Bukan Sekadar Lelah Biasa, Ini 8 Tanda Sistem Imunitas Anda Bermasalah

Ketahui beberapa tanda peringatan yang dapat mengindikasikan imunitas yang lemah, dan mengapa penting untuk tidak mengabaikannya.

Diterbitkan 02 Mei 2025, 08:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Sistem kekebalan tubuh menjadi garda terdepan dalam melawan penyakit, tetapi jika tidak berfungsi dengan baik, bahkan infeksi umum dapat menjadi masalah yang lebih besar.

Mulai dari pilek yang sering hingga kelelahan yang tidak biasa, tubuh Anda mungkin mengirimkan sinyal halus tentang sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Oleh karena itu, ketahui beberapa tanda peringatan yang dapat mengindikasikan imunitas yang lemah, dan mengapa penting untuk tidak mengabaikannya, seperti melansir dari Bright Side, Kamis (1/5/2025). 

1. Kulit atau mata menguning 

Penyakit kuning bisa jadi merupakan tanda bahwa sistem imun Anda secara keliru menyerang sel-sel hati yang sehat, yang berpotensi menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hepatitis autoimun. 

Perlu diingat bahwa penyakit kuning bukanlah penyakit. Penyakit ini merupakan tanda bahwa hati, kantong empedu, dan saluran empedu tidak berfungsi secara normal. Jika Anda mengalami gejala serupa, segera konsultasikan ke dokter.

2. Sensitivitas terhadap sinar matahari 

Orang dengan gangguan autoimun terkadang dapat mengalami reaksi alergi terhadap sinar ultraviolet (UV), yang dikenal sebagai fotodermatitis.

Kondisi ini dapat menyebabkan lepuh, ruam, atau bercak bersisik pada kulit setelah terpapar sinar matahari. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menyebabkan gejala seperti menggigil, sakit kepala, atau mual.

3. Ruam kulit

Kulit Anda bertindak sebagai garis pertahanan pertama tubuh terhadap kuman, dan penampilannya dapat menjadi tanda seberapa baik sistem imun Anda berfungsi.

Kulit kering, gatal, atau merah sering kali menunjukkan adanya peradangan. Ruam yang terasa nyeri atau tidak kunjung sembuh dapat menjadi tanda peringatan lainnya. Misalnya, penderita lupus biasanya mengalami ruam berbentuk kupu-kupu di hidung dan pipi.

 

4. Gangguan pencernaan

Diare yang berlangsung lebih dari 2 hingga 4 minggu mungkin merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuhmu merusak lapisan usus halus atau saluran pencernaanmu. 

Konstipasi juga dapat menandakan adanya masalah. Jika tinja Anda sangat keras, sulit dikeluarkan, atau menyerupai pelet kelinci kecil, itu bisa berarti sistem kekebalan tubuh Anda menyebabkan usus Anda melambat.

Namun, infeksi seperti bakteri atau virus, serta kondisi kesehatan lainnya, juga dapat menjadi penyebabnya. 

5. Kelelahan dan sakit kepala

Merasa sangat lelah, mirip dengan kelelahan yang Anda alami saat flu, mungkin merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh Anda sedang tertekan. 

Kelelahan semacam ini biasanya tidak hilang dengan istirahat. Anda mungkin juga mengalami nyeri sendi atau otot. Tentu saja, ada banyak kemungkinan alasan untuk gejala-gejala ini. 

Dalam beberapa kasus, sakit kepala juga dapat dikaitkan dengan masalah sistem kekebalan tubuh. Misalnya, kondisi ini mungkin disebabkan oleh vaskulitis, suatu kondisi di mana pembuluh darah menjadi meradang karena infeksi atau gangguan autoimun.

 

6. Rambut rontok pada area tertentu

Dalam beberapa kasus, sistem imun secara keliru menyerang folikel rambut. Hal ini dapat menyebabkan rambut rontok di kulit kepala, wajah, atau area tubuh lainnya, kondisi yang dikenal sebagai alopecia areata. Kehilangan rambut dalam helaian atau gumpalan juga bisa menjadi tanda lupus.

7. Mata kering

Mengidap gangguan autoimun berarti sistem imunmu menyerang tubuhmu sendiri alih-alih melindunginya. Kondisi seperti artritis reumatoid dan lupus adalah contoh umum.

Gejala yang sering terjadi pada orang dengan gangguan autoimun adalah mata kering. Anda mungkin merasa seperti ada sesuatu yang berpasir atau berpasir di matamu. 

Tanda-tanda lainnya dapat meliputi kemerahan, nyeri, penglihatan kabur, atau keluarnya cairan kental. Beberapa orang bahkan merasa tidak dapat mengeluarkan air mata, bahkan saat mereka merasa emosional.

 

8. Tangan terasa dingin

Ketika pembuluh darahmu meradang, hal itu dapat memengaruhi sirkulasi, sehingga jari tangan, kaki, telinga, dan hidung Anda menjadi lebih sulit untuk tetap hangat. 

Pada suhu dingin, kulit di area ini mungkin akan berubah menjadi putih terlebih dahulu, kemudian membiru. Saat aliran darah kembali, kulit mungkin akan menjadi merah.