Sukses

Waspada, 7 Makanan Ini Ternyata Bisa Merusak Ginjal

Liputan6.com, Jakarta - Ginjal menjadi salah satu bagian tubuh yang berperan penting bagi tubuh individu karena memiliki fungsi membuang limbah melalui urin, memproduksi hormon, dan menyaring racun ekstra dalam darah tidak semua makanan dapat diterima ginjal dengan baik.

Hal itu menjadi salah satu alasan kita harus merawat ginjal dengan baik dan selalu menjaga kesehatannya. Karena makanan yang salah, tentu bisa merusak fungsi ginjal. 

Ketika fungsi ginjal tidak optimal, maka kesehatan tubuh secara keseluruhan akan ikut terganggu. Hal ini karena darah yang mengalir ke seluruh bagian tubuh tercemar oleh zat kotor yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh.

Nah, penasaran apa saja makanan yang bisa merusak ginjalmu? Berikut ulasannya seperti melansir dari Brightside, Selasa (6/1/2020).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 8 halaman

1. Alpukat

Alpukat memang terkenal dengan bergam kualitas gizinnya. Meski begitu, alpukat tetap berbahaya untuk ginjal karena buah ini memiliki tingkat kalium yang sangat tinggi.

Selain itu, terlalu banyak kalium dalam darah dapat menyebabkan masalah serius. Seperti keram otot, dan detak jantung yang tidak teratur.

 

3 dari 8 halaman

2. Daging

Makan terlalu banyak daging dapat menyebabkan masalah ginjal karena protein hewani bisa sangat sulit untuk dimetabolisme, membuat eliminasi produk limbah menjadi beban bagi ginjal.

Pola makan yang kaya protein hewani juga bisa memicu berkembangnya batu ginjal. Daging memiliki jumlah purin yang tinggi yang merangsang produksi asam urat, yang merupakan salah satu penyebab umum batu ginjal.

4 dari 8 halaman

3. Garam

Jika makan terlalu banyak garam, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menghilangkan kelebihan natrium, sehingga mereka mulai menahan air yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Supaya ginjal  tetap sehat, kamu bisa menambahkan bumbu dan rempah ke dalam makananmu alih-alih menyalahgunakan garam. Kamu juga bisa mengurangi konsumsi makanan olahan dan kemasan, seperti sop kalengan atau sayuran, pizza beku, dan saus salad, karena biasanya mengandung banyak garam.

5 dari 8 halaman

4. Pisang

Batasi konsumsi beberapa makanan seperti pisang, karena mereka memiliki tingkat kalium yang sangat tinggi, yang bisa berbahaya bagi mereka yang ginjalnya tidak berfungsi dengan baik.

Orang dewasa yang sehat harus memiliki asupan 3.500-4.700 mg kalium setiap hari dari makanan dan rata-rata pisang (150 g) sudah mengandung 537 mg. Namun, jika mengidap penyakit ginjal, asupan kalium harus lebih rendah karena tubuh kita tidak dapat menyaring kelebihan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

6 dari 8 halaman

5. Susu

Meskipun produk susu kaya akan vitamin dan nutrisi, terlalu banyak susu, yogurt, dan keju dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

Ini bisa terjadi karena tingginya jumlah fosfor yang terkandung dalam makanan ini yang mungkin memberi tekanan pada ginjal.

7 dari 8 halaman

6.Roti Gandum

Roti gandum memang sehat dan bergizi, tetapi dimakan dalam jumlah besar dan terutama oleh individu dengan masalah ginjal, itu bisa membahayakan ginjal bahkan lebih. Penyebabnya adalah tingginya jumlah fosfor dan kalium yang termasuk dalam jenis roti ini.

Satu potong roti gandum mengandung 70 mg potasium dan 57 mg fosfor, dibandingkan dengan satu potong roti putih, yang masing-masing hanya 25 mg.

8 dari 8 halaman

7. Jus Jeruk

Satu jeruk mengandung 240 mg potasium, dan satu cangkir jus jeruk dapat mengandung sekitar 470 mg. Sementara jeruk dan jus jeruk rendah kalori dan kaya vitamin C, mereka juga mengandung kadar kalium yang tinggi.

Mengingat angka-angka ini, konsumsi jeruk dan jus jeruk harus dibatasi, terutama ketika tidak memiliki ginjal yang berfungsi dengan baik. Jika mereka tidak dapat menghilangkan kelebihan kalium dari darah, ini bisa sangat berbahaya bagi tubuh.

Penulis:

Ayu Ester Simanjuntak 

Politeknik Negeri Jakarta

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS