Sukses

Kunci Sukses Joh Juda Memulai Bisnis Start Up di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Peran media sosial menjadi penting untuk mendukung perkembangan bisnis start up yang sedang dirintis. Saat merintis bisnis start up, media sosial dapat digunakan untuk media promosi. Namun, medsos juga dapat digunakan untuk melihat perilaku masyarakat dan membuatnya efektif untuk dijadikan bahan acuan mendapatkan ide dari bisnis start up yang akan dibangun.

Pada dasarnya, ide utama dari bisnis start up adalah dapat memberikan solusi dari permasalahan yang dijumpai masyarakat. 

"Ditemukan tiga masalah utama dalam membangun start up, yang pertama tim, validasi ide dan speed,” ujar Joh Juda, Head Of Digital Analyst di perusahaan GDILab.com.

Joh Juda hadir sebagai pembicara dalam acara Friday Talk Liputan6.com yang bertempat di Studio Liputan6.com, SCTV Tower, Jakarta Selatan.

Dalam acara ini, Juda berbagi tips efektif dalam menggunakan media sosial untuk membangun dan mengembangkan bisnis start up. Dia juga menjawab pertanyaan netizen terkait pentingnya peran media sosial untuk mengembangkan bisnis. Berikut petikan sesi tanya jawab Joh Juda dalam acara Friday Talk Liputan6.com:

Bagaimana solusi untuk permasalahan tim?

Kegagalan dari founder waktu mencari tim adalah susah untuk mengkomunikasikan idenya. Jadi masalahnya ada di komunikasi. Jika kita tidak bisa yakinkan partner kita, bagaimana kita bisa yakinkan orang lain

Apa sih maksud dari permasalahan validasi ide?

Contohnya begini, kita bikin sebuah air conditioner yang remotenya bisa terbang itu keren banget! Tapi masalahnya apakah itu jadi solusi dari sebuah masalah? Kan tidak. Kita lihat perusahaan start up besar saat ini, mereka memecahkan sebuah masalah seperti transportasi, kemudian mesin pencari, itu membantu orang. Bisa jadi apa yang merupakan masalah kita, justru bukan masalah bagi orang lain.

Bagaimana solusi dari permasalahan speed?

Ini penting banget. Semua orang punya ide dan ide itu murah, eksekusinya yang mahal. Kalau kita bergerak lambat, orang lain akan punya ide lebih bagus, karena gampang.

Berapa persen start up yang menggunakan media sosial dengan baik?

Kalau dengan baik, bisa dilihat mana yang berhasil. Sedikit sekali, karena masih banyak orang-orang kita main di media sosial tapi masih tuna data. Orang yang nggak bisa akses data dan baca data. Simak kelanjutan artikel dengan mengeklik tautan berikut ini.

Penulis:

Dimas Pamungkas - Universitas Pancasila

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya yang sedang populer: Viral, Polisi Ganteng Nge-Rap Lagu Tahu Bulat. Yuk, berbagi di Forum Liputan6.