Sukses

3 Jenis TOEFL yang Wajib Kamu Ketahui Biar Enggak Salah Kaprah

Liputan6.com, Jakarta Untuk kamu yang berniat masuk ke perguruan tinggi luar negeri tentu tidak asing lagi dengan TOEFL. TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris. Biasanya hasil tes TOEFL dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan berbahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke perguruan tinggi tersebut.

Jika nilai TOEFL-mu tidak sesuai dengan target maka kamu mungkin saja kamu tidak bisa masuk ke perguruan tinggi tersebut. Pada beberapa perusahaan, TOEFL juga dijadikan syarat untuk proses perekrutan karyawan.

Namun, sayangnya hingga saat ini masih banyak orang yang bingung tentang jenis TOEFL. Nah, apakah kamu termasuk salah satunya? Jika iya, yuk langsung simak saja beberapa jenis TOEFL di bawah ini. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber jenis TOEFL, Minggu (17/3/2019).

2 dari 4 halaman

Bagian tes TOEFL

Umumnya ada empat jenis TOEFL yaitu PBT (Paper Based Test) ,CBT (Computer Based Test), IBT (Internet Based Test). Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:

- Listening comprehension,

- Grammar structure and written expression,

- Reading comprehension,

- Writing.

Pada tahap reading kamu harus mencermati bacaan kemudian menjawab pertanyaan setelahnya. Terdapat 3 sampai 5 teks dengan masing-masing teks sekitar 700 kata.

Dalam tahap listening, kamu diuji kepekaan telinganya untuk mendengarkan teks bahasa Inggris. Dalam tahap ini ada 2 jenis soal yaitu narasi berupa informasi dan percakapan dalam kehidupan sehari-hari antara dua orang bisa murid, staf perguruan tinggi ataupun guru.

Setelah mendengarkan, jawablah pertanyaan tersebut dalam waktu yang ditentukan. Dalam tahap ini dibagi menjadi beberapa bagian, masing-masing bagian berlangsung selama 10 menit.

Selain itu, Salah satu bagian dari tes TOEFL adalah Structure dan Written Expression. Pada bagian ini akan menguji mengenai Grammar dan tata bahasa.

Tahap terakhit ialah tahap writing. Dalam tahap ini peserta membaca sebuah bacaan bertema akademis dan kemudian mendengarkan sebuah diskusi yang memiliki tema yang sama.

Kemudian, peserta akan menulis sebuah kesimpulan mengenai poin-poin penting dari apa yang didengar dan menjelaskan hubungannya dengan apa yang ia baca. Sesi ini biasanya berlangsung selama 50 menit.

3 dari 4 halaman

Jenis TOEFL

1. PBT TOEFL

Jenis TOEFL PBT adalah jenis TOEFL yang sering ditemukan dalam beberapa lembaga les ataupun perusahaan. Tes ini merupakan sistem tes pertama yang dikeluarkan oleh ETS. Educational Testing Service yang menyelanggarkan ujian TOEFL tersebut, kantornya bertempat di Amerika Serikat.

Dalam tes ini menggunakan lembar jawaban berupa kertas. Mengikuti tes ini, kamu seperti mengikuti tes biasa, yakni hadir di tempat dan mengerjakan soal yang dicetak. Bentuk soalnya sendiri berupa pilihan ganda. Durasi pengerjaan PBT ini kurang lebih 3 jam. Rentang skor tes TOEFL jenis ini antara 310-667. Nah, jika kamu akan mengikuti tes ini, jangan lupa untuk membawa alat tulis.

2. CBT TOEFL

Jenis TOEFL, Computer Based Testing adalah tes yang menggunakan media komputer. Skor penilaian model ini berada pada kisaran 0-300. Tes ini sudah diadakan sejak tahun 1998. Kemampuan yang diujikan meliputi listening, structure, reading dan writing, dengan waktu pengerjaan antara 2-2,5 jam. Namun, sayangnya tes CBT saat ini sudah tidak terlalu digemari karena mulai digantikan dengan tes IBT.

3. IBT TOEFL

Sesuai dengan namanya Internet Based Testing, maka tes ini melalui koneksi internet. Tes ini mulai menggeser CBT, skor penilaian model ini berada pada kisaran 0 -120 dengan durasi pengerjaan tes adalah 4 jam.

Di Indonesia, IBT TOEFL baru mulai diberlakukan sejak tahun 2006. IBT mengukur keempat keterampilan berbahasa (Listening, Reading, Speaking dan Writing) bagi mereka yang mengikuti tes TOEFL ini.

 

4 dari 4 halaman

Tips tes TOEFL

1. Berlatih tes TOEFL

Langkah pertama untuk mengikuti tes TOEFL ialah rajin berlatih. Kamu bisa membeli Buku TOEFL sebagai bukumu untuk belajar dalam rangka persiapan tes. Dengan membeli buku TOEFL. Kamu akan paham dan mengerti tentang tes TOEFL secara menyeluruh. Di buku, kamu juga bisa melatih speaking, writing, listening, dan reading. TOEFL preparation, english listening test.

Selain membeli buku, dengan kemajuan teknologi saat ini, kamu juga bisa belajar melalui beberapa aplikasi yang bisa kamu unduh di gawai kamu, seperti aplikasi TOEFL Preparation atau English Listening Test dan lain-lain.

2. Atur Waktu

Waktu juga hal penting lain saat mengikuti tes TOEFL Maka, sebaiknya buat waktumu seefektif mungkin. Saat tes mendengarkan (listening test), maka sebaiknya fokus pada hal-hal penting yang disampaikan. Saat tes membaca, maka langsung lihat daftar pertanyaan yang tertera, sehingga dapat mempersingkat waktu. Contoh strategi ini bisa membantumu menghemat waktu mengerjakan soal TOEFL.

3. Catat Skor

Catatlah skor yang kamu dapatkan dari mengerjakan soal TOEFL dan waktu yang dihabiskan, lalu perhatikan nilai yang kamu dapatkan, apakah menurun atau tidak. Perhatikan juga kelemahanmu pada tipe soal seperti apa dan cari tahu cara mengatasinya.

Loading