Sukses

Usai Operasi Kanker Payudara, Wanita Ini Rayakan dengan Foto Telanjang

Liputan6.com, Jakarta Banyak cara yang dilakukan orang setelah sembuh dari penyakit. Mulai dari syukuran, tradisi buang sial, bahkan sampai melakukan hal-hal unik dan berbeda dari kebanyakan orang. Salah satunya seperti dilakukan Sharon Donnelly, wanita berusia 54 tahun yang berjuang sembuh dari kanker payudara yang menggerogotinya selama ini.

Sharon kini berhasil selamat dari kanker yang ada di salah satu payudaranya dengan operasi pengangkatan payudara, namun karena takut kankernya balik lagi, ia pun mengoperasi kembali gunung kembar lain miliknya, setelah semua selesai dan dadanya menjadi rata, ia pun melakukan sesi foto telanjang untuk menunjukkan ke banyak orang bahwa wanita tanpa payudara juga bisa terlihat cantik.

Melansir Metro, awalnya sempat terjadi penolakan dari dokter saat ia meminta operasi payudara kedua, karena berdasarkan pemeriksaan, payudara satunya sehat. Tetapi setelah banyak meyakinkan dan menulis surat sembilan halaman kepada dokternya, Sharon akhirnya mendapatkan ahli bedah untuk melakukan operasi lanjutan. Ahli bedah itu malah menyatakan menemukan jaringan kanker di payudaranya yang tersisa.

“Setiap kali kamu melihat ke bawah dan melihat satu payudara di sana, kamu pikir kanker itu akan kembali. Pikiran itu tidak akan pernah meninggalkanmu,” kata Sharon.

 

 

2 dari 2 halaman

Bahagia Setelah Payudaranya Diangkat

Sharon mengatakan bahwa menjalani operasi memungkinkannya menikmati saat-saat terakhir bersama suaminya, John, yang meninggal pada Maret lalu.

"John berjuang untuk saya dan saya sangat bersyukur karena bisa pulih dan kami memiliki waktu kebersamaan selama sembilan bulan terakhirnya,” jelasnya.

Setelah kedua payudaranya disingkirkan, Sharon merasa tenang dan membiarkan dia merasa nyaman dengan tubuhnya lagi.

"Yang paling membebaskan dari semuanya adalah aku belum memikirkan tentang kanker lagi sejak itu,” terang Sharon.

Sharon berharap dengan fotonya tersebut, selain menunjukkan kepada wanita lain bahwa mereka tidak membutuhkan payudara untuk merasa cantik, berbagi kisahnya akan mempermudah wanita yang hidup dengan kanker payudara untuk melakukan operasi pengangkatan daripada rekonstruksi.

“Ada begitu banyak wanita yang ingin payudaranya diangkat dan mereka harus berjuang untuk meyakinkan ahli bedah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia sempat merasa kesal dan marah karena dirinya pernah melalui masa itu. Kini ia tidak akan marah untuk dirinya lagi, tetapi wanita lain yang masih melewatinya, seharusnya tidak mengalami nasib sama seperti yang dialaminya.

Penulis:

Dhita Koesno

**Jadilah bagian dari Forum Liputan6.com dengan mengirimkan artikel unik dan terkini melalui email Forum@liputan6.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: