Sukses

Tangis Bahagia Penderita Demensia Saat Diberi Boneka Bayi

Liputan6.com, Jakarta - Sandy Cambron tengah mencari cara untuk menyebarkan sedikit cinta di sebuah rumah jompo di Kentucky pada Hari Valentine. Ia membawa hadiah istimewa untuk penghuni panti jompo itu: boneka bayi.

Sandy kehilangan ibu mertuanya, Pearl, pada tahun 2008 karena penyakit Alzheimer dan boneka bayi amat membantu wanita tua itu melewati hari-hari terakhirnya. Sang ibu mertua bahkan dikuburkan bersama boneka bayi itu.

Sandy dan suaminya, Wayne, pun kemudian memutuskan untuk menyumbangkan boneka-boneka bayi dengan harapan akan memberikan kegembiraan pada pasien. Seperti apa yang terjadi pada sang ibu mertua.

"Melihat mereka memeluk boneka itu dan berkata: terima kasih, terima kasih. Itu benar-benar membuat saya sangat gembira," kata Sandy kepada People.

Wanita itu berharap, pemberiannya dapat memberikan perbedaan pada hidup para penghuni panti jompo itu. Saat mereka meninggalkan panti jompo, ia bahkan bisa melihat beberapa orang lansia yang duduk dalam lingkaran di atas kursi roda masing-masing sambil membandingkan bayi masing-masing.

"Bahkan ada beberapa dari mereka yang akhirnya mau keluar dari kamar mereka sekarang. Itu tidak bisa dipercaya," ujar dia.

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sandy mengatakan bahwa ia dan suaminya telah memberikan setidaknya 200 boneka selama beberapa tahun terakhir. Mereka pun memutuskan menamai proyek tersebut "Pearl's Memory Babies." Pasangan suami istri itu bahkan telah membuat laman GoFundMe bagi yang ingin menyumbangkan uang atau boneka.

"Kami tak menyangka bahwa sebuah boneka bisa menjadi sangat berharga bagi mereka. Kami hanya ingin mencoba membuat hari-hari terakhir mereka menyenangkan," pungkas Sandy.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Skandal 'Pabrik Bayi', Anak Konglomerat Titip Sperma ke 13 Wanita Thailand
Artikel Selanjutnya
Marissa Nasution Gagal Punya Bayi Kembar