Sukses

Aksi Wanita Mandikan Anjing di Wastafel Toilet Umum Ini Tuai Kritikan Netizen

Liputan6.com, Jakarta Baru-baru ini, sebuah rekaman video mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut merekam aksi wanita memandikan anjingnya di salah satu wastafel di toilet umum Rest Area, Tapah, Malaysia.

Seperti Liputan6.com lansir dari Siakapkeli, Selasa (12/2/2019), video yang diunggah ke Facebook itu menuai kritikan tajam dari netizen. Ya hal itu dikarenakan sang wanita yang mandikan anjingnya tersebut tidak paham aturan.

2 dari 3 halaman

Aksi Wanita Mandikan Anjing di Wastafel Toilet Umum

R&R Tapah.. Toilet wanita.. boleh nampak kat ctu BILIK LAMPIN ‼️ bukan rakam saja.dah tegur dah sound.even cleaner tu pn dh halang dr awal. so stupid la.

Posted by Farah Shafiza on Friday, 8 February 2019

Video yang direkam oleh pengguna Facebook bernama Farah Shafiza itu diunggah pada Jumat (9/2/2019) kemarin. Farah mengunggah video tersebut agar menjadi pelajaran bagi lainnya untuk mematuhi aturan.

Pengguna Facebook tersebut juga melaporkan hal tersebut ke pihak berwenang disertai bukti video tersebut. Hal itu dilakukan karena sudah ada peringatan di Rest Area bahwa hewan peliharaan tidak diizinkan masuk kawasan tersebut.

3 dari 3 halaman

Demi Kenyamanan Semua Orang

Alhamdulillah syukur! respon dr Plus Malaysia td.. tanggungjawab sy sbg rakyat malaysia, muslim telah dilaksanakan. so...

Posted by Farah Shafiza on Sunday, 10 February 2019

Farah Shafiza mengatakan dalam postingan di akun Facebooknya, berterimakasih kepada pihak PLUS Malaysia yang langsung meninjaklanjuti. Pihak dari PLUS Malaysia langsung menerjunkan orang ke lokasi agar membersihkan tempat yang dijadikan tempat mandi anjing.

Pihak PLUS Malaysia juga berterimakasih atas laporan dari Farah. Mereka menghimbau agar orang lain menghormati agama lain dan menjaga kenyamanan semua orang.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pilihan Topping Pizza Bisa Cerminkan Kepribadianmu, Ini Penjelasannya
Artikel Selanjutnya
Jerawatan dan Mood Swing? Ini 5 Cara Alami Seimbangkan Hormon