Liputan6.com, Jakarta Susanti adalah salah satu karakter yang cukup terkenal di kalangan penggemar serial animasi Upin & Ipin. Berbeda dengan karakter lainnya yang berasal dari Malaysia, Susanti diperkenalkan sebagai anak dari Jakarta, Indonesia. Ceritanya berfokus pada kedatangannya ke Malaysia dan kehidupannya di Kampung Durian Runtuh, tempat tinggal Upin, Ipin, serta teman-teman mereka.
Meskipun berasal dari negara lain, Susanti dengan cepat diterima dan menjadi bagian dari komunitas Kampung Durian Runtuh. Hal ini mencerminkan nilai persahabatan dan keberagaman budaya, di mana perbedaan bukanlah penghalang untuk menjalin hubungan yang erat.
Dalam setiap episode, Susanti sering ikut serta dalam berbagai petualangan dan aktivitas bersama Upin, Ipin, serta teman-teman mereka seperti Jarjit, Fizi, dan Mei Mei. Meskipun awalnya terdapat sedikit perbedaan dalam dialek dan kebiasaan, anak-anak di Kampung Durian Runtuh dengan cepat menerima Susanti sebagai bagian dari kelompok mereka.
Advertisement
Penasaran seperti apa jalan ceritanya? Simak informasi lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (14/3/2025).
Susanti: Sosok Ramah dari Jakarta di Malaysia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2809043/original/007149500_1558137529-UpinIpin2.jpg)
Susanti pertama kali diperkenalkan dalam episode berjudul "Berpuasa Bersama Kawan Baru", yang diunggah di kanal YouTube Les' Copaque Production sekitar 12 tahun lalu. Dalam episode tersebut, Susanti digambarkan sebagai murid baru di TK Kasih Sayang (dalam serial dikenal sebagai Tadika Mesra). Ia masuk ke kelas yang sama dengan Upin, Ipin, serta teman-teman lainnya seperti Jarjit, Fizi, dan Mei Mei.
Saat pertama kali bertemu dengan teman-teman barunya, Susanti menarik perhatian karena cara bicaranya yang berbeda. Anak-anak di kelas sempat terkejut dan penasaran dengan logatnya yang terdengar tidak seperti logat mereka. Namun, sang guru menjelaskan bahwa hal ini wajar karena Susanti berasal dari Indonesia, yang memiliki dialek dan gaya bicara yang berbeda dari anak-anak Malaysia. Setelah penjelasan tersebut, anak-anak lainnya dengan cepat menerima Susanti dan menyambutnya dengan ceria.
Dalam interaksi awalnya, salah satu teman mereka, Mail, menunjukkan ketertarikannya terhadap Susanti dan ingin duduk di sebelahnya. Mail bahkan meminta Mei Mei untuk pindah tempat duduk agar ia bisa lebih dekat dengan Susanti. Namun, Mei Mei menolak permintaan tersebut. Meskipun begitu, Mei Mei tetap bersikap ramah dan mengajak Susanti bermain bersama. Ajakan itu disambut baik oleh Susanti, yang merasa senang karena diterima dengan hangat oleh teman-teman barunya.
Kehadiran Susanti di serial "Upin & Ipin" menjadi bukti bahwa animasi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai-nilai persahabatan dan keberagaman budaya. Karakter Susanti memperkenalkan penonton pada latar belakang yang berbeda, namun tetap bisa berbaur dengan anak-anak lainnya di Kampung Durian Runtuh. Hal ini menggambarkan bahwa perbedaan bahasa dan budaya tidak menjadi penghalang dalam menjalin persahabatan yang erat.
Advertisement
Lirik Lagu Aiya Susanti Upin Ipin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337544/original/075633200_1609394825-WhatsApp_Image_2020-12-31_at_10.28.08_AM__1_.jpeg)
Aiya Cik Siti perempuan manyak muda
Ana manyak susah yalan tutup mata
Wang dan lingit ana taktak helan ne
Ente tutup mata ana tak tentu yalan
Â
Marilah Apek hoi mari sayang
Ikutlah ana Apek jangan bimbang
Mata tak nampak ana tunjukkan jalan
Kaki melangkah oi perlahan lahan
Â
Ana taktak helan ana taktak takut
Tapi ana yalan manyak sangkut sangkut
Semua hitam lagi manyak gulap
Macam olang absi negeli Alab
Â
Oh Apek sayang oi jangan susah
Habis menjahit wang emas ana upah
Marilah jalan ente cepatlah cepat
Awas Pek longkang oi kaki melompat
Apek jaga depan ada longkang
Mana?
Lompat
Haiyaa
Lompat..
Haiyaa
Lompat Apek lompat
Haiyaaaaaaa
Versi Susanti dan Mei Mei
Adapun lagu Aiya Cik Siti Upin Ipin versi Susanti dan Mei Mei adalah sebagai berikut:
Aiya susanti perempuan banyak muda
Ana banyak susah jalan tutup mata
Uang dan ringgit ana tak da heran na
Ente tutup mata ana tentu jalan
Â
Marilah mei mei oi mari sayang
Ikutlah ana mei mei jangan bimbang
Marilah jalan ente cepat lh cepat
Â
Awas hay longkang oi kaki melompat
Mei Mei jaga depan ada longkang
Â
ManaÂ
Lompat
Haiya
Lompat
Haiya
Lompat
Mei Mei Lompat
Haiyaaaa
Jadi Simbol Popularitas Upin & Ipin di Indonesia
Popularitas Upin & Ipin di Indonesia sangat tinggi. Susanti, sebagai karakter yang berasal dari Indonesia, menjadi simbol dari popularitas tersebut. Kehadirannya dalam serial ini menunjukkan bahwa Upin & Ipin tidak hanya populer di Malaysia, tetapi juga di negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Susanti juga menjadi bukti bahwa serial animasi dapat menjadi media untuk memperkenalkan budaya dan karakter dari berbagai negara. Melalui karakter Susanti, anak-anak Indonesia dapat belajar tentang budaya Malaysia, dan sebaliknya, anak-anak Malaysia dapat belajar tentang budaya Indonesia.
Kehadiran Susanti juga memberikan dampak positif terhadap hubungan Indonesia dan Malaysia. Serial animasi ini menjadi salah satu media yang dapat mempererat hubungan antar kedua negara melalui cerita dan karakter yang disajikan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051581/original/016118100_1677134088-161278196_728489364509279_1743616452774133653_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2807884/original/080299100_1558029169-WhatsApp_Image_2019-05-16_at_21.06.46.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)