaruk mulai muncul tepat ketika pembicaraan menyentuh masalah tertentu. Jika perilaku tersebut hanya muncul pada topik yang sensitif, ada kemungkinan situasi itu membuatnya tidak nyaman. Meski demikian, pengamatan tersebut tetap perlu dipadukan dengan komunikasi langsung, bukan dijadikan bukti pasti mengenai isi pikirannya.
Advertisement
4. Sedang Berusaha Mencerna Informasi atau Memikirkan Jawaban
Ada kalanya seseorang menggaruk kepala, leher, atau lengan ketika sedang memikirkan sesuatu. Perilaku ini tidak selalu menandakan kecemasan, apalagi jika nasihat yang disampaikan membutuhkan pertimbangan atau berkaitan dengan keputusan penting.
Misalnya, seseorang mendapat masukan mengenai pekerjaannya, hubungan dengan keluarga, atau kebiasaan yang perlu diperbaiki. Ia mungkin membutuhkan waktu untuk memahami perkataan tersebut sebelum memberikan jawaban. Selama proses itu, ia dapat menunjukkan gestur spontan, termasuk menyentuh atau menggaruk tubuh.
Dalam situasi seperti ini, jangan terburu-buru menganggap orang tersebut sedang menolak nasihat atau tidak serius mendengarkan. Ia mungkin sedang menyusun pemikiran, mengingat kejadian yang dibicarakan, atau mencari respons yang tepat. Cara yang lebih baik adalah memberikan jeda dan kesempatan baginya untuk menyampaikan pendapat setelah selesai mendengarkan.
5. Bisa Menunjukkan Rasa Canggung saat Menerima Kritik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152085/original/032986300_1741233556-pexels-julia-m-cameron-8841296.jpg)
Menerima kritik dapat menimbulkan rasa canggung, terutama ketika seseorang merasa tindakannya menjadi perhatian orang lain. Kondisi ini dapat terjadi dalam hubungan pertemanan, keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan sehari-hari.
Ketika merasa canggung, seseorang mungkin menghindari kontak mata, tersenyum kaku, mengubah posisi duduk, atau menggaruk bagian tubuh tertentu. Sebagian orang melakukannya sebagai respons spontan ketika harus menghadapi percakapan yang tidak biasa atau situasi yang membuatnya merasa menjadi pusat perhatian.
Namun, rasa canggung tidak selalu berarti seseorang tidak mau berubah. Ia mungkin membutuhkan waktu untuk menerima masukan, memahami alasan di balik nasihat, atau menyesuaikan diri dengan cara berbicara lawan bicaranya. Karena itu, nasihat yang disampaikan secara tenang dan tidak mempermalukan biasanya lebih membantu terciptanya percakapan yang terbuka.
Advertisement
6. Mungkin Sedang Merasa Tertekan atau Defensif
Kebiasaan menggaruk badan ketika dinasihati juga mungkin muncul saat seseorang merasa tertekan oleh pembicaraan. Hal ini dapat terjadi apabila nasihat disampaikan dengan nada tinggi, diberikan di hadapan banyak orang, atau membuatnya merasa harus segera membela diri.
Seseorang yang merasa defensif bisa memberikan berbagai respons. Ada yang langsung membantah, ada yang memilih diam, sementara yang lain menunjukkan gerakan tubuh berulang ketika mendengarkan. Akan tetapi, tidak ada satu gestur yang secara khusus membuktikan bahwa seseorang sedang bersikap defensif.
Perhatikan pula apakah ia terlihat tegang, sering memotong pembicaraan, memberikan jawaban singkat, atau terus-menerus berusaha menjelaskan tindakannya. Kombinasi beberapa perilaku tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa percakapan sedang berlangsung dalam suasana yang kurang nyaman, tetapi belum cukup untuk memastikan alasan sebenarnya.
Jika tujuan nasihat adalah membantu, cobalah berfokus pada tindakan yang perlu diperbaiki daripada menyerang karakter orang tersebut. Pendekatan ini dapat mengurangi kesan menghakimi dan memberi ruang bagi kedua pihak untuk membicarakan masalah dengan lebih baik.
7. Bisa Jadi Ada Rasa Gatal atau Masalah Kulit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824077/original/097556700_1715053462-view-human-hands.jpg)
Penjelasan psikologis bukan satu-satunya kemungkinan. Seseorang mungkin benar-benar mengalami rasa gatal ketika sedang dinasihati, tanpa ada hubungan langsung antara gerakan tersebut dan emosi yang dirasakan.
Kulit kering, iritasi, reaksi alergi, eksim, gigitan serangga, dan sejumlah kondisi kesihatan lainnya dapat menyebabkan rasa gatal. Keringat, suhu panas, bahan pakaian, atau produk yang bersentuhan dengan kulit juga bisa memicu ketidaknyamanan.
Menurut Mayo Clinic tentang gejala dan penyebab kulit gatal, rasa gatal dapat terjadi dengan atau tanpa perubahan yang terlihat pada kulit. Beberapa kondisi medis juga dapat memicu keluhan tersebut, sehingga kebiasaan menggaruk tidak seharusnya langsung ditafsirkan sebagai tanda masalah emosional.
Perhatikan frekuensi dan situasinya. Jika seseorang sering menggaruk tubuh saat beraktivitas apa pun, termasuk ketika tidak sedang menerima nasihat, faktor fisik mungkin perlu dipertimbangkan. Apabila rasa gatal berlangsung lebih dari dua minggu, mengganggu tidur, menyebar ke seluruh tubuh, atau disertai gejala lain, sebaiknya ia berkonsultasi dengan tenaga kesihatan.
Advertisement
8. Mengalami Respons Tubuh yang Berkaitan dengan Stres
Kondisi emosional dan kesihatan kulit dapat saling berkaitan. Ketika seseorang sedang mengalami tekanan, respons tubuh terhadap stres bisa memengaruhi sensasi fisik, termasuk memperburuk rasa gatal yang sudah ada.
Hubungan antara kondisi psikologis dan masalah kulit dibahas dalam layanan psikodermatologi Royal Free London. Bidang ini mempelajari hubungan antara kondisi mental dan kulit, termasuk bagaimana stres dan kecemasan dapat memperburuk keluhan kulit atau meningkatkan perilaku menggaruk.
Artinya, dalam situasi tertentu, seseorang bisa menggaruk badan karena mengalami rasa gatal yang dipicu atau diperburuk oleh tekanan emosional. Namun, hubungan tersebut tidak berarti setiap orang yang menggaruk badan ketika dinasihati memiliki gangguan kecemasan atau masalah psikologis tertentu.
Apabila perilaku menggaruk berlangsung terus-menerus hingga menyebabkan luka, mengganggu aktivitas, atau membuat orang tersebut kesulitan mengendalikan kebiasaannya, bantuan profesional dapat dipertimbangkan. Penanganan yang tepat bergantung pada penyebab yang mendasarinya, baik faktor kulit maupun faktor psikologis.
Cara Memahami Orang yang Suka Garuk-Garuk Badan ketika Dinasihati
Daripada langsung menilai kepribadian seseorang dari satu gerakan tubuh, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan untuk memahami situasinya secara lebih objektif.
- Amati kapan kebiasaan itu muncul. Perhatikan apakah ia mulai menggaruk ketika pembicaraan memasuki topik tertentu atau justru melakukannya sepanjang waktu. Pola tersebut dapat membantu membedakan respons situasional dari kebiasaan sehari-hari.
- Perhatikan perilaku lain yang menyertainya. Gerakan menggaruk yang disertai perubahan nada suara, ketegangan tubuh, atau kegelisahan mungkin memberikan konteks tambahan. Namun, tidak satu pun dari tanda tersebut dapat memastikan emosi seseorang secara terpisah.
- Pertimbangkan kondisi fisiknya. Pakaian yang membuat gerah, kulit kering, alergi, atau rasa gatal dapat menjadi alasan yang lebih sederhana. Jangan mengabaikan kemungkinan ini hanya karena perilaku tersebut muncul ketika sedang dinasihati.
- Berikan kesempatan untuk menjelaskan. Jika terlihat tidak nyaman, tanyakan dengan tenang apakah ia memahami maksud pembicaraan atau membutuhkan waktu untuk berpikir. Komunikasi langsung lebih dapat diandalkan daripada menebak-nebak bahasa tubuh.
- Hindari memberi label negatif. Jangan langsung menyebut seseorang tidak sopan, berbohong, atau menolak kritik hanya karena sering menggaruk badan. Penilaian seperti itu dapat memperburuk komunikasi dan membuat orang tersebut merasa dihakimi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanda Orang yang Suka Garuk-Garuk Badan
1. Apa arti orang menggaruk badan ketika dinasihati menurut psikologi?
Perilaku tersebut mungkin berkaitan dengan kegugupan, ketidaknyamanan, stres, atau upaya menenangkan diri. Namun, kebiasaan menggaruk juga bisa disebabkan oleh rasa gatal atau faktor fisik lainnya.
2. Apakah menggaruk badan saat dinasihati berarti seseorang berbohong?
Tidak. Menggaruk badan bukan bukti bahwa seseorang sedang berbohong. Perilaku tersebut tidak cukup untuk menentukan kejujuran maupun maksud seseorang.
3. Apakah kebiasaan menggaruk badan bisa menjadi tanda kecemasan?
Bisa saja, terutama jika muncul bersama respons lain ketika menghadapi situasi yang menegangkan. Namun, kebiasaan ini saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang mengalami gangguan kecemasan.
4. Mengapa seseorang menggaruk leher atau kepala ketika menerima kritik?
Ia mungkin merasa gugup, canggung, atau sedang memikirkan tanggapan yang tepat. Kemungkinan lain, gerakan tersebut merupakan kebiasaan spontan atau respons terhadap rasa gatal.
5. Bagaimana cara menasihati orang yang terlihat tidak nyaman?
Sampaikan nasihat secara tenang, jelaskan masalah melalui contoh yang konkret, dan hindari mempermalukannya di depan orang lain. Beri kesempatan untuk merespons agar percakapan berlangsung dua arah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369935/original/003112900_1791540970-12a26282-235b-4a28-a071-bfb9300237a3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358152/original/069001400_1790324455-01M3B1K2A7WQ7GNNJQ9ERZXDPP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4678238/original/063161000_1701955080-Ilustrasi_main_HP__tebak-tebakan_lucu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324786/original/020185500_1786769334-Emoji.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367638/original/070256600_1791359253-6d501315-12b7-486a-9bb4-74a2994ccf9b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355795/original/008242700_1790142079-01M34ATVVHJM12Y849T50MNEK2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365659/original/019005300_1791187719-838f35a7-684a-42b6-9bda-81c5d7af9ae5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356331/original/010831100_1790159458-01M36STY98VZG7ZTPT1BV1KM16.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356325/original/041325700_1790159452-01M36SKZJW250TAK5TJFJ42VY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365224/original/050281700_1791161913-pexels-karola-g-4968388.jpg)