7 Gejala Infeksi Ginjal yang Sering Diabaikan, Bisa Sebabkan Komplikasi Serius

Infeksi ginjal, secara medis dikenal sebagai pielonefritis, terjadi ketika bakteri atau virus menyebar dari kandung kemih ke salah satu atau kedua ginjal.

Diterbitkan 11 Mei 2025, 17:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Infeksi ginjal merupakan kondisi kesehatan yang serius, namun kerap tidak disadari oleh banyak orang. Padahal, jika tidak segera diobati, infeksi ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan ginjal permanen, penyebaran infeksi ke aliran darah (sepsis), hingga kematian dalam kasus yang parah.

Sayangnya, gejala infeksi ginjal seringkali dianggap sebagai masalah biasa atau dikira sebagai sakit punggung biasa, flu, atau infeksi saluran kemih ringan. Hal ini membuat banyak orang menunda untuk mencari pengobatan medis.

Infeksi ginjal, secara medis dikenal sebagai pielonefritis, terjadi ketika bakteri atau virus menyebar dari kandung kemih ke salah satu atau kedua ginjal. Biasanya infeksi ini diawali dari infeksi saluran kemih (ISK) yang tidak ditangani dengan benar.

Untuk mencegah infeksi menjadi lebih parah, penting bagi Anda untuk mengetahui dan mengenali gejala-gejalanya sejak dini.

Berikut beberapa gejala infeksi ginjal yang sering diabaikan, seperti melansir dari Times of India, Minggu (11/5/2025):

1. Demam dan Menggigil

Tubuh merespons infeksi dengan menaikkan suhu tubuh untuk melawan bakteri penyebabnya. Oleh karena itu, demam tinggi yang disertai menggigil dan keringat dingin bisa menjadi indikator bahwa infeksi sudah mencapai ginjal.

Konsultan -Nefrologi, Rumah Sakit Manipal, Pune-Kharadi, Ganesh N Mhetras mengatakan, saat ginjal Anda melawan infeksi, tubuhmu akan merespons dengan gejala mirip flu.

"Ini termasuk demam yang sepertinya tidak kunjung hilang dan itu membuatmu merasa seperti terserang pilek dan batuk secara tiba-tiba," jelasnya.

2. Munculnya Darah dalam Urine (Hematuria)

Hematuria atau darah dalam urine adalah sinyal peringatan yang sangat serius. Warna urine bisa berubah menjadi merah muda, merah tua, atau bahkan menyerupai cola.

Meskipun darah dalam urine juga bisa disebabkan oleh batu ginjal atau kondisi lainnya, infeksi ginjal merupakan salah satu penyebab utama yang harus segera diatasi. Pemeriksaan laboratorium dan tes urine diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

 

3. Sakit Perut dan Rasa Tidak Nyaman di Area Perut

Meski nyeri punggung lebih sering disebutkan, nyeri di bagian perut, terutama di area bawah, juga bisa menjadi tanda infeksi ginjal. Rasa tidak nyaman ini mungkin muncul bersamaan dengan kram perut, tekanan, atau bahkan mual.

Beberapa pasien bahkan mengira mereka mengalami gangguan lambung atau pencernaan, padahal sumber masalahnya berasal dari ginjal.

 

4. Nyeri di Bagian Pinggang atau Punggung Bawah

Salah satu tanda paling umum dari infeksi ginjal adalah nyeri di bagian pinggang, khususnya di punggung bawah dan samping tubuh, tepat di atas pinggul.

Rasa sakit ini sering digambarkan sebagai nyeri tumpul atau tajam yang tidak hilang meskipun sudah beristirahat. Nyeri ini berbeda dari sakit punggung biasa karena biasanya hanya terjadi di satu sisi tubuh dan bisa terasa sangat mengganggu.

Menurut para ahli, nyeri ini muncul karena ginjal yang terinfeksi mengalami pembengkakan dan tekanan, yang menstimulasi saraf di sekitarnya.

 

5. Rasa Sakit Saat Berhubungan Intim

Gejala yang satu ini mungkin jarang dibicarakan, namun bisa sangat mengganggu kualitas hidup. Rasa nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan seksual, terutama pada wanita, dapat terjadi karena peradangan di saluran kemih yang menjalar ke ginjal.

Jika rasa sakit ini muncul tanpa sebab yang jelas, ada baiknya mempertimbangkan kemungkinan adanya infeksi pada ginjal atau saluran kemih.

 

6. Perubahan pada Pola Buang Air Kecil

Infeksi ginjal hampir selalu memengaruhi sistem kemih. Anda mungkin akan lebih sering buang air kecil dari biasanya, meskipun hanya sedikit urine yang keluar. Sensasi terbakar saat buang air kecil juga merupakan tanda khas infeksi.

Selain itu, perhatikan warna dan bau urine Anda. Jika urine terlihat keruh, berwarna gelap, atau berbau tajam dan tidak biasa, ini bisa menjadi pertanda infeksi.

 

7. Kelelahan yang Tidak Wajar

Tubuh yang sedang melawan infeksi besar seperti pielonefritis akan menggunakan banyak energi. Akibatnya, penderita bisa merasa sangat lelah dan lemah meski telah cukup tidur. Dalam beberapa kasus, kelelahan juga bisa disertai dengan pusing dan kesulitan berkonsentrasi.

Ini terjadi karena ginjal yang terinfeksi tak lagi bekerja optimal dalam menyaring racun dari darah, sehingga metabolisme tubuh pun terganggu.