Sukses

FIFA Manipulasi Jumlah Penonton di Stadion Kosong dalam 4 Match Piala Dunia 2022?

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggara Piala Dunia 2022 Qatar dinilai menipu dan melebih-lebihkan jumlah penonton yang berada di sejumlah stadion di Qatar. 

Laporan ini pertama diungkap reporter New York Times, Tariq Panja. Ia membagikan foto kepadatan penonton di Stadion Al Bayt saat pertandingan Maroko dengan Kroasia sebagai pembuka Grup F, yang ia deskripsikan sebagai 'setengah kosong'.

"Penggemar Maroko membuat suara meriah di Al Khor meskipun stadion masih setengah penuh atau kosong untuk pertandingan ini," tulis Tariq Panja dalam cuitan.

"Mungkin penyelenggara mengalami kesulitan dalam hal akomodasi dan membiarkan penggemar yang tidak memiliki tiket masuk,” Panja menambahkan. 

Kendati demikian, tidak lama kemudian FIFA mengklaim ada 59.407 suporter yang hadir di stadion berkapasitas maksimal 60.000 orang itu.

"Bukan (59.407), kecuali ada beberapa orang kecil, kecil sekali yang duduk di ribuan kursi kosong itu," sindir Panja.

Cuitan tersebut menyusul fenomena yang mengklaim bahwa ribuan penggemar berada di dalam stadion lebih banyak daripada yang bisa ditampung pada dua hari pembukaan.

Mengutip Fox Sport, Jumat (25/11/2022), kerumuman resmi yang diumumkan untuk empat pertandingan pembuka adalah 67.372 untuk Qatar vs Ekuador di stadion dengan total kapasitas Stadion Al Bayt 60.000 kursi. 

Lebih lanjut, FIFA mengungkap, ada 45.334  penonton untuk pertandingan Inggris vs Iran di Stadion Internasional Khalifa yang berkapasitas maksimum 40.000 kursi. Ada klaim sekitar 43.418 orang untuk pertandingan Amerika Serikat vs Wales di Stadion Ahmad Bin Ali yang berkapasitas maksimum 40.000 penonton. 

Tapi, pernyataan-pernyataan tersebut tidak sejalan dengan bukti bahwa di tiap pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar terdapat banyak bagian kursi kosong di tribun.

**Liputan6.com bersama BAZNAS bekerja sama membangun solidaritas dengan mengajak masyarakat Indonesia bersedekah untuk korban gempa Cianjur melalui transfer ke rekening:

1. BSI 900.0055.740 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)2. BCA 686.073.7777 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

2 dari 4 halaman

Masalah di Stadion

Beredar informasi, tiga pertandingan awal Piala Dunia dinilai kurang memuaskan. Pertandingan pembuka antara Qatar dan Ekuador adalah pertandingan yang sangat tidak sesuai, dengan negara tuan rumah yang terlihat benar-benar tidak mampu bermain di level ini. 

Disusul pertandingan Inggris melawan Iran dianggap jadi pertandingan yang berat sebelah. Sementara Belanda vs Senegal adalah pertandingan yang ketat, namun dinilai kurang seru.

Saat itu, para penggemar Inggris dilaporkan mengalami masalah untuk masuk ke stadion saat pertandingan dimulai. Aplikasi yang digunakan untuk mengecek tiket penonton dilaporkan mengalami kerusakan saat pertandingan dimulai. Setidaknya para penggemar itu akhirnya bisa masuk, dan banyak yang tampaknya memilih untuk tidak menonton turnamen.

Pertandingan yang menampilkan tuan rumah adalah pemandangan yang harus dilihat, dengan ribuan penduduk setempat meninggalkan stadion saat jeda babak pertama karena tim mereka sudah tertinggal beberapa gol. Pada saat peluit akhir berbunyi, lapangan terisi kurang dari seperempat penuh.

3 dari 4 halaman

Belanda vs Senegal Kosong

Sebelum turnamen, Belanda vs Senegal dipandang sebagai salah satu pertandingan grup yang lebih menarik. Akibatnya, kita memperkirakan akan ada banyak penonton yang hadir pada hari itu. Namun, hal itu tidak terjadi. Gambar-gambar televisi dan komentar dari mereka yang hadir memperjelas bahwa ada banyak sekali kursi kosong di Stadion Al Thumama.

Hal tersebut adalah kali keempat FIFA mengumumkan kehadiran palsu setelah tiga pertandingan awal sebelumnya. Tentu saja, alasan rendahnya jumlah penggemar yang melakukan perjalanan ke Qatar benar-benar dapat dimengerti. 

Para suporter tidak datang bukan hanya karena masalah kemanusiaan yang terkait dengan penyelenggaraan turnamen di negara tersebut. Tetapi harga tiket pesawat, akomodasi, dan fasilitas lainnya juga telah mengakibatkan mereka tidak dapat datang langsung ke Qatar.

4 dari 4 halaman

Bukti-Bukti Kekosongan Kursi

Kekosongan-kekosongan kursi penonton di setiap pertandingan dibuktikan oleh beberapa penonton bahkan jurnalis yang hadir ke setiap pertandingan yang ada.

Dari foto-fotonya terlihat jelas bahwa kursi stadion memang tidak terisi penuh, berbeda dengan apa yang dilaporkan FIFA bahwa kursi penonton melebihi kapasistas stadion dalam 4 pertandingan terakhir. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.