Sukses

5 Jenis Karangan yang Wajib Diketahui Para Calon Penulis

Liputan6.com, Jakarta Waktu kecil, kamu tentu pernah mendengar cerita tentang Cinderella, Bawang Merah Bawang Putih, dan berbagai jenis karangan dongeng lainnya. Sebuah cerita karangan dongeng bisa diceritakan secara langsung, dituturkan oleh orang yang mengetahui ceritanya serta bisa juga dituliskan. 

Karangan tertulis inilah yang bisa kamu baca di buku-buku dari dulu sampai sekarang.

Bagi sebagain orang menulis karangan adalah sebuah proses yang menyenangkan. Enggak cuma pas untuk menyampaikan isi hati, kamu juga bisa menggunakan karangan untuk mengungkapkan pendapat serta mencurahkan isi hati dengan mebuat karangan tulisan. Sebuah karangan biasanya terdiri dari beberapa paragraf. Paragraf sendiri adalah karangan yang terdiri dari beberapa kalimat dengan pikiran utama dan pikiran pendukung. Paragraf juga bisa diartikan sebagai seperangkat kalimat yang terdiri atas satu kalimat pokok dan beberapa kalimat penjelas.

Kumpulan dari beberapa paragraf akan membentuk suatu karangan yang bisa dinikmati banyak orang. Karangan sendiri mempunyai beberapa jenis. Berikut Liputan6.com rangkum beberapa jenis karangan yang harus kamu ketahui, Kamis (21/3/2019).

2 dari 6 halaman

1. Karangan ilmiah

Karangan ilmiah adalah sebuah hasil tulisan yang diperoleh pengarang melalui pengamatan dan penelitian terlebih dulu. Jenis karangan ini mengharuskan seseorang melakukan penelitian yang sesuai dengan bidang keahlian tertentu yang dimiliki oleh pengarang. Hal tersebut dikarenakan, bahwa karangan ilmiah ditujukan untuk pembaca agar dapat memetik informasi akurat perihal topik karangan.

Jenis karangan ilmiah ini memiliki tujuan diantaranya adalah memberikan penjelasan serta informasi, mengungkapkan saran dan komentar serta kritik. Dalam fungsinya yang lain karangan ilmiah bertujuan sebagai pembuktian hipotesa atas sebuah teori yang sedang dijadikan acuan penelitian.

Jenis karangan ilmiah ini terdiri dari skripsi, tesis, dan disertasi yang dikarang melalui penyusunan dan  harus menggunakan kaidah baku serta dapat dipertanggungjawabkan perihal isi dan hasil penelitiannya.

3 dari 6 halaman

2. Karangan semi ilmiah

Karangan semi ilmiah merupakan jenis karangan yang mengandung sebagian fakta dan sebagian lagi berupa fiksi. Karangan semi ilmiah ditulis dengan bahasa yang non formal karena penyusunannya tidak mengikuti aturan secara baku. Karangan ini disarankan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh umum agar bisa sampai pesan dari penulisnya.

Contoh jenis karangan ini antara lain, hikayat, resensi, feature, cerita singkat atau anekdot, editorial, opini, resensi dan lainnya.

4 dari 6 halaman

3. Karangan narasi

Karangan narasi adalah suatu bentuk karya tulis yang berupa serangkaian peristiwa baik fiksi maupun non fiksi yang disampaikan sesuai dengan urutan waktu yang sistematis dan logis. Secara sederhana jenis karangan ini dikenal sebagai cerita.

Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik.

Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.

Jenis karangan narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif.

Contoh jenis karangan narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam. Jenis karangan narasi memiliki pola secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.

a. Awal jenis karangan narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.

b. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.

c. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

5 dari 6 halaman

4. Karangan deskripsi

Deskripsi adalah jenis karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa,atau mendengarkan hal tersebut.

Jenis karangan deskripsi ini akan mengambarkan atau menceritakan kejadian dengan rinci dan jelas. Sehingga gambaran tentang karangan tersebut benar-benar lengkap.

Ciri jenis karangan deskripsi yaitu, objek pembicaraan diperoleh melalui pengamatan bentuk secara teliti, dan yang diperhatikan adalah lebih kepada perasaan daripada logika serta selalu melibatkan panca indera pembacanya.

6 dari 6 halaman

5. Karangan eksposisi

Jenis karangan eksposisi ini sering digunakan untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah,cara atau proses kerja.

Jenis karangan eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Langkah-langkah dalam menyusun jenis karangan eksposisi adalah menentukan topik atau tema, lalu menetapkan tujuan, mengumpulkan data dari berbagai sumber serta menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih.

Contoh topik yang bisa disebut dengan jenis karangan eksposisi seperti manfaat kegiatan ekstrakurikuler, peranan majalah dinding di sekolah dan sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.

Loading
Artikel Selanjutnya
Aneka Jenis Pupuk dan Fungsinya Masing-masing, Perlu Diketahui
Artikel Selanjutnya
Fungsi Mikroskop, Bagian, dan Cara Merawatnya Agar Tetap Awet