Tidur Miring ke Kiri atau Kanan, Mana yang Lebih Menyehatkan Jantung?

Para peneliti telah menemukan bahwa kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Diperbarui 09 April 2025, 16:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara seseorang tidur di malam hari ternyata memiliki dampak langsung terhadap kondisi kesehatannya. Sebagai contoh, berbaring telentang dengan bantal yang diletakkan di bawah punggung dapat membantu meredakan nyeri punggung. Namun, posisi ini juga berpotensi memperparah gejala sleep apnea pada sebagian individu.

Tidur menyamping umumnya lebih disarankan bagi penderita sleep apnea, meskipun beberapa orang merasa posisi ini justru memicu rasa tidak nyaman pada tulang belakang. Bagi penderita gangguan jantung, tidur miring ke sisi kiri sebaiknya dihindari karena diduga dapat meningkatkan tekanan pada organ jantung, walau hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.

Yang pasti, para ahli sepakat bahwa kekurangan tidur maupun kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk gangguan kardiovaskular. Oleh karena itu, sebagian besar tenaga medis menyarankan agar setiap individu memilih posisi tidur yang paling nyaman bagi dirinya, karena kenyamanan berperan besar dalam mendukung kualitas tidur yang optimal.

Berikut informasi lengkap yang dirangkum Liputan6.com pada Rabu (9/4/2025).

Tidur Miring ke Kanan: Lebih Baik untuk Jantung?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur miring ke kanan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung. Posisi ini dapat mengurangi tekanan pada jantung dan meningkatkan aliran darah kembali ke jantung karena pengaruh gravitasi. Hal ini dapat membantu meringankan ketidaknyamanan dan kesulitan bernapas, terutama bagi penderita gagal jantung.

Tidur miring kanan juga dapat membantu meredakan nyeri dada yang disebabkan oleh kondisi seperti perikarditis. Dengan mengurangi tekanan pada jantung, posisi ini membantu jantung bekerja lebih efisien. Namun, perlu diingat bahwa ini hanya salah satu pandangan dan belum tentu berlaku untuk semua orang.

Meskipun demikian, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah posisi tidur Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi jantung tertentu. Dokter dapat memberikan rekomendasi yang paling tepat dan aman berdasarkan kondisi kesehatan Anda.

Manfaat Kesehatan dan Dampak Tidur Miring ke Kiri serta Kanan

Tidur miring, terutama ke arah kiri atau kanan, bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga dapat memberikan manfaat fisiologis yang cukup signifikan. Berbagai studi medis telah mengulas pengaruh posisi tidur terhadap organ tubuh, terutama sistem pencernaan dan kardiovaskular. Salah satu posisi yang paling banyak diteliti adalah tidur dengan posisi miring ke kiri, yang ternyata menyimpan sejumlah manfaat menarik, khususnya bagi individu yang memiliki masalah dengan asam lambung.

Tidur Miring ke Kiri: Dukungan untuk Pencernaan dan Jantung

Menurut laporan dari Healthline, posisi tidur dengan tubuh menghadap ke sisi kiri diketahui memberikan manfaat yang cukup nyata, terutama bagi penderita refluks asam dan penyakit refluks gastroesofageal atau GERD. Dalam posisi ini, gravitasi membantu menjaga agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan, sehingga mengurangi gejala terbakar di dada atau rasa tidak nyaman di tenggorokan yang kerap dialami oleh penderita GERD.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 turut memperkuat temuan ini. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa individu yang tidur dengan posisi miring ke kiri mengalami paparan asam yang lebih singkat, dibandingkan dengan mereka yang tidur miring ke kanan. Selain itu, proses pembersihan asam dari kerongkongan pun berlangsung lebih cepat saat tidur menghadap kiri.

Dampak tidur miring ke kiri tidak hanya berhenti pada sistem pencernaan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan jantung. Studi yang dilakukan sejak tahun 1977 telah mengamati adanya perubahan aktivitas listrik jantung ketika seseorang tidur dalam posisi miring. Dengan bantuan alat elektrokardiogram (EKG), para peneliti menemukan bahwa perubahan paling signifikan terjadi saat peserta tidur dengan posisi miring ke kiri.

Kemudian, dalam penelitian lanjutan yang dirilis pada tahun 2018, penggunaan teknologi pencitraan canggih yang disebut vektorkardiografi berhasil mengungkap bahwa posisi tidur miring ke kiri dapat menyebabkan jantung sedikit bergeser dan berputar di dalam rongga dada. Meskipun pergeseran ini tidak bersifat patologis atau berbahaya, hal ini menandakan adanya penyesuaian fisik yang terjadi pada organ vital tersebut tergantung pada posisi tidur.

Sebaliknya, ketika peserta penelitian tidur dalam posisi miring ke kanan, aktivitas listrik jantung cenderung stabil dan tidak menunjukkan banyak perubahan. Para ahli menyimpulkan bahwa hal ini terjadi karena jantung ditopang oleh struktur jaringan tipis yang disebut mediastinum, yang terletak di antara kedua paru-paru. Struktur ini berperan dalam menjaga jantung tetap pada posisinya ketika tubuh dimiringkan ke kanan.

Tidur Miring ke Kanan: Perspektif Lain yang Tak Kalah Penting

Walau tidur miring ke kiri menawarkan berbagai manfaat, posisi tidur ke kanan juga tidak sepenuhnya dikesampingkan. Justru, dalam beberapa kasus, tidur menghadap ke kanan dianggap lebih nyaman dan aman, terutama bagi orang dengan kondisi jantung tertentu. Beberapa ahli memang sempat mengemukakan kekhawatiran bahwa tidur ke kanan dapat memberikan tekanan pada vena cava inferior, yaitu pembuluh darah besar yang mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah ke sisi kanan jantung. Namun, sejauh ini, belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa tidur dalam posisi miring ke kanan dapat meningkatkan risiko gagal jantung atau masalah jantung lainnya. Bahkan, hasil sejumlah penelitian menunjukkan bahwa posisi ini relatif aman bagi kebanyakan orang.

Sebagai contoh, sebuah studi pada tahun 2018 menemukan bahwa mayoritas pasien yang mengalami kardiomiopati dilatasi, yakni kondisi pembesaran otot jantung secara progresif, cenderung lebih menyukai tidur di sisi kanan. Hal ini kemungkinan besar karena posisi tersebut memberikan kenyamanan lebih dan mengurangi tekanan pada organ dalam.

Bagi ibu hamil, posisi tidur juga menjadi perhatian penting. Tinjauan ilmiah yang dirilis tahun 2019 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan terhadap kesehatan ibu maupun janin antara tidur di sisi kiri maupun kanan. Meskipun begitu, berbaring dalam posisi miring dengan lutut yang sedikit ditekuk sering kali dianggap sebagai pilihan paling nyaman saat kehamilan memasuki trimester akhir. Untuk menambah kenyamanan, penggunaan bantal panjang atau bantal khusus di antara lutut juga sangat disarankan.

Di sisi lain, beberapa praktisi medis tetap menyarankan agar ibu hamil tidur menghadap ke kiri. Alasan utama di balik rekomendasi ini adalah karena posisi tersebut membantu menghindari tekanan langsung dari rahim terhadap hati, yang terletak di bagian kanan perut. Dengan demikian, aliran darah menuju janin tetap lancar, dan potensi gangguan pada organ vital dapat diminimalkan.

Namun, tidur di sisi kanan saat hamil pun tidak perlu dianggap berbahaya. Justru dalam beberapa kasus, posisi ini membantu mengurangi tekanan pada vena cava inferior, yang merupakan jalur utama darah kembali ke jantung dari bagian bawah tubuh. Dengan berkurangnya tekanan pada pembuluh darah tersebut, aliran darah ke plasenta dan janin tetap optimal, mendukung perkembangan yang sehat selama masa kehamilan.