Sukses

Kuliner Semarang Paling `Mak Nyus` di Lidah

Citizen6, Semarang: Belum lengkap rasanya bila berwisata ke Semarang tidak mencicipi kuliner-kuliner yang khas dan terkenal. Semarang memang sebagai pusat kota di Ibukota Jawa Tengah, kawasan ini memang terkenal sebagai salah satu tempat kuliner favorit bagi para pemburu makanan di Indonesia. Beberapa makanan yang khas dan terkenal diantaranya adalah:

Lumpia Semarang

Kuliner khas peranakan China ini telah melekat kuat sebagai penganan khas Semarang. Ada 4 sentra utama penjaja lumpia. Yaitu di Gang Lombok, Jalan Pemuda, Jalan Mataram, Jagalan serta jalan Pandanaran Semarang. Masing-masing memiliki ciri khas walaupun pengelolanya masih punya ikatan keluarga. Lumpia Gang Lombok no 11 bisa jadi warung lumpia tertua. Kini sudah dikelola generasi ketiga. Warungnya terletak di dekat Klenteng Tay Kak Sie, sekitaran Pasar Johar Semarang dan tidak buka cabang.

Mereka menyediakan dua jenis lumpia, basah dan goreng. Kulit lumpia terasa lembut dengan isian yang padat. Paduan rebung muda, udang dan telor terasa pas dan tidak berbau, enak dinikmati bersama saus dan daun bawang segar. Satu lumpia dibandrol Rp 10 ribu. Tergolong mahal tapi juara soal rasa. Warung lumpia ini buka mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Tapi pada musim liburan atau akhir pekan, tidak jarang warung tutup  sekitar pukul 13.00 -14.00 WIB saking banyakanya peminat.

Untuk oleh-oleh, lumpia dikemas dalam besek bergaya 'jadul', berisi 10 lumpia. Untuk perjalanan luar kota, sebaiknya  membawa lumpia basah yang nantinya bisa digoreng sendiri. Sebab lumpia basah tanpa pengawet ini bisa tahan 3 hari.

Pilihan jajan lain di sekitaran gang Lombok yang patut dicoba ialah Es Gang Lombok . Tampilannya cerah berkat sirup merah. Bahan utama es ini menggunakan manisan mangga, kelapa muda, dan cincau. Segar!

Tahu gimbal

Pedagang tahu gimbal di Semarang banyak terdapat di sekitaran Taman KB, depan SMA 1 Semarang, Jalan Menteri Supeno. Makan tahu gimbal di sini bisa sekalian 'ngadem' di taman. Pilihan lain ialah di sekitaran Masjid Baiturrahman, Simpang Lima Semarang. Namun sajian Tahu Gimbal yang terkenal ada di Plampitan. Buka siang hari dan tutup pukul 21.00 WIB.  Hanya saja, warung ini bisa tutup cepat jika sudah habis. Harga rata-rata tahu gimbal yang ditawarkan Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu.

Racikan tahu gimbal terdiri dari potongan tahu goreng, lontong, tauge, telur ceplok, rajangan kubis mentah dan gimbal.  Gimbal sendiri berwujud bakwan udang. Biasanya si penjual tidak mengiris lontong, tahu, dan gimbal dengan pisau, melainkan mengguntingnya dengan gunting besi bergagang hitam. Kemudian, campuran bahan itu diguyur saus kacang petis udang. Nyam!
 
Tahu Pong

Tahu Pong enak dicamil, berwujud tahu goreng garing  dan gurih, yang dalamnya kosong (kopong). Karena itu dinamai tahu pong. Di Semarang, penjual tahu pong terkenal ada di Jalan Gajah Mada, berseberangan dengan Gereja Bethel. Tempat ini mudah dicapai dari Simpang Lima, berjarak dua kali perempatan lampu merah.

Tahu Pong enak dimakan saat panas, dicocol petis udang yang encer, berteman acar dan ulegan kasar cabai hijau. Biasanya tahu pong disajikan dengan gimbal udang dan telur bulat yang digoreng. Kemudian dimakan  dengan cocolan petis tersebut. Harga satu porsi berisi 6 tahu pong ialah Rp 6 ribu saja. Tapi jika ingin versi lengkap tahu pong, gimbal udang dan telor, siapkan Rp 12 ribu untuk seporsinya.

Pisang Plenet

Mumpung masih di seputaran Gajah Mada, sempatkan mencoba pisang plenet. Dalam bahasa Jawa, plenet berarti penyet. Diplenet berarti dipenyet atau ditekan. Pisang dibakar diatas bara api hingga layu dan berwarna kecoklatan, lalu diplenet menggunakan papan kecil seperti talenan. Kemudian pisang dioles margarin. Ada tiga pilihan rasa, yaitu meises, selai nanas dan gula putih. Selanjutnya,  satu pisang plenet lainnya ditangkupkan, seperti sandwich.

Untuk pisang plenet, digunakan pisang kepok raja yang  benar-benar manis dan berwarna kuning. Pisang jenis ini banyak didapatkan di pasar-pasar di Semarang, berbeda dengan kepok putih yang terasa sepat dan biasa dijadikan makanan burung. Jika penasaran, berburulah di sore hari ketika gerobak-gerobak penjual pisang plenet mulai berdatangan. Satu porsi pisang plenet dijual dengan harga Rp 6 ribu.

Bandeng presto

Salah satu oleh-oleh terkenal dari Semarang ini banyak dijajakan di deretan toko sepanjang Jalan Pandanaran. Salah satu yang terkenal ialan Bandeng Juwana.

Bandeng presto ialah bandeng yang dimasak dalam panci bertekanan tinggi (presto). Dikemas dalam kemasan kedap udara, bandeng presto bisa awet bermingu-minggu jika disimpan dalam kulkas. Biasanya, bandeng presto digoreng begitu saja atau dibalut telur. Tersedia sambal khusus sebagai pelengkap. Enak dibuat cocolan bandeng untuk disantap dengan nasi putih yang pulen panas.

Saat ini bandeng presto yang dijual makin bervariasi. Ada bandeng presto kremes, otak-otak bandeng hingga bandeng yang ‘diselimuti’ telur. Untuk pilihan oleh-oleh, bandeng presto original adalah pilihan terbaik.

Wingko Babad

Toko-toko di sepanjang Jalan Pandanaran yang menjual Bandeng Presto juga menawarkan wingko babad. Penganan khas Semarang ini dikemas dalam besek atau kardus kotak, biasanya muat 20 bungkus. Wingko sendiri merupakan jajanan yang terbuat dari ulenan beras ketan dan kelapa yang dibakar. Rasanya gurih dan awet 2-5 hari walau dibuat tanpa bahan pengawet. Kini tersedia beragam varian rasa, mulai dari kelapa muda, nangka, coklat hingga durian. Anda akan menemukan banyak wingko babat bermerek Dryana ataupun NN. Meniko. Selain di jalan Pandanaran, sentra penjualan wingko babat ada di Jalan Cenderawasih dengan merek 'Cap Kereta Api', D Muljono.

D Muljono merupakan pionir usaha wingko di Semarang. Dia berasal dari desa Babad, Jawa Timur. Dari situlah nama Wingko Babad berasal. Bersama istrinya, D Muljono merintis bisnis ini sejak tahun 1946. Tak heran jika wingko cap kereta api sangat terkenal. Jika tak hati-hati, Anda bisa salah beli versi palsu-nya. Satu bungkus wingko yang habis sekali makan, dijual dengan harga Rp ribu.

Kue Lekker Paimo

Jauh sebelum ragam crepes melanda mal ibu kota, Semarang sudah punya kue lekker. Yang terkenal ialah kue lekker Paimo. Sudah beroperasi sejak 1978 di lapak kaki lima depan SMA Kolose Loyola, Jalan Karanganyar Semarang. Tidak terlalu jauh dari Rumah Sakit Telogorejo, Semarang.

Keistimewaan dari kue lekker Paimo ialah sambal pedas dan isian yang yahud! Kalau biasanya kue lekker tersaji tipis dengan isian gula pasir, meises ataupun potongan pisang, maka kue lekker Paimo tersaji dalam dua ketebalan. Yang tipis kering disebut tipker. Ada pilihan karamel dan coklat. Sedangkan yang tebal memiliki varian isi antara lain telur sosis keju, keju abon, jagung manis, hingga telur sosis tuna keju.  Jika tak suka pedas, lebih baik wanti-wanti sejak awal. Nikmati selagi panas dan rasakan juga sedapnya irisan daun bawang yang ditabur dalam isian kue lekker tebal ini. Kue Lekker Paimo buka dari pagi hingga sore hari. Tidak jauh dari Lekker Paimo terdapat Asem Asem Koh Liem yang juga banjir peminat.

Es Cong Lik

Es puter khas Semarang ini terkenal karena cita rasa buah yang segar. Tersedia 10 varian rasa hasil olahan buah tanpa bahan pengawet. Antara lain coklat, sirsak, kopyor, leci, kelengkeng hingga belewah dan kacang ijo. Yang populer ialah durian dan alpukat.

Es Cong Lik tersedia di Warung Semawis, Pecinan, Semarang. Ada juga penjual Es Cong Lik di depan RS Telogo Rejo ataupun di Simpang Lima, di samping hotel Citraland. Porsinya kecil, sekitar 1-2 scoop es. Harga rata-rata Rp ribu, kecuali durian Rp 12 ribu.

Cong Lik sendiri berasal dari kata "Kacung Cilik" atau pembantu kecil. Sebab pemilik es puter ini, Sukimin, saat kanak-kanak dulu pernah menjadi pelayan orang Jepang yang tinggal di Hotel Jansen, Semarang. Dulu Sukimin memulai bisnis es puter di malam hari sebab tidak mampu menyewa warung untuk jualan. Kini Es Cong Lik bisa dinikmati di siang hari.

Nasi Gandul

Sebetulnya makanan ini termasuk kuliner khas Pati, sebuah kota tidak jauh dari Semarang. Tapi jika tak sempat mampir Pati, bolehlah mencoba di Semarang. Dua warung nasi gandul yang terkenal di Semarang ialah Nasi Gandul Pak Memet di Jalan Dr Cipto dan Nasi Gandul Pak Subur di depan Rumah Sakit Umum Telogorejo.

Nasi Gandul berwujud nasi putih hangat yang disajikan bersama lauk dari sapi, bisa daging, lidah, jeroan, paru, apapun bagian lainnya dari badan sapi. Lalu diguyur kuah campuran kaldu dan santan berwarna kecoklatan, keruh dan encer. Sebagai pelengkap ialah jeruk nipis, tempe yang digoreng garing serta sambal. Paling enak dinikmati sembari diselingi teh manis panas. Porsi nasi biasanya sedikit saja, dengan kuah yang ‘banjir’ diatas alas daun pisang. Karena itu wajar jika banyak pengunjung yang minta tambah hingga 3-5 piring!  Nasi Gandul paling nikmat disantap pada malam hari. Apalagi saat hujan. Tapi hati-hati yang punya kolesterol tingi ya!

Mi Kopyok (Mi Lontong)

Makanan yang dijual di pagi hari ini berupa mie kuning dicampur tauge dan remah karak atau gendar, semacam kerupuk dari nasi. Kemudian, disiram kuah berupa air bawang putih, ditaburi daun seledri dan bawang goreng lalu diberi kecap manis. Meski membuat mie kopyok sangat mudah, biasanya orang Semarang suka beli di salah satu penjual yang terkenal, Mie Kopyok Pak Dhuwur. Warung tenda sederhana ini terletak di Jalan Tanjung, di belakang kantor PLN. Harganya ringan di kantong, cuma Rp 7 ribu saja. Tapi rasanya, cukup lah untuk memulai petualangan kuliner yang mengesankan di Semarang.

Nasi Ayam Semarang

Jika Anda pernah menyantap nasi liwet khas Solo, maka Anda akan menemukan kemiripan pada nasi ayam semarang. Nasi yang digunakan ialah nasi gurih, berlauk suwiran daging ayam, sambal goreng labu dan krecek, dilengkapi tahu bacem ataupun tahu putih dan kuning, serta telur pindang yang kecoklatan. Racikan itu kemudian diguyur kuah santan kuning yang gurih. Agar tambah sedap, lengkapi dengan sambal dan kerupuk. Jika suka, santap bersama sate jerohan yang tersedia.

Nasi ayam ada yang disajikan langsung di pincuk daun pisang, atapun piring dengan alas daun pisang. Beberapa warung nasi ayam yang bisa dicoba ialah Nasi Ayam Bu Wido di Jalan Melati Selatan, Nasi Ayam Bu Nyoto di Jl MT Haryono (buka malam hari), serta Nasi Ayam Karangkojo di depan RS Telogorejo, Simpang Lima.  Di warung nasi ayam Bu Nyoto, sepincuk dihargai Rp10 ribu, dengan krupuk gratis semau Anda.  

Nah itulah tadi beberapa kuliner-kuliner Kota semarang yang khas dan terkenal, bila Anda mencobanya, pasti bergoyang di lidah Anda. Ayo buruan coba! (Ratih Kumala Dewi/mar)

Ratih Kumala Dewi adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, Semarang dan pewarta warga.

Mulai 18 November-29 November ini, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik "Guruku Idolaku". Dapatkan merchandise menarik dari Liputan6.com bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.