Peran AI dan Teknologi Pintar dalam Revolusi Digital Global

Model AI besar telah memicu revolusi kecerdasan di berbagai industri

Diterbitkan 01 Juli 2025, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta ZTE Corporation kembali menunjukkan komitmennya dalam memimpin transformasi teknologi global. Dalam GTI Summit Shanghai 2025 yang berlangsung di MWC25, Cui Li, Chief Development Officer ZTE, menyampaikan paparan bertajuk “Envisioning the Future from 5G-A to 6G.” Pada acara ini, ia membahas strategi inovasi ZTE, peran penting AI dalam revolusi teknologi, serta langkah-langkah konkret ZTE dalam mendorong perkembangan ekosistem digital.

Dalam paparannya, Cui Li mengusung tema “Digital and Intelligent Evolution: Usher in a New Era of AI Civilization.” Ia menjelaskan bagaimana model AI besar telah memicu revolusi kecerdasan di berbagai industri. “Gelombang ini mendorong inovasi teknologi yang berkelanjutan dan membuka peluang baru bagi seluruh ekosistem digital,” ujar Cui Li.

Di Indonesia, ZTE terus memperkuat ekosistem digital melalui berbagai kolaborasi strategis. Salah satu langkah besar mereka adalah kerjasama dengan XLSMART, entitas baru hasil merger XL Axiata dan Smartfren. ZTE mendukung integrasi jaringan perusahaan ini, memastikan infrastruktur yang efisien dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pada Mei 2025, ZTE juga menggelar “ZTE Global Services Ecosystem Forum” di Jakarta, memperkenalkan konsep layanan jaringan berbasis AI yang inovatif. Di tingkat Asia, ZTE telah bekerja sama dengan lebih dari 130 operator telekomunikasi, memberikan layanan konektivitas kepada 500 juta pengguna.

“Prioritas kami adalah membangun infrastruktur yang efisien, mengoptimalkan algoritma, dan memastikan penerapan praktis dari teknologi AI,” tambah Cui Li.

 

Teknologi Pintar untuk Masa Depan

Cui Li juga menyoroti fokus ZTE pada pengembangan “konektivitas tingkat lanjut, komputasi cerdas, serta penerapan edge-terminal.” Dengan filosofi “AI for All,” ZTE memadukan AI dengan TIK untuk mengembangkan solusi komprehensif yang relevan bagi seluruh skenario, termasuk konsumsi, rumah tangga, dan industri.

ZTE percaya bahwa keberhasilan transformasi teknologi tidak hanya bergantung pada inovasi internal, tetapi juga kolaborasi global. "Masa depan teknologi cerdas menuntut ekosistem yang terbuka, kolaboratif, dan terpercaya," kata Cui Li.

Dalam konteks ini, ZTE turut membahas langkah konkret menuju pengembangan jaringan 5G-A dan 6G, membangun fondasi konektivitas pintar dengan efisiensi tinggi. Perusahaan juga mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan untuk menurunkan emisi karbon tanpa mengorbankan kualitas.

 

Kolaborasi Global dan Komitmen Inovasi

Di acara yang sama, ZTE juga berpartisipasi dalam peluncuran “China Mobile 5G-A Enablement for the Trifecta of New Information Consumption Services White Paper.” Cui Li memaparkan eksplorasi strategis ZTE dalam memaksimalkan potensi teknologi pintar di berbagai industri.

Dengan visi demokratisasi teknologi, ZTE terus berinovasi bersama mitra global untuk membangun masa depan yang mengintegrasikan konektivitas, kecerdasan, dan keberlanjutan.