Sukses

6 Fakta Menarik Tentang Pekerja Jakarta

Citizen6, Jakarta Jakarta, tak bisa dipungkiri masih punya daya tarik yang memukau bagi orang-orang yang mau berkarir. Jakarta sebagai pusat bisnis dan pusat budaya masih menjadi tujuan impian mereka yang berasal dari daerah atau Negara lain.

Jakarta ibarat lampu terang-benderang yang memikat laron-laron untuk datang, namun bagi mereka yang tak mengetahui fakta sebenarnya, mereka akan tewas terpanggang.

Namun banyak yang tidak mempedulikan, mereka tetap nekat mengadu nasib di Jakarta. Banyak yang sukses namun lebih banyak yang gagal menggampai mimpinya.

Para pekerja di Jakarta, mempunyai karakter yang berbeda dengannd pekerja di kota lain. Berikut 10 fakta menarik tentang pekerja Jakarta yang belum pernah Anda ketahui:

1. Tak bisa lepas dari gadget

Rasanya banyak yang pernah mengalaminya, di mana dan kapan pun tak bisa lepas dari gadget-nya. Ketika makan, ketika bertemu teman-teman, ketika menyetir, ketika membonceng sepeda motor beberapa pekerja Jakartans matanya selalu lebih focus ke layar monitor.

Mereka sangat aktif di social media. Memposting nyaris semua informasi yang mereka punya. Karena itu beberapa waktu lalu Jakarta dinobatkan sebagai kota yang paling banyak mengakses Twitter.

1 dari 6 halaman

2

2. Bawa bekal banyak

Ini buah kan soal rumah yang jauh atau dekat. Para pekerja Jakarta, terutama perempuan biasanya membawa tas yang banyak. Minimal 3 sampai 4 tas. Satu tas utama untuk menyimpan kosmetik, parfum, dompet, handphone, sisir, buku, charger. Tas kedua berisi perlengkapan makanan untuk makan siang, kadang ada beberapa yang membawa botol minuman juga. Tas ketiga untuk membawa peralatan fitnet: sepatu, tshirt atau handuk.

2 dari 6 halaman

3

3. Berangkat lebih pagi pulang lebih larut

Kebanyakan para pekerja Jakarta mencari rezeki untuk keluarganya, Namun ironisnya karena rumah yang jauh dari kantor memaksa mereka   harus berangkat lebih pagi, ketika anak-anaknya belum bangun. Dan Karena jarak kantor yang jauh jauh plus kemacetan level tak masuk akal, para pekerja di Jakarta sampai rumah anak-anaknya sudah tidur. Begitu setiap hari, setiap bulan sepanjang tahun.

3 dari 6 halaman

4

4. Perlu berjam-jam dari rumah untuk sampai ke kantor

Kebanyakan pekerja Jakarta berumah jauh dari kantor. Karena itu untuk mencapai kantor atau tempat kerja perlu waktu berjam-jam. Ada yang rumahnya di Cikarang berkantor di daerah jl Sudirman Jakarta Pusat, ada juga yang rumahnya di Cibinong ngantor di daerah Sunter, Jakarta Utara.

Ini fenomena unik, hanya pekerja Jakarta membutuhkan waktu berjam-jam “hanya” untuk bekerja.

4 dari 6 halaman

5

5. Stamina fisik dan mental yang tinggi

Pekerja Jakarta harus punya stamina yang kuat, baik fisik maupun mental. Karena selain perjalanan yang jauh, kemacetan dan perilaku pengendara yang kadang tidak tertib membuat mood meninggi.

Di tempat kerja, mereka dituntut untuk mencapai target-target tertentu. Semua harus serba cepat dan akurat dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.

5 dari 6 halaman

6

6. Ancaman Orang Jahat.

Para pekerja Jakarta mempunyai ancaman yang lebih mengerikan dibandingkan dengan kota lain. Ancaman tidak  datang dari diri sendiri mengenai emosi dan stamina, namun juga datang dari luar. Bagi para commuter line atau pemakai transportasi umum, selain copet, perampok, terror pengame,  juga pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang-orang jahat.

Sementara bagi pemotor atau pemakai mobil pribadi, tantangan lebih ke kesemrawutan perilaku antar mereka yang kadang tidak mematuhi aturan lalu lintas.

Artikel Selanjutnya
Blog G Akan Direvitalisasi, Pemprov DKI Relokasi Pedagang
Artikel Selanjutnya
Tolak Temuan Ombudsman, PKL Tanah Abang Demo Siang Ini