Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan sosial, mengenali ciri orang pura-pura baik menjadi keterampilan penting agar kita tidak mudah terjebak dalam hubungan yang merugikan. Banyak orang terlihat ramah, perhatian, dan penuh empati di permukaan, tetapi menyimpan niat yang tidak tulus.
Sejak kecil, kita diajarkan untuk bersikap baik kepada orang lain. Namun, tidak semua orang mempraktikkan nilai tersebut dengan sepenuh hati. Sebagian justru menggunakan kebaikan sebagai topeng untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Fenomena ini sering dibahas dalam psikologi modern, termasuk dalam berbagai studi dan artikel populer. Dengan memahami tanda-tandanya, kita bisa lebih bijak dalam membangun relasi yang sehat dan autentik. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (14/4/2026).
Advertisement
1. Mudah Menghakimi Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247881/original/025821500_1749548661-couple-having-conversation-moment__2_.jpg)
Menurut artikel YourTango dan studi dalam Journal of Intelligence, manusia memang cenderung menilai orang lain secara cepat sebagai bagian dari proses adaptasi. Namun, orang yang pura-pura baik sering melakukannya secara berlebihan dan tanpa empati.
Mereka kerap mengomentari kekurangan orang lain dengan nada merendahkan, bahkan terhadap hal-hal yang tidak bisa dikontrol seperti penampilan atau latar belakang. Ini menunjukkan bahwa “kebaikan” yang mereka tampilkan hanyalah permukaan.
2. Tidak Mau Bertanggung Jawab
Psikoterapis F. Diane Barth menjelaskan bahwa tanggung jawab adalah kunci perkembangan diri. Orang yang tulus akan berani mengakui kesalahan.
Sebaliknya, orang yang pura-pura baik cenderung selalu menyalahkan orang lain. Mereka mungkin meminta maaf, tetapi tanpa refleksi atau perubahan perilaku. Dalam banyak kasus, ini menjadi salah satu ciri orang pura-pura baik yang paling jelas.
3. Melanggar Batasan Pribadi
Psikolog Nick Wignall menekankan pentingnya batasan dalam hubungan yang sehat. Orang yang tidak tulus sering mengabaikan batasan ini.
Mereka bisa terus memaksakan kehendak, mencampuri urusan pribadi, atau tidak menghargai ruang emosional orang lain. Jika ini terjadi berulang kali, itu bukan sekadar kesalahan—melainkan pola perilaku.
Advertisement
4. Kurang Rasa Syukur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4925929/original/049835600_1724393889-3283596.jpg)
Rasa syukur disebut sebagai “lem sosial” dalam hubungan manusia. Orang yang tulus akan menghargai hal-hal kecil dan menunjukkan apresiasi.
Namun, orang yang pura-pura baik cenderung fokus pada kekurangan. Mereka jarang berterima kasih dan sering merasa tidak puas. Akibatnya, hubungan mereka cenderung dangkal dan mudah retak.
5. Tidak Bisa Diandalkan
Menurut Verywell Mind, salah satu tanda teman palsu adalah ketidakonsistenan. Mereka hadir saat butuh sesuatu, tetapi menghilang saat Anda membutuhkan mereka.
Janji sering diingkari, rencana dibatalkan sepihak, dan komitmen diabaikan. Ini menunjukkan kurangnya empati dan rasa hormat terhadap orang lain.
6. Suka Menjatuhkan Orang Lain
Orang yang pura-pura baik sering menggunakan “candaan” sebagai kedok untuk menyakiti. Mereka mungkin mengatakan sesuatu yang menyakitkan lalu berkata, “Cuma bercanda.”
Dalam psikologi manipulasi (Learning Mind), ini dikenal sebagai teknik untuk menghindari tanggung jawab atas perilaku buruk. Jika Anda merasa tersinggung, mereka justru menyalahkan Anda karena dianggap terlalu sensitif.
7. Memiliki Rasa Superioritas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5089635/original/020004700_1736571254-1736568588344_kepribadian-dominan.jpg)
Studi dalam Personality and Individual Differences menunjukkan bahwa rasa superioritas sering berasal dari rasa inferior.
Orang seperti ini tampak percaya diri, tetapi sebenarnya rapuh. Mereka merasa harus terlihat lebih baik dari orang lain dan sering merendahkan orang di sekitarnya. Ini menjadi salah satu ciri orang pura-pura baik yang sering tersembunyi di balik sikap percaya diri.
8. Suka Menyimpan Dendam
Orang yang tulus mampu memaafkan dan melihat kesalahan sebagai bagian dari proses manusia.
Sebaliknya, orang yang pura-pura baik cenderung menyimpan dendam. Mereka sulit melepaskan kesalahan orang lain dan sering menggunakannya sebagai senjata di kemudian hari.
9. Tidak Pernah Membalas Kebaikan
Hubungan yang sehat bersifat dua arah. Namun, orang manipulatif sering hanya menerima tanpa memberi.
Menurut Verywell Mind, mereka mungkin selalu meminta bantuan tetapi selalu punya alasan saat diminta membantu. Ini menunjukkan hubungan yang tidak seimbang.
Advertisement
10. Suka Gosip dan Membocorkan Rahasia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3111429/original/029673400_1587720299-5051.jpg)
Menyebarkan rahasia adalah tanda serius dari ketidakjujuran. Orang yang pura-pura baik sering menggunakan informasi pribadi orang lain untuk keuntungan sosial.
Mereka mungkin terlihat ramah di depan, tetapi berbicara buruk di belakang. Ini merusak kepercayaan dan menunjukkan kurangnya integritas.
11. Sering Berbohong, Bahkan Hal Kecil
Kebohongan kecil yang terus-menerus bisa menjadi pola berbahaya. Dalam psikologi, ini menunjukkan adanya masalah kejujuran yang mendalam.
Menurut YourTango, bukan hanya kebohongan besar yang menjadi masalah, tetapi frekuensinya. Orang seperti ini membuat hubungan terasa tidak nyata dan penuh manipulasi.
Pola Manipulatif yang Sering Tidak Disadari
Berdasarkan Learning Mind, ada beberapa perilaku tambahan yang sering muncul:
- Playing victim (berperan sebagai korban): untuk mendapatkan simpati
- Love bombing: memberi perhatian berlebihan di awal hubungan
- Memanfaatkan kelemahan Anda: menggunakan informasi pribadi untuk keuntungan mereka
- Membuat Anda merasa bersalah: agar Anda mengikuti keinginan mereka
- Berpura-pura memiliki minat yang sama: demi membangun koneksi cepat
Semua ini memperkuat gambaran tentang ciri orang pura-pura baik yang sebenarnya manipulatif.
FAQ Seputar Orang yang Pretentious
1. Apa itu orang pretentious?
Orang pretentious adalah seseorang yang berpura-pura memiliki kualitas, sikap, atau niat tertentu (seperti kebaikan) untuk terlihat lebih baik di mata orang lain.
2. Apakah orang pura-pura baik selalu berbahaya?
Tidak selalu, tetapi mereka bisa merugikan secara emosional karena cenderung manipulatif dan tidak tulus.
3. Bagaimana cara membedakan orang baik tulus dan pura-pura?
Perhatikan konsistensi antara kata dan tindakan. Orang tulus cenderung stabil, sementara yang pura-pura sering berubah-ubah.
4. Apa yang harus dilakukan jika berhadapan dengan orang seperti ini?
Tetapkan batasan, kurangi interaksi, dan jangan mudah percaya sebelum melihat konsistensi perilaku.
5. Apakah orang seperti ini bisa berubah?
Bisa, tetapi membutuhkan kesadaran diri dan kemauan untuk berubah. Tanpa itu, pola perilaku biasanya akan tetap sama.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429927/original/018407700_1764648000-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-02T105923.268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3197081/original/031561900_1596428118-crazy-looking-sly-woman-glasses-isolated_146377-1239.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5626466/original/003931900_1778221281-ALJAZAIR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265428/original/072310000_1782111808-AP26172732756707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264294/original/025943800_1782105633-IMG-20260622-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264381/original/045958100_1782109190-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985606/original/007135300_1649144512-000_9YF9E8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264311/original/009112200_1782106678-AP26173041080733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264299/original/095323600_1782105973-AP26172695358194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516724/original/086331000_1772341976-turkish-chig-kofte-with-meat-herbs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265643/original/085179000_1782113461-11425184806389624689.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265451/original/068960400_1782112485-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269132/original/081921700_1782119254-ok.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265429/original/035407800_1782111838-cov22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8266259/original/059706000_1782114360-otak-otak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265419/original/050027700_1782111740-kanopi_6a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267413/original/057204800_1782116356-hl3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264258/original/020962300_1782102669-logo_hut_jakarta.jpg)