6 Hoaks yang Beredar Sepekan, Simak Daftarnya Biar Tak Terkecoh

Cek Fakta Liputan6.com mengungkap kumpulan hoaks yang beredar di media sosial dalam sepekan, apa saja ragamnya? Simak artikel berikut ini.

Diterbitkan 07 Juli 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks yang beredar di media sosial semakin beragam isunya, informasi bohong yang beredar di media sosial ini merupakan ancaman serius. Sebab itu, masyarakat harus mewaspadainya karena dapat menyesatkan.

Dalam sepekan terakhir, Cek Fakta Liputan6.com telah mengungkap berbagai informasi bohong yang viral di media sosial. Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com mengungkap hoaks yang beragam, mulai dari pembagian hadiah hingga keuangan negara.

Berikut adalah rangkuman beberapa hoaks yang berhasil diidentifikasi dalam sepekan terakhir:

 

1. Presiden Prabowo Resmikan Perpanjangan SIM Sekali Seumur Hidup

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Presiden Prabowo resmikan perpanjangan SIM sekali seumur hidup, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Juli 2025.

Klaim Presiden Prabowo resmikan perpanjangan SIM seumur hidup, berupa video reels yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Luhut Binsar Pandjaitan, dalam unggahan tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.

"PRSIDEN PRABOWO SUBIANTO RESMIKAN PERPANJANGAN SIM 1X SE.UMUR HIDUP

SIM mengemudi harus berlalu seumur hidup tidak ada lagi perpanjangan SIM 5 th sekali"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"PRESIDEN PRABOWO RESMIKAN SIM SEUMUR HIDUP 🚗🇮🇩

Kini, masa berlaku SIM C dan A hanya sekali seumur hidup! Tidak perlu lagi perpanjangan setiap 5 tahun. Kebijakan bersejarah ini jadi bukti nyata Presiden Prabowo berpihak pada rakyat."

Benarkah klaim Presiden Prabowo resmikan perpanjangan SIM sekali seumur hidup? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......

 

 

2. Tautan Pendaftaran Bansos PKH Rp 2,4 Juta

Beredar di media sosial postingan tautan pendaftaran untuk mendapatkan bansos PKH sebesar Rp 2,4 juta. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 21 Juni 2025.

Dalam postingannya terdapat poster dengan narasi sebagai berikut:

"Bansos PKH

Kabar gembira buat yang belum dapat Bantuan Sosial (BANSOS) PKH sama sekali belum dapat atau belum cair Rp 2.400.000 periode bulan Januari 2025 ini bisa langsung daftar, tidak ada dipungut biaya sedikitpun. Silakan cek buruan!"

Akun itu menambahkan narasi "Ayo DAFTAR nama anda Secepatnya sebgai penerima bansos 2025."

Postingan itu juga disertai tautan yang mengarah ke website tertentu.

Lalu benarkah postingan tautan pendaftaran untuk mendapatkan bansos PKH sebesar Rp 2,4 juta? Simak hasil penelusurannya dalam halam berikut ini......

 

3. Link untuk Cek Status Penerima BSU

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link untuk cek status penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU), informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 24 Juni 2025.

Klaim link untuk cek status penerima BSU berupa tulisan sebagai berikut.

"Dukung Kesejahteraan Pekerja dengan BSU Rp600.000

Program BSU kembali disalurkan untuk membantu meringankan beban ekonomi pekerja Indonesia.

📌 Pastikan Anda termasuk penerima dengan cek status di:

👉 https://cek.bsu2025.digital/

🔒 Terjamin resmi & aman karena terkoneksi langsung dengan sistem Kementerian Ketenagakerjaan RI."

Unggahan tersebut mengarahkan penerimanya untuk mengklik link yang diklaim untuk mengecek status penerima BSU, berikut linknya.

"https://cek.bsu2025.digital/?fbclid=IwY2xjawLRwFlleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFyVld4T2xWUWE3cFBWZmNZAR5tqYc45hXP15EuJCYxMe-GDw_StzRzKbFT2BFmeR1VdTSqvEOLQZXqNRJ1LA_aem_ALai5fGbGppRy_iEDaA5Bg"

Jika link tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan berupa formulir digital yang meminta sejumlah identitas seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

Benarkah klaim link untuk cek status penerima BSU? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......

 

 

Hoaks Berikutnya

 4. Video Ular Makan Perempuan di Citraland Jakarta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video ular memakan perempuan di Citraland Jakarta, informasi tersebut tersebar diaplikasi percakapan WhatsApp.

Klaim video ular memakan perempuan di Citraland Jakarta menampilkan seekor ular berukuran besar yang berada di dalam saluran air, kemudian dikeluarkan seorang berbaju biru.

Video berikutnya menampilkan sejumlah orang sedang berkerumun dan membuka isi perut ular yang di dalamnya terdapat benda berwarna merah tua.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Ular makan anak cewek remaja di Citralend, Jakarta Barat,orang tua harus waspada dan warga selalu membersihkan selokan apalahi selokan yang tertutup berpotensi tampat luar sembunyi."

Benarkah klaim video ular memakan perempuan di Citraland Jakarta? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

 

 

5. Pendaftaran Program Transmigrasi ke IKN Nusantara

Beredar di media sosial postingan poster pendaftaran program transmigrasi ke IKN Nusantara. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 22 Juni 2025.

Dalam postingannya terdapat poster dengan logo Kementerian Transmigrasi dengan narasi sebagai berikut:

"Ayo ikuti program transmigrasi 2025. Prediksi daerah tujuan: IKN Kalimantan Timur. Kuota terbatas.

Syarat pendaftaran:

1. WNI

2. Sudah Menikah

3. Usia kepala keluarga 20-65 tahun."

Akun itu menambahkan narasi:

"Untuk mendaftar program transmigrasi ke IKN (Ibu Kota Nusantara) di Kalimantan Timur, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut

*Pendaftaran di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah

*: Kunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di kabupaten/kota tempat tinggal Anda untuk mendapatkan informasi tentang program transmigrasi ke IKN.-

*Pengisian Formulir Pendaftaran

*: Isi formulir pendaftaran yang disediakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan informasi seperti data pribadi, pengalaman kerja, dan kemampuan pertanian atau usaha lainnya.-

*Melengkapi Dokumen Persyaratan

*: Dokumen yang biasanya diperlukan antara lain:

- KTP dan Kartu Keluarga (KK)

- Surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit

- Surat pernyataan bersedia ikut program transmigrasi

- Pas foto terbaru

- Sertifikat keterampilan (jika ada)

Setelah mendaftar, Anda akan mengikuti proses seleksi oleh Dinas terkait. Jika lulus seleksi, Anda akan mengikuti pelatihan persiapan transmigrasi.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi

²:- *Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia

*: Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan, 12750, DKI Jakarta, Indonesia. Telp: 021 - 7994372.

*Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur

*: Anda bisa mengunjungi website resmi mereka di (tautan tidak tersedia) untuk informasi lebih lanjut ³.Pastikan Anda memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dan tidak ada biaya pendaftaran."

Lalu benarkah postingan poster pendaftaran program transmigrasi ke IKN Nusantara? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

 

6. Artikel Luhut Minta Masyarakat Solo Tak Usir Jokowi Jika Ijazahnya Palsu

Beredar di media sosial postingan artikel Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat Solo tidak mengusir Jokowi jika ijazahnya palsu. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 Juni 2025.

Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Tempo berjudul "Luhut berharap jika Ijasah Jokowi Palsu masyarakat Solo jangan mengusir beliau."

Akun itu menambahkan narasi:

"PENGAKUAN LUHUT DENGAN CARA TIDAK LANGSUNG BAHWA IJASAH JOKURAP ITU ASPAL"

Lalu benarkah postingan artikel Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat Solo tidak mengusir Jokowi jika ijazahnya palsu? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.