Apa Itu Sandal Upanat? Alas Kaki Wajib Saat Naik ke Candi Borobudur

Sandal Upanat adalah alas kaki khusus untuk melindungi Candi Borobudur dari keausan. Terbuat dari bahan alami dan diproduksi pengrajin lokal, apa itu sandal upanat?

Diterbitkan 30 Mei 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Candi Borobudur, sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO sejak 1991, menghadapi tantangan pelestarian akibat keausan yang disebabkan oleh aktivitas pengunjung. Salah satu solusi inovatif yang diterapkan adalah penggunaan Sandal Upanat. Lalu, apa itu Sandal Upanat? Sandal ini dirancang khusus untuk melindungi struktur candi dari gesekan alas kaki pengunjung.

Dikutip dari berbagai sumber, Sandal Upanat bukan sekadar alas kaki biasa. Nama "Upanat" diambil dari relief Karmawibhangga panel 150 di Candi Borobudur yang menggambarkan alas kaki. Hal ini menunjukkan bahwa ide alas kaki pelindung ini terinspirasi dari sejarah dan budaya candi itu sendiri. Sandal ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kelestarian Candi Borobudur.

Selain fungsi utamanya sebagai pelindung candi, penggunaan Sandal Upanat juga memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif masyarakat sekitar Borobudur. Sandal ini diproduksi oleh pengrajin lokal, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan mereka. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya melindungi warisan budaya, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat.

Sandal Upanat dibuat dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan kenyamanan. Bahan-bahan yang digunakan meliputi anyaman daun pandan, batok kelapa, dan busa ati. Kombinasi material ini menghasilkan sandal yang ringan, nyaman dipakai, dan ramah lingkungan. Penggunaan bahan alami juga selaras dengan konsep pelestarian lingkungan di sekitar Candi Borobudur.

Alas Sandal Upanat menggunakan spon ati yang telah teruji memiliki tingkat keausan lebih rendah dibandingkan alas kaki biasa. Pemilihan material ini sangat penting untuk memastikan bahwa sandal tersebut efektif melindungi batu-batu tangga candi dari gesekan yang berlebihan. Dengan demikian, penggunaan Sandal Upanat secara signifikan mengurangi risiko kerusakan pada struktur candi.

Desain Sandal Upanat juga diperhatikan agar sesuai dengan estetika Candi Borobudur. Sandal ini memiliki tampilan sederhana namun menarik, sehingga tidak mengganggu pengalaman pengunjung saat menikmati keindahan candi. Sandal ini tersedia dalam berbagai ukuran untuk memastikan kenyamanan semua pengunjung.

Sandal Upanat dan Ekonomi Kreatif Lokal

Produksi Sandal Upanat melibatkan pengrajin lokal di sekitar Candi Borobudur. Kebutuhan akan sandal ini mencapai 1.200 pasang per hari, menciptakan peluang ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Inisiatif ini membantu meningkatkan kesejahteraan pengrajin dan keluarga mereka.

Penggunaan Sandal Upanat termasuk dalam paket wisata naik ke Candi Borobudur. Pengunjung dapat membawa pulang sandal ini sebagai oleh-oleh, sehingga turut mempromosikan produk lokal dan mendukung ekonomi kreatif. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan di sekitar Candi Borobudur.

Upaya perlindungan kekayaan intelektual Sandal Upanat juga sedang dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program ini. Dengan melindungi hak cipta dan merek dagang Sandal Upanat, pemerintah dan pihak terkait berupaya mencegah pemalsuan dan memastikan bahwa manfaat ekonomi dari produksi sandal ini tetap dinikmati oleh pengrajin lokal.

Upaya Pelestarian Candi Borobudur dengan Sandal Upanat

Penggunaan Sandal Upanat merupakan bagian dari upaya pelestarian Candi Borobudur yang lebih luas. Keausan pada batu-batu tangga candi, terutama di sisi timur dan barat, menjadi perhatian utama. Penerapan wajib pakai sandal ini diharapkan dapat mengurangi laju kerusakan dan memperpanjang usia candi.

Selain penggunaan Sandal Upanat, upaya pelestarian lainnya meliputi pembersihan rutin, perbaikan struktur yang rusak, dan pengendalian jumlah pengunjung. Semua upaya ini bertujuan untuk menjaga keaslian dan keindahan Candi Borobudur agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Dengan kombinasi berbagai upaya pelestarian, termasuk penggunaan Sandal Upanat, Candi Borobudur diharapkan dapat terus menjadi kebanggaan Indonesia dan warisan dunia yang tak ternilai harganya. Kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya perlu terus ditingkatkan di kalangan masyarakat.

Â