Sukses

7 Ide Masakan Lezat untuk Dinikmati Bersama Keluarga Saat Idul Adha 2024

Idul adha atau hari raya kurban merupakan hari raya umat muslim yang identik dengan penyembelihan hewan kurban yang kemudian dagingnya diolah menjadi masakan yang nikmat untuk berkumpul bersama keluarga.

Liputan6.com, Malang Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan Idul Adha yang dikenal sebagai hari raya kurban. Pada hari tersebut, hewan-hewan seperti sapi, kambing, domba, dan unta disembelih sebagai bagian dari tradisi. Daging dari hewan-hewan tersebut kemudian didistribusikan kepada warga sekitar untuk dimasak menjadi hidangan lezat yang dinikmati bersama keluarga.

Ada berbagai resep masakan khas Indonesia yang menggunakan daging kurban sebagai bahan utamanya. Untuk mereka yang ingin mencoba variasi baru, berikut ini beberapa ide masakan yang lezat dan nikmat untuk bersantap bersama keluarga.

Berikut adalah beberapa pilihan hidangan yang dapat dinikmati saat berkumpul keluarga, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (16/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 13 halaman

Tongseng

Tongseng, biasanya dengan daging domba, juga bisa dengan daging sapi. Mirip gulai dengan rempah seperti jahe, cengkeh, kayu manis, pala, daun jeruk, dan serai. Untuk tampilan menarik, tambahkan kol, kubis, tomat, daun bawang, bawang goreng, dan emping. 

3 dari 13 halaman

Tengkleng

Hidangan khas Solo, seperti gulai kambing tetapi berkuah lebih encer dari tulang, daging, dan usus kambing dengan kuah santan berbumbu rempah. Bumbu mirip gulai, taburkan bawang goreng untuk cita rasa tambahan.

4 dari 13 halaman

Semur Daging

Makanan khas Betawi dengan kuah hitam pekat dari kecap dan rempah. Agar semakin nikmat, tambahkan bawang goreng dan emping saat penyajian.

5 dari 13 halaman

Nasi Kebuli

Nasi pedas-gurih dari Timur Tengah dengan cara memasak yang mudah. Dimasak dengan kaldu dan susu kambing, tambahkan daging kambing goreng, bawang putih, bawang merah, lada hitam, cengkeh, ketumbar, jinten, pala, kapulaga, kayu manis, dan minyak wijen. Sering disajikan dengan acar nanas atau sambal goreng hati.

6 dari 13 halaman

Rawon

Makanan khas Jawa Timur dengan kuah hitam dari buah kluwak, dimasak dengan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, lengkuas, jahe, serai, daun jeruk, dan daun salam. Tauge bisa ditambahkan. 

7 dari 13 halaman

Sate

Daging kurban seperti kambing atau domba dibumbui rempah, dibakar, dan disajikan dengan bumbu kacang serta kecap manis. Sate memiliki cita rasa lezat, pastikan daging dipanggang hingga matang.

8 dari 13 halaman

Rendang

Hidangan daging khas Sumatera Barat dengan rasa pedas dan kaya rempah, menggunakan santan. Dapat dibuat dari daging sapi atau kambing, disajikan basah atau kering. Pernah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia.

9 dari 13 halaman

Apakah Daging Kurban Boleh Diolah dan Dijual?

Daging yang sudah didistribusikan ini bisa dimanfaatkan atau dijual, baik dalam kondisi utuh maupun dalam bentuk olahan.

 

10 dari 13 halaman

Apakah Daging Kurban Boleh Dibagikan Lagi Setelah Dimasak?

Anda dapat membagi daging kurban dalam bentuk segar atau sudah dimasak terlebih dahulu. Pembagian daging kurban juga tidak harus dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah.

11 dari 13 halaman

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Merebus Daging Kurban?

Rebus daging selama lima menit, kemudian matikan api dan tutup pancinya dengan rapat.

12 dari 13 halaman

Bagaimana Cara Agar Daging Kurban Cepat Empuk?

Enzim bromelain dalam nanas memiliki kemampuan untuk melarutkan kolagen dalam daging sapi, membuat daging menjadi lebih lembut ketika dimasak. Caranya mudah, cukup rebus daging sampai mendidih, lalu tambahkan potongan nanas seukuran satu jari untuk setiap satu sampai dua kilogram daging.

13 dari 13 halaman

Apakah Daging Kurban Boleh Disimpan Lebih dari 3 Hari?

Terdapat sebuah hadits yang mengindikasikan larangan menyimpan daging kurban lebih dari 3 hari. Namun, para ulama menjelaskan bahwa hadits itu bersifat temporal dan telah dihapus oleh Rasulullah Muhammad SAW.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini