Sukses

Kawasan Wisata Danau Colo Butuh Perhatian

Citizen6, Sukorajo: Begitu banyak pilihan wisata bersama keluarga dan kawan di akhir pekan. Seperti outbond, melihat pemandangan ataupun wisata air. Di Kabupaten Sukoharjo terdapat beberapa tempat wisata yang bisa anda kunjungi, salah satunya adalah Bendungan Colo, aliran airnya melintasi sungai Bengawan Solo. Begitu pula dengan danau yang tak jauh dari bendungan ini yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Hanya saja danau ini sudah masuk wilayah Kabupaten Wonogiri.

Memang kedua tempat ini letaknya berdekatan tetapi kedua tempat wisata ini ada di dua kabupaten berbeda yang menghubungkan Sukoharjo dengan Wonogiri. Namun bendungan dan danau Colo ini perlu lebih diperhatikan oleh pemerintah dalam hal pengelolaan kawasan wisata dan tiandakan tegas dari aparat bagi pengunjung yang sering menyalahgunakan kawasan ini.

Danau Colo mengalami banyak perubahan pada 5 tahun terakhir ini, tahun 2009 menjadi cikal bakal peresmian danau. Karena sebelumnya danau maupun bendungan tidak banyak didatangi oleh para pengunjung, karena sebagian banyak yang tidak mengetahui bahwa di daerah ini terdapat kawasan wisata. Pemerintah setempat kemudian bekerjasama dengan beberapa pemuda sekitar Pengkol dan Colo untuk berpartisipasi mengenalkan kawasan wisata ini pada masyarakat. Dengan bantuan dari pemerintah, danau yang semula terlihat begitu asri dan sepi dan terkadang digunakan oleh warga desa untuk memancing sekadarnya. Kini dibuatlah area pemancingan ditambah 2 bebek-bebekan. Tentu saja ini menjadi daya tarik tersendiri sebagai objek wisata warga Sukoharjo, Wonogiri bahkan sampai luar daerah.

Dengan diperkenalkannya kawasan ini, warung-warung kecil pun mulai bermunculan dan bertambahnya peluang usaha bagi warga sekitar. Di daerah Pengkol mulai dibangun warung-warung bakso dan es. Terdapat pula counter, warnet dan tempat cuci motor. Begitu pula di danau terdapatĀ  5 warung kecil yang menjual aneka penganan. Seiring berdatangannya para pengunjung, berdampak pula terhadap lingkungan sekitar yang sekarang terlihat ada banyak sampah berserakan. Sebuah konsekuensi yang harus diterima karena masih rendahnya kesadaran untuk menjaga kebersihan dan tidak tersedianya tempat sampah di area sekitar danau maupun bendungan yang membuat pengunjung leluasa untuk membuang sampah di jalanan dengan alasan tak ada tempat sampah. Sampah-sampah tersebut dilemparkan begitu saja di bawah pohon bahkan ada yang mebuangnnya langsung ke danau.

Sangat disayangkan ketika suatu potensi mulai terlihat muncul dan siap dikembangkan tetapi malah disalahgunakan oleh pengunjung. Kawasan wisata adalah tempat umum setiap orang bebas untuk keluar masuk kawasan wisata ini. Namun di jam-jam sekolah, terlihat siswa-siswi berseragam sering terlihat mondar mandir di pinggir danau. Mereka menjadikan tempat wisata ini sebagai tempat bolos mereka. Adapun yang datang berpasang-pasangan sering menjadikan tempat ini untuk pacaran. Terlihat di sepanjang jalan menuju danau, di setiap pohon terdapat sepasang kekasih yang tanpa rasa malu bermesra-mesraan di muka umum. Sebenarnya sudah ada tindakan dari para pemuda masjid Pengkol yang berusaha memperingatkan mereka atau melarang secara halus bagi yang bolos dan mesum di tempat ini. Beragam poster ditempelkan di setiap pohon dengan kata-kata sindiran untuk membuat para pelaku malu. Namun kenyataannya, 2 hari setelah pemasangan poster, poster-poster itu sudah tidak terpampang di setiap pohon itu lagi. Banyak para remaja yang dengan sengaja merobek bahkan membuangnya sebagai tindakan protes atas pembatasan hak-hak mereka.

Seharusnya ada pemantauan insentif dari orang tua masing-masing agar anak-anak mereka tidak sampai bolos dan berani berbohong pada orang tua. Pihak kepolisian pun pernah beberapa kali melakukan razia di jam-jam sekolah di daerah wisata ini. Dan ada belasan pasangan yang dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan dan pemanggilan orang tua mereka.

Dilihat dari potensi yang dimiliki oleh bendungan Colo dan danauĀ  begitu besar, seperti pemanfaatan irigasi dan pembudidayaan ikan. Diharapkan segenap warga dan aparat untuk siap mengembangkan kawasan wisata ini dan rutinnya pelaksaan razia bagi anak-anak sekolah. Tetap menjaga kebersihan lingkungan sebagai symbol kecintaan kita terhadap bumi yang sudah tua ini. (bnu)

Penulis:
Bunga Trinata
Sukoharjo, trinatabuxxx@gmail.com.

Baca juga:
Rayakan Tahun Baru Lebih Menyatu dengan Alam di Puncak Sikunir
Pesona Karang Pantai Kukup
Sejuknya Kebun Teh Kemuning di Puncak Ngargoyoso Solo

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atauopini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com

Mulai 16 Desember sampai 27 Desember 2013 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Resolusi 2014". Ada kado akhir tahun dari Liputan6.com dan Dyslexis Cloth bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.