Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat perangkap lalat dari botol bekas bisa menjadi solusi sederhana untuk mengatasi masalah lalat di rumah. Lalat sering datang ke dapur, tempat sampah, atau area sekitar makanan. Selain mengganggu, lalat juga dapat membawa kuman penyebab penyakit.
Menggunakan botol bekas sebagai perangkap merupakan langkah hemat dan ramah lingkungan. Anda tidak perlu membeli alat khusus atau semprotan kimia yang berisiko bagi kesehatan. Cukup memanfaatkan bahan yang tersedia di rumah.
Liputan6 akan membahas cara membuat perangkap lalat dari botol bekas secara lengkap dan bertahap. Pembahasan dibagi menjadi lima bagian agar mudah dipahami dan langsung dipraktikkan. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Senin (23/2/2026).
Advertisement
1. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3396087/original/023545400_1615193519-pexels-mali-maeder-802221__1_.jpg)
Untuk membuat perangkap ini, Anda hanya memerlukan:
- botol plastik bekas ukuran 600 ml atau 1,5 liter
- gunting atau cutter untuk memotong botol
Bahan umpan:
- gula merah yang dilarutkan dengan air hangat
- alternatif lain adalah campuran air, gula, dan sedikit ragi
- lakban atau staples jika diperlukan untuk mengunci bagian botol
Advertisement
2. Langkah Memotong dan Membentuk Botol
Setelah menyiapkan bahan-bahan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membuatnya. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
- Pertama, potong bagian atas botol sekitar sepertiga dari tinggi botol. Lakukan dengan hati-hati agar potongan rata dan tidak tajam. Bagian atas ini nantinya akan dibalik menjadi corong.
- Setelah dipotong, balik bagian atas botol dan masukkan ke dalam bagian bawah. Posisi mulut botol menghadap ke bawah seperti corong. Bentuk ini akan memudahkan lalat masuk tetapi sulit keluar.
- Jika perlu, rekatkan bagian sambungan dengan lakban agar tidak mudah lepas. Pastikan tidak ada celah besar di sampingnya. Perangkap dasar sudah siap digunakan setelah tahap ini selesai.
3. Membuat Umpan yang Efektif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3992213/original/087054000_1649681581-philip-veater-X4DAtPvhgwo-unsplash.jpg)
Umpan menjadi kunci utama keberhasilan perangkap. Campurkan gula merah dengan air hangat hingga larut sempurna. Aroma manisnya akan menarik lalat untuk mendekat.
Anda juga bisa menambahkan sedikit ragi roti ke dalam larutan gula. Ragi akan menghasilkan aroma fermentasi yang sangat disukai lalat. Biarkan beberapa menit hingga campuran mulai bereaksi.
Tuang larutan umpan ke bagian bawah botol sebelum memasang corong. Jangan mengisi terlalu penuh agar lalat tidak mudah keluar kembali. Perangkap pun siap diletakkan di area yang sering didatangi lalat.
Advertisement
4. Cara Penempatan Perangkap yang Tepat
Letakkan perangkap di dekat sumber lalat seperti tempat sampah atau dapur. Hindari meletakkannya terlalu dekat dengan makanan yang sedang disajikan. Pilih sudut ruangan yang aman namun strategis.
Pastikan perangkap tidak mudah terguling oleh angin atau hewan peliharaan. Jika perlu, letakkan di atas permukaan datar dan stabil. Posisi yang tepat akan meningkatkan efektivitasnya.
Periksa perangkap setiap satu atau dua hari sekali. Jika sudah penuh, segera buang isinya dan buat umpan baru. Kebersihan tetap harus dijaga agar tidak menimbulkan bau tidak sedap.
People Also Ask
1. Apakah perangkap lalat dari botol bekas benar-benar efektif?
Jawaban: Ya, jika menggunakan umpan yang tepat dan diletakkan di lokasi strategis, perangkap ini cukup efektif mengurangi lalat.
2. Berapa lama umpan bisa digunakan?
Jawaban: Biasanya umpan efektif selama 1–3 hari, tergantung kondisi lingkungan dan jumlah lalat.
3. Apakah bisa menggunakan umpan selain gula merah?
Jawaban: Bisa, seperti buah busuk atau campuran gula dan ragi untuk menghasilkan aroma fermentasi.
4. Apakah perangkap ini aman untuk anak-anak?
Jawaban: Relatif aman karena tidak menggunakan bahan kimia, tetapi tetap letakkan di tempat yang tidak mudah dijangkau anak kecil.
5. Kapan waktu terbaik memasang perangkap?
Jawaban: Sebaiknya dipasang saat populasi lalat mulai terlihat meningkat agar lebih cepat mengurangi jumlahnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885023/original/ACg8ocJhAqQ111Qo7aNKJo-e-gQosi_iVPv_IfWPcQDZFdPai56-TQS9%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3992216/original/058861100_1649681664-margaret-jaszowska-WP-wLt9Ys0c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485569/original/050450500_1769513163-lalat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510281/original/048164200_1771824452-pexels-navada-ra-628779-1703272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5284532/original/043691700_1752640844-Depositphotos_230872812_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510607/original/012918400_1771832833-Untitled_design__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515123/original/078417300_1772162085-Lipan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454586/original/087764400_1766563377-hvhvcd123n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511799/original/065476600_1771918153-Teras_Mungil_Nan_Sejuk_dengan_Bangku_Kayu_Panjang_dan_Taman_Vertikal.jpg)