Sukses

Manfaatkan Teknologi, Samsung Hadirkan Ruang Kelas Digital Pertama di Bangka

Liputan6.com, Jakarta Samsung Electronics Indonesia terus secara aktif mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagai salah satu perwujudannya, Samsung membuat program Samsung Smart Learning Class (SSLC) yaitu ruang kelas berbasis digital yang ditujukan kepada siswa tingkat SMA.

Sekolah pertama yang berkesempatan memperoleh program ini ialah SMA Santo Yosef Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Keberadaan SSLC di SMA Santo Yosef diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal baik oleh para murid dan guru untuk meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ennita Pramono selaku Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia.

"Samsung berharap dengan adanya program ini siswa menjadi lebih mudah dan senang untuk belajar," ujarnya saat acara serah terima penggunaan ruangan SSLC pada Kamis (21/11).

Rupanya program ini juga telah sejalan dengan program pemerintah dalam hal digitalisasi sekolah.

"SSLC juga telah sejalan dengan program pemerintah dalam pelaksanaan digitalisasi sekolah yaitu mengoptimalkan peran teknologi dalam dunia pendidikan," tambahnya.

Tentu saja program ini sambut baik oleh kepala sekolah SMA Santo Yosef sendiri, Frans S.Pd.Ekop. Menurutnya hal ini dapat membantu mempercepat proses belajar siswa.

"Kehadiran Samsung Smart Learning Class ini tentunya membantu mempercepat proses pembelajaran dan lebih menyenangkan bagi anak didik kami. Kami berharap adanyanya kelanjutan dari program ini," ungkap Frans, S.Pd.Ekop, Kepala Sekolah SMA Santo Yosef.

2 dari 4 halaman

Fasilitas Gadget

Ruangan SSLC yang berada di lantai 2 SMA Santo Yosef ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti Galaxy tab A with S Pen, Samsung Smart TV, Samsung AC, dan WLAN. Pada perangkat Galaxy Tab A yang akan digunakan langsung oleh siswa ini telah dicantumkan beberapa materi pembelajaran mulai dari Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi.

Selain konten pembelajar, terdapat pula manajemen sistem pembelajaran bernama myschool di mana guru bisa mengontrol apa saja yang akan disampaikan kepada para murid.

Sebelum program ini berjalan, Samsung memberikan pelatihan kepada para pendidik di SMA Santo Yosef terkait penggunaan fasilitas gadget. Pelatihan tersebut mulai dari penggunaan gadget, pemanfaatan aplikasi digital, serta pengenalan materi-materi pembelajaran yang telah ditanamkan pada gawai tersebut.

3 dari 4 halaman

Belajar lebih mudah

Tim Liputan6.com berkesempatan melihat secara langsung proses belajar siswa menggunakan fasilitas SSLC di SMA Santo Yosef pada Kamis (21/11). Dalam prosesnya, siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk kemudian bersama-sama menggunakan gawai dalam kegiatan belajarnya. Seorang siswa kelas X bernama Marcello mengaku dengan adanya fasilitas gawai khususnya tab ini, memudahkan dirinya dan teman-teman ketika belajar.

"Sekarang belajarnya lebih gampang dan lebih cepat karena nggak perlu menggambar kurva pakai penggaris lagi," ujar Marcello.

Hal senada juga diunggapkan oleh seorang guru matematika bernama Damayanti.

"Tentunya proses belajar mengajar lebih mudah ya, anak-anak juga jadi lebih senang karena menggunakan gadget," katanya.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Smartphone 5G Sumbang 5 Persen untuk Segmen Premium Per Q3 2019
Artikel Selanjutnya
Galaxy S9 Dapat Android 10 Beta Fase 2 Pekan Depan