Liputan6.com, Jakarta Transformasi pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi pilar penting untuk melahirkan generasi unggul yang berdaya saing tinggi, mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dr. Stephanie Riady, anggota Tim Penasihat Ahli Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen), menilai bahwa pendekatan pendidikan STEM di Indonesia perlu pembenahan fundamental agar relevan dengan kebutuhan siswa di era modern.
“Sains itu lebih dari sekadar rumus atau hafalan. Ini adalah cara berpikir untuk melihat masalah, menemukan solusi, dan mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata,” tegas Dr. Stephanie.
Selama ini, ia mengamati bahwa pembelajaran STEM di Indonesia kerap terpaku pada metode lama yang minim praktik serta kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Padahal, pendekatan yang inovatif dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan kritis dan kolaboratif yang sangat dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi global.
Advertisement
Dr. Stephanie menyoroti contoh keberhasilan negara seperti Korea Selatan dan Finlandia, yang telah menjadikan pendidikan STEM sebagai prioritas nasional. Korea Selatan, dengan investasi jangka panjang sejak 1960-an, kini menjadi salah satu negara terdepan dalam teknologi tinggi. Sementara Finlandia menonjolkan kreativitas dan pembelajaran lintas disiplin sebagai inti sistem pendidikannya.
“Indonesia punya potensi yang sama besar. Tantangannya adalah bagaimana kita membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif dan terintegrasi,” katanya.
Potensi dan Tantangan Pendidikan STEM di Indonesia
Laporan PISA 2022 menunjukkan peringkat Indonesia ke-71 dari 80 negara dalam literasi sains, mengindikasikan adanya kesenjangan besar dalam pengajaran STEM. Selain itu, laporan dari Bank Dunia mengungkap bahwa pelatihan guru di Indonesia belum dirancang untuk mendukung penguasaan konten STEM secara efektif.
Meski demikian, beberapa inisiatif lokal telah menunjukkan potensi besar, seperti pelatihan robotik di Yogyakarta dan pengembangan alat berbasis IoT oleh mahasiswa di Surabaya.
Dr. Stephanie menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem pendidikan STEM di Indonesia.
“Tidak semua anak harus menjadi ilmuwan, tetapi setiap anak perlu tahu cara berpikir kritis dan menyelesaikan masalah. Masa depan bukan dibangun oleh hafalan, melainkan oleh keberanian untuk mencoba dan terus belajar,” ujarnya.
Advertisement
Gerakan Nasional STEM Indonesia Cerdas
Dalam upaya mendukung transformasi pendidikan ini, Riady Foundation meluncurkan program "STEM Indonesia Cerdas," yang berkolaborasi dengan kementerian terkait serta lebih dari 500 sekolah perintis di seluruh Indonesia. Program ini menargetkan pembekalan kecakapan dasar STEM dan Artificial Intelligence (AI) kepada 10 juta siswa dalam lima tahun ke depan.
Fokusnya meliputi pelatihan guru, pengembangan kurikulum berbasis proyek, dan penyediaan ekosistem belajar yang kontekstual. Pendiri Riady Foundation, Dr. Mochtar Riady, menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa.
“Kita perlu memberikan bukan hanya mimpi, tetapi juga bekal untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi gerakan nasional yang mengubah cara belajar generasi muda Indonesia, menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan percaya diri dan keterampilan relevan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1423053/original/033495800_1480585465-Ilustrasi_pendidikan_dan_ilustrasi_beasiswa_-_Kredit_Freepik_dot_com.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/80057/original/084867900_1416564366-_MG_0016a_1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8479065/original/058215800_1782390523-afsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490359/original/072903900_1624414785-background-6333989_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499214/original/064207200_1770779869-Scribble_Bot__robot_sederhana_yang_bisa_menggambar_abstrak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499072/original/091307800_1770771382-KHS09636.jpg)