Citizen6, Kendal: Berbagai macam Afrodisiak alias obat kuat, mulai dari yang alami sampai sintetis digelar di pasaran dan produk itu pun laris dibeli masyarakat. Namun, bagi masyarakat Kabupaten Kendal, menu Gule Sumsum Kambing lebih dipercaya untuk bisa meningkatkan stamina dan libido pria ketimbang obat kuat.
Menu ini hampir sama dengan menu gule kambing lainnya, namun berbahan dasar sumsum tulang belakang hewan Kambing Jawa, yang dibumbui dengan rempah-rempah seperti merica, pala, ketumbar, jinten, jahe, kunir, dan lainnya. Sehingga rasa amisnya hilang berganti menjadi harum khas rempah.
Haji Jamzuri Affan, pemilik Warung Sate Kambing "Pak Dul" pertama di Kendal yang terletak di Jalan Sriagung Cepiring Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini menuturkan menu sumsum kambing ini sudah ada sejak generasi pertama warung miliknya di masa pendudukan Jepang.
"Bumbunya yang asli rempah Jawa ditambah dengan taburan sambal cabai hijau terasa menyegarkan di badan dan hangat. Mungkin karena hangatnya itulah dianggap sebagai obat kuat," paparnya.
Selain itu, tulangnya yang berbentuk seperti pipa, terisi penuh oleh semacam cairan putih pekat bertekstur kenyal dengan citarasa yang gurih dan sedikit manis asin semakin membuat gule sumsum kambing ini terasa istimewa. Apalagi ketika sudah disedot dan kita menambahkan sesendok kuah rempah dan sesuap daging yang ada di luar tulang, rasanya menjadi kaya dan bervariasi. Seperti mengecap semua rasa yang bercampur dalam mulut ditambah dengan sensasi lombok hijau yang meledak di rongga mulut. Wow.. Pasti akan membuat badan terasa semakin hot serta membuat keringat menetes dari dahi.
Menu ini laris diantri oleh penikmatnya, karena harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, hanya Rp 15 ribu per porsinya. Namun karena dari satu kambing hanya maksimal bisa menghasilkan dua porsi sumsum asli tanpa pengawet yang berasal dari Kambing Jawa dan dipotong sesuai cara Islam, sehingga tak semua pelanggan bisa menikmati Sumsum ini.
Kenikmatan menu ini rupanya tidak hanya disukai warga lokal saja, tercatat sejumlah turis yang datang ke Kendal, seperti dari Jerman, Korea, India, Arab Saudi, dan Nepal sangat menyukainya. Beberapa bintang film tenar Tanah Air pun pernah mencicipinya. Sebut saja Yati Pesek, Dedi Sutomo, dan rombongan dari MTV Amerika Serikat saat dulu syuting di Kendal, sempat mampir pula di warung sate ini. (Aryo Widiyanto/Mar)
Aryo Widiyanto adalah pewarta warga yang juga seorang pemandu wisata, traveller, backpacker, petualang yang homestay di Akun Facebook: Aryo Widiyanto, twitter: @aryowidi, dan blogspot: aryowidiyanto.blogspot.com. Â
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com.
        Â
Menu ini hampir sama dengan menu gule kambing lainnya, namun berbahan dasar sumsum tulang belakang hewan Kambing Jawa, yang dibumbui dengan rempah-rempah seperti merica, pala, ketumbar, jinten, jahe, kunir, dan lainnya. Sehingga rasa amisnya hilang berganti menjadi harum khas rempah.
Haji Jamzuri Affan, pemilik Warung Sate Kambing "Pak Dul" pertama di Kendal yang terletak di Jalan Sriagung Cepiring Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini menuturkan menu sumsum kambing ini sudah ada sejak generasi pertama warung miliknya di masa pendudukan Jepang.
"Bumbunya yang asli rempah Jawa ditambah dengan taburan sambal cabai hijau terasa menyegarkan di badan dan hangat. Mungkin karena hangatnya itulah dianggap sebagai obat kuat," paparnya.
Selain itu, tulangnya yang berbentuk seperti pipa, terisi penuh oleh semacam cairan putih pekat bertekstur kenyal dengan citarasa yang gurih dan sedikit manis asin semakin membuat gule sumsum kambing ini terasa istimewa. Apalagi ketika sudah disedot dan kita menambahkan sesendok kuah rempah dan sesuap daging yang ada di luar tulang, rasanya menjadi kaya dan bervariasi. Seperti mengecap semua rasa yang bercampur dalam mulut ditambah dengan sensasi lombok hijau yang meledak di rongga mulut. Wow.. Pasti akan membuat badan terasa semakin hot serta membuat keringat menetes dari dahi.
Menu ini laris diantri oleh penikmatnya, karena harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, hanya Rp 15 ribu per porsinya. Namun karena dari satu kambing hanya maksimal bisa menghasilkan dua porsi sumsum asli tanpa pengawet yang berasal dari Kambing Jawa dan dipotong sesuai cara Islam, sehingga tak semua pelanggan bisa menikmati Sumsum ini.
Kenikmatan menu ini rupanya tidak hanya disukai warga lokal saja, tercatat sejumlah turis yang datang ke Kendal, seperti dari Jerman, Korea, India, Arab Saudi, dan Nepal sangat menyukainya. Beberapa bintang film tenar Tanah Air pun pernah mencicipinya. Sebut saja Yati Pesek, Dedi Sutomo, dan rombongan dari MTV Amerika Serikat saat dulu syuting di Kendal, sempat mampir pula di warung sate ini. (Aryo Widiyanto/Mar)
Aryo Widiyanto adalah pewarta warga yang juga seorang pemandu wisata, traveller, backpacker, petualang yang homestay di Akun Facebook: Aryo Widiyanto, twitter: @aryowidi, dan blogspot: aryowidiyanto.blogspot.com. Â
Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke citizen6@liputan6.com.
        Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/53858/original/062013a-gulaikambing.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8479065/original/058215800_1782390523-afsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)