Sukses

Bertarif Ratusan Juta, Ini Negara yang Tawarkan Jasa Pelayat Profesional

Liputan6.com, Ghana - Ada banyak jenis pekerjaan unik yang ternyata bertarif sangat menjanjikan. Seperti pekerjaan pelayat profesional di Ghana ini. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa di Ghana ada ritual pemakaman yang merupakan gambaran rasa kehilangan pada seseorang yang meninggal dunia. Meratap dan menangis merupakan bagian terpenting dari ritual tersebut.

Seorang pelayat profesional bernama Ami Dokli mengakui bahwa jasanya sering disewa untuk menangisi kepergian keluarga kliennya yang meninggal. Tak sendiri, Ami Dokli biasa melakukan pekerjaan uniknya bersama tim. Dirinya mengaku bukan hal yang mudah untuk menangisi dan meratapi kepergian orang lain.

Itulah yang menyebabkan dia memasang tarif yang cukup mahal. Semakin besar ritual pemakamannya, semakin mahal tarif ratapan dan tangisannya. Ya, ritual pemakaman di Ghana bisa dibilang merupakan acara yang membutuhkan dana besar.

Tak tanggung-tanggung, ritual ini bahkan bisa mencapai antara US$15.000 sampai US$20.000 atau setara dengan Rp 216 juta hingga Rp 288 juta. Sudah menjadi hal yang biasa, ritual pemakaman di Ghana ini melibatkan banyak sekali pelayat profesional yang bertugas meratap dan menangis.

2 dari 2 halaman

Tarif Khusus

Menurut Madam Awo Yaadonkoh, pemimpin Asosiasi Pelayat Profesional Kumasi, kehadiran pelayat profesional ini bahkan bisa membantu yang keluarga yang berduka untuk mengumpulkan lebih banyak uang dari para pelayat biasa.

"Semakin keras dan dramatis kami meratap dan menangis, semakin banyak uang yang disumbangkan kepada yang berduka," tambah dia.

Tak hanya itu, Yaadonkoh bahkan menyesuaikan tarifnya dengan berbagai gaya meratap dan mengaisnya. Jadi setipa pelanggan bisa memilih sesuai kemampuan finansial yang mereka miliki.

Reporter:

Sugiono

Sumber: Dream.co.id

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Pemakaman Tak Biasa di Dunia, Dua di Antaranya dari Indonesia
Artikel Selanjutnya
Top 3: Tidak Menangis, Pelayat yang Datangi Pemakaman Ini Malah Tertawa